;

PEDULI BENCANA "SIAGA BROMO 2010"

Posko Lapangan FPBI "SIAGA BROMO 2010" Kegiatan : Kaji Cepat Kebutuhan dan Kerentanan, Shelter, Evakuasi, Trauma Healing Anak, Penerimaan dan Distribusi Logistik, Air & Sanitasi, Pembersihan Debu Vulkanik, Pemulihan & Pemberdayaan Pengungsi. Anda Peduli Pengungsi Bromo, Kab. Probolinggo, Prop. Jatim : Kirim Bantuan dan Dana ke Rek BCA 0183004392 (24 Des 2010) Terima Kasih

1.3.09

TANGGUL SEMAMBUNG JEBOL I Banjir Bojonegoro

Tanggul Jebol I Banjir Bojonegoro
Upaya warga mempertahankan tanggul DAS bengawan Solo di sebelah barat Desa Semambung, Kec. Kanor sia-sia, karena yang jebol ternyata sebelah timur desa. Warga yang berada di atas tanggul berteriak-teriak agar warga segera menyelamatkan diri karena arus sangat deras.
Arus deras telah menghanyutkan 2 rumah warga, yaitu milik mantan Kades (Mushadi, 70 thn) dan rumah Wahid Mukhsin (35 thn) untuk keduakalinya hanyut. Rumah Wahid juga hanyut pada banjir tahun 2007 lalu. Gedung madrasah rusak di beberapa bagian dan potensi roboh, sehingga warga yang tinggal di sekitarnya harus di evakuasi. Di samping 10 kk juga segera dievakuasi karena rumahnya juga terancam hanyut. Sampai saat ini warga belum menerima bantuan maupun peralatan berupa perahu untuk evakuasi. Banjir kali ini mirip dengan tahun 2008, ratusan rumah tenggelam dan ribuan warga harus mengungsi. Hal ini nampak juga di Desa Pilang, banjir telah merendam 520 rumah warga dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter.
Baureno juga terdampak banjir, banyak warga tidak dapat melakukan aktifitasnya. Mereka sudah 3 hari ini tidak bisa memasak karena tidak mempunyai bahan bakar minmyak dan lauk pauk. Apabila pembaca peduli maka diharapkan untuk menghubungi Sdr. Budi (HP 081331877373) atau ke FPBI dengan kontak person Adjie (HP 081234542038 atau email : fpbi.peduli@gmail.com ).
Seolah efek domino, banjir terus menerjang wilayah di sepanjang aliran DAS Bengawan Solo yang tak terkendali. Tanggul jebol juga terjadi di Desa Babat, Kec. Babat, Kab. Lamongan yang awalnya juga dipertahankan dengan sekuat tenaga. Derasnya arus telah memaksa warga satu RT, yang terdiri atas 75 KK untuk mengungsi. Desa tetangganya juga mulai terndam banjir, yaitu di Desa Bedahan, Babat.
Sebelumnya di wilayah Kabupaten Tuban, genangan air terus meluas dengan menenggelamkan 7 desa (Widang, Ngadipuro, Patihan, Tegalsari, Tegalrejo, Kedungharjo, dan Simorejo) dan saat ini bertambah Desa Banjar juga mulai tenggelam. Walaupun Pemkab setempat sudah menyediakan tempat pengungsian dan tenda cadngan serta perahu karet di Dusun Poncol, Widang tetapi warga memilih bertahan dirumahnya dengan membuat panggung. Rumah yang tenggelam mencapai 1.082 rumah.
Di bagian hilir, tepatnya di Kecamatan Bungah, Kab. Gresik juga tidak kalah mengerikan nampak banjir meluas karena banyak tanggul yang jebol, padahal sebelumnya sudah diperbaiki. Tanggul jebol mencapai 26 km, dan saat ini belum bisa diperbaiki karena arus dan ketinggian air yang cukup siginifikan. Infrastruktur juga terancam, jalan jalur pantura tergenang mencapai ketinggian 40 cm walaupun masih bisa dilewati oleh kendaraan. 1.528 rumah di Kec. Bungah telah tenggelam sejak kemarin, di tambah 10 tempat ibadah, 4 sekolahan, dan 227 ha sawah nyaris puso. Kondisi terparah dialami warga di Desa Sukowati, Meliran, Mojopuro Wetan dan Mojopuro Gede. Bahkan ada 3 dusun di Desa Mojopuro Gede yang ketinggian airnya mencapai 1,5 sampai 2 meter. Warga tetap bertahan di rumah masing-masing.Sumber : Jawa Pos

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Anda Peduli

Pengelola

Tukar Link


peduli bencana

Link

Blog Archive

 

Copyright © 2009 by FPBI