;

PEDULI BENCANA "SIAGA BROMO 2010"

Posko Lapangan FPBI "SIAGA BROMO 2010" Kegiatan : Kaji Cepat Kebutuhan dan Kerentanan, Shelter, Evakuasi, Trauma Healing Anak, Penerimaan dan Distribusi Logistik, Air & Sanitasi, Pembersihan Debu Vulkanik, Pemulihan & Pemberdayaan Pengungsi. Anda Peduli Pengungsi Bromo, Kab. Probolinggo, Prop. Jatim : Kirim Bantuan dan Dana ke Rek BCA 0183004392 (24 Des 2010) Terima Kasih

26.3.09

Kerugian Banjir DAS Bengawan Solo 2009

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur mencatat kerugian karena kerusakan infrastruktur, persawahan, dan permukiman di Jateng dan Jatim akibat meluapnya Bengawan Solo berjumlah Rp. 867,40 milyar, yaitu Rp. 589,18 milyar kerugian di Jatim dan Rp. 278,22 miliar kerugian di Jateng. Perkiraan kerugian ini merupakan hasil rekapitulasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jateng bersama sejumlah instansi terkait lainnya di daerah. Musibah banjir juga mengakibatkan biaya perbaikan dan penanggulangan dampak banjir jauh lebih besar dibandingkan dengan kerugiannya. Untuk wilayah Jateng saja, biaya pembenahan Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo membutuhkan dana Rp. 1,7 triliun. Sedangkan Provinsi Jatim tahun ini mendapat dana khusus perbaikan infrastruktur dari pusat Rp. 235 milyar. Kepala BPBD Provinsi Jateng, Jarot Nugroho mengemukakan, Wilayah Sungai (WS) Bengawan Solo secara administratif mencakup 17 kabupaten dan 3 kota. Di Jateng, WS Bengawan Solo adalah Kabupaten Wonogiri, Sukoharjo, Karanganyar, Kota Solo, Kabupaten Boyolali, Klaten, Sragen, Blora dan Rembang. Di Jatim, WS Bengawan Solo meliputi Kabupaten Pacitan, Ponorogo, Kabupaten Madiun, Kota Madiun, Kabupaten Magetan, Ngawi, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik dan Kota Surabaya. Anggaran yang tersedia di Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo untuk tanggap darurat hanya Rp. 170 milyar. “Padahal, dibutuhkan dana Rp. 1,7 triliun untuk membenahi DAS Bengawan Solo,” ujar Jarot. Di Blora, rencananya akan dibangun 8 embung di sekitar DAS dan waduk di Cepu. “Pembangunan waduk sangat penting untuk membendung air menuju ke Jatim. Lokasi Cepu dipilih karena merupakan tempat mengalirnya air dari Jateng ke Jatim. Gubernur Jatim Soekarwo juga mengakui, wilayah Jatim tidak bisa sepenuhnya terbebas banjir, kecuali mengurangi lama genangan. “Penanganan banjir Jatim berarti pengendalian Kali Brantas, Kali Pekalen, dan Bengawan Solo. Penanganan itu butuh dana besar. Tahun ini Jatim mendapat dana khusus dari pusat Rp. 235 miliar. Pemprov Jatim akan membangun bendungan di perbatasan Ngawi dan Cepu. “Prinsipnya kami perlu manajemen air di kawasan Bengawan Solo, Brantas dan Pekalen. Sebetulnya akan dibangun Waduk Jipang, tapi karena lokasinya 50 persen di Jatim dan 50 persen lagi di Jateng, masih sulit dilaksanakan,” kata Soekarwo. Pemprov Jatim juga akan mengeruk saluran drainase di Lamongan untuk meningkatkan debit air hingga 640 meter kubik (m3) per detik. Saat ini hanya 375 m3 per detik, idealnya 640 m3 per detik. Kalau bisa sampai 1.000 m3 per detik sehingga padi yang tenggelam tidak sampai busuk karena banjir bisa cepat surut. Saat ini perbaikan sementara talut dan tanggul yang rusak akibat banjir Bengawan Solo di Kota Solo, Jawa Tengah, serta Kabupaten Tuban dan Bojonegoro di Jawa Timur mulai dilaksanakan. Namun, perbaikan permanen baru dijadwalkan pada April atau Mei 2009. Sumber : BNPB

3 komentar:

  1. pak ajdie...dah terima email saya?
    apa iti cukup kl ada yg perlu saya tambahkan minta tolong dikabarin aja
    ok boz...
    btw gmana neh nasib blogku???
    heee kan pengen keren juga kayak punya FPBI pak..

    BalasHapus
  2. Beres bos...dah cukup datanya..sy lg coba pasang box net u file..tp belum bisa, tahu tuh agak lambat providernya

    BalasHapus

Anda Peduli

Pengelola

Tukar Link


peduli bencana

Link

Blog Archive

 

Copyright © 2009 by FPBI