;

PEDULI BENCANA "SIAGA BROMO 2010"

Posko Lapangan FPBI "SIAGA BROMO 2010" Kegiatan : Kaji Cepat Kebutuhan dan Kerentanan, Shelter, Evakuasi, Trauma Healing Anak, Penerimaan dan Distribusi Logistik, Air & Sanitasi, Pembersihan Debu Vulkanik, Pemulihan & Pemberdayaan Pengungsi. Anda Peduli Pengungsi Bromo, Kab. Probolinggo, Prop. Jatim : Kirim Bantuan dan Dana ke Rek BCA 0183004392 (24 Des 2010) Terima Kasih

28.2.09

PENJAGAAN KETAT DOORLAAT I Banjir Bojonegoro

Bojonegoro | Sejak kamis (26/2) pagi sekitar pukul 08.00 WIB, Bupati Bojonegoro Suyoto Menginstruksikan agar semua doorlaat atau pintu air dari tanggul ditutup total tanpa terkecuali. Tujuanya, agar luapan air Bengawan Solo tidak sampai meluber di kawasan perkotaan. Demikian diungkapkan Humas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro Jhoni Nur Hariyanto kepada surya, kamis (26/2).
Namun, Jhoni menolak kalau dikatakan bahwa kebijakan ini dianggap mengorbankan warga di daerah pinggiran. “Tidak ada yang di korbankan. Alasanya, kalau air dibiarkan masuk ke kota dan perekonomian di kota lumpuh, maka penanganan banjir bakal sangat sulit. Untuk itu, semua harus saling menyadari dan jangan sampai berfikiran memaksa membuka doorlat dengan tujuan agar semua merasakan banjir,” katanya. Karenanya, kebijakan Bupati Suyoto tersebut dianggap tepat agar Pemkab dan semua instansi tetap bisa melaksanakan penanggunalangan dan penanganan terhadap bencana banjir kali ini. “Kalau ada yang menolak atau melawan untuk tetap membuka pintu air tanggul, maka kami tidak segan-segan untuk mempidanakan. Sebab itu jelas melanggar UU nomor 24 tahun 2007 tentang penanganan bencana,” tegasnya. Sejak pagi kemarin, disetiap pintu air di Bojonegoro dijaga ketat oleh aparat kemanan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Sedangkan terhitung mulai daerah Banjar Rejo sampai Jetak ada 181 titik pintu air dari tanggul, tapi dari jumlah tersebut hanya 43 pintu saja yang ada izinya. Kebanyakan pintu air tersebut dibuka atas prakarsa masyarakat sendiri yang berusaha mengambil tindakan untuk mencegah genangan air diwilayahnya. Kabag Ops Polres Bojonegoro, Kompol Suhariyono mengungkapkan bahwa pihaknya sudah menurunkan personel untuk menjaga setiap doorlaat. Sepanjang jalan raya kota yang berbatasan dengan doorlaat dijaga oleh 9 personel. Mereka dibantu anggota TNI dan Satpol PP. “Kami akan siaga penuh. Jangan sampai doorlaat terbuka dan air masuk kota,” katanya.Banjir yang melanda Bojonegoro kali ini tidak sama dengan banjir-banjir sebelumnya. Banjir kali adalah sumbangan dari 6 anak sungai Bengawan Solo yang berada di hulu Bojonegoro. Sedangkan di Babad, Lamongan pergerakan air lambat hingga mengakibatkan air lebih lama untuk mengalir ke laut. Ditambah curah hujan yang cukup tinggi, air dari Bengawan Solo dan anak sungai di hulu menumpuk hingga meluber ke perkampungan. Tak hanya itu, penyebab lain tergenangnya sejumlah daerah di Bojonegoro adalah banjir yang terjadi di Solo, Sragen, Madiun dan Dungus. Hingga kemarin, ketinggian air sungai Bengawan Solo di Bojonegoro terus naik. Jika pukul 06.00 WIB ketinggian air sungai di papan duga kota Bojonegoro 15.28 dari permukaan laut (dpl), pukul 15.00 WIB mencapai 15.38 dpl. Status banjir Bojonegoro masih tetap Siaga III. Sumber : Surya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Anda Peduli

Pengelola

Tukar Link


peduli bencana

Link

Blog Archive

 

Copyright © 2009 by FPBI