;

PEDULI BENCANA "SIAGA BROMO 2010"

Posko Lapangan FPBI "SIAGA BROMO 2010" Kegiatan : Kaji Cepat Kebutuhan dan Kerentanan, Shelter, Evakuasi, Trauma Healing Anak, Penerimaan dan Distribusi Logistik, Air & Sanitasi, Pembersihan Debu Vulkanik, Pemulihan & Pemberdayaan Pengungsi. Anda Peduli Pengungsi Bromo, Kab. Probolinggo, Prop. Jatim : Kirim Bantuan dan Dana ke Rek BCA 0183004392 (24 Des 2010) Terima Kasih

31.1.09

BENCANA TERKINI I 27-30 Januari 2009










Sumber : Peta Curah Hujan (BMGK)

Sistim Informasi Manajemen Bencana I Periode Januari 27-30 Januari

Geofisika [Gempa (EQ) & Longsor (SL)]
Gempa 5,4 SR:29/1/2009
MALUT; Maluku masih rawan dengan guncangan gempa. Dini Hari kawasan Ternate, Maluku Utara, kembali diguncang gempa berkekuatan 5,4 SR. Berdasarkan Badan Meteorologi, Geofisika dan Klimatologi (BMGK) guncangan gempa ini terjadi sekitar pukul 02.52 WIB, dengan kedalaman 212 km dari permukaan. Lokasi gempa berada di koordinat 2o 44’ LU dan 128o 43’ BT, dengan pusat gempa (episentrum) pada kawasan 218 km Timur Laut Ternate-Maluku Utara, 351 km Tenggara Melonguane-Sulawesi Utara, 353 km Tenggara Tahuna-Sulawesi Utara, 358 km Timur Laut Labuha-Maluku Utara, 376 km Timur Laut Bitung-Sulawesi Utara. Walaupun lokasi gempa berada di daerah kepulauan, BMGK mengumumkan gempa tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Sumber : Okezone.com

GEMPA 6,0 SR:28/1/2009
KUPANG; Wilayah Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu, diguncang gempa berkekuatan 6,0 SR. BMGK, Kupang membenarkan adanya gempa tersebut, namun lembaga tersebut belum memastikan pusat gempa. Berdasarkan Hasil pencatatan yang ada, gempa tektonik itu terjadi di sekitar wilayah TTS. Gempa tersebut terasa juga di wilayah Timor Tengah Utara (TTU), Kab. tetangga TTS. Guncangannya sangat terasa di Kefamenanu, ibukota Kab. TTU.

Longsor Tebing : 28/1/2009
BANYUWANGI; Hujan deras yang mengguyur kawasan Banyuwangi, Jatim dan sekitarnya, sejak Selasa 27/1/2009 siang hingga dini Hari, menyebabkan tebing Gunung Gumitir di Desa Kalibaru Manis, Kec. Kalibaru, Banyuwangi kembali longsor. Terdapat terdapat 12 titik longsoran tanah. Longsoran tanah bercampur batang pohon itu terdapat antara KM 6 hingga KM 12 jalur tersebut. Dari sekian titik itu, KM 6 diantaranya yang paling parah. Nyaris separuh badan jalan tertupi oleh longsoran tanah tersebut. Salah satunya longsoran tanah di KM 6, tepat di tikungan tajam jalan raya Gumitir patung gandrung. Meski longsoran mencapai 12 titik, namun tak ada korban jiwa dalam peristiwa yang sering terjadi berulang-ulang di kawasan tersebut. Longsor mulai terjadi sekitar pukul 23.00 WIB malam, 6 titik diantaranya parah, walaupun tidak menyebabkan adanya korban jiwa. Diduga, longsor terjadi akibat lereng tebing yang nyaris mendekati 90 derajat. Selain itu, berkurangnya tegakan pohon yang berfungsi sebagai resapan air di kawasan hutan rimba tersebut juga disinyalir sebagai penyebab utamanya.
Arus lalu lintas dari arah Banyuwangi-Jember dan sebaliknya, sempat mengalami kemacetan selama 2 jam lebih. Antrean kendaraan pribadi dan angkutan umum yang akan menuju ke Jember seperti Bus dan truk, mengular hingga 1 km lebih. Arus lalu lintas kembali lancar setelah buldoser dari Balai Perawatan Jalan Provinsi Jawa Timur di Jember yang berkerja berhasil membersihkan tumpukan tanah longsoran, sehingga lalu lintas sudah mulai normal. Kawasan ini memang rawan longsor, kepada pengguna jalan dan pengendara yang melintasi kawasan Gumitir selalu wasapada. Sumber: Detik Surabaya.com.
Longsor Jembatan Putus:28/01/2009
KEDIRI; Aktivitas sekitar 450 KK penduduk Dusun Pagak dan Bangle, Desa Bangle, Kec. Ngadiluwih, Kab. Kediri, Jatim, terganggu karena satu-satunya jembatan yang menghubungkan dua dusun itu putus, Selasa (27/1). Putusnya jembatan dengan lebar 4 m dan panjang 6 m di atas sungai berkedalaman 7 m itu karena struktur tanahnya labil. Hal itu diperparah dengan maraknya aktivitas penambangan pasir ilegal yang jaraknya hanya sekitar 50 m dari jembatan. Pemerintah desa setempat sudah melakukan perbaikan jembatan itu hingga empat kali, sejak 2004. Tapi, karena struktur tanah yang labil, perbaikan pun tidak maksimal. Selain menyebabkan roda perekonomian warga terganggu, peristiwa itu mengakibatkan para siswa tidak bisa bersekolah. Pihak desa setempat sudah melaporkan hal ini pada Pemerintah Kab. (Pemkab) Kediri dan sudah mengajukan proposal untuk perbaikan jembatan. Selain mematahkan badan jembatan, derasnya arus sungai di desa itu menggerus sawah milik Imam Ghozali. Dalam menindaklanjuti Kahumas Pemkab. Kediri Sigit mengatakan, pihak Pemkab. Kediri sudah meninjau lokasi jembatan yang putus tersebut. Sumber : Media Indonesia.

Hidrometeorologi [Banjir (FL), Angin Kencanag (ST) & Gelombang (WV)]
Banjir:30/1/2009
MAKASSAR; Sejumlah pemukiman penduduk di Makassar terendam banjir, menyusul hujan lebat yang turun sejak Jumat dini hari. Selain pemukiman, beberapa ruas jalan juga tergenang air setinggi 30 hingga 50 cm. Kawasan pemukiman yang cukup parah mengalami genangan banjir antara lain, Perumnas Panakukang, Hartaco Indah, perumaHan Antara, Toddopuli, Perumahan Dewi, Bumi Tamalanrea Permai (BTP), Bumi Permata Hijau (BPH), wilayah padat penduduk Minasa Upa, Perumahan Pemda Hertasning, Tallasa Salapang, dan kawasan Borong. Selain itu, sejumlah rumah di China Town (pemukiman Tionghoa) juga mengalami banjir cukup parah, khususnya di sekitar jalan Sulawesi, Nusantara, Tentara Pelajar, serta kawasan Pelabunan Makassar dan sekitarnya. Sejumlah kantor di kawasan perkantoran jalan AP Pettarani juga tergenang air, termasuk di depan rumah Dinas Wagub Sulsel H. Agus Arifin Nu`mang. Banjir menggenangi wilayah pemukiman tersebut, termasuk yang cukup parah sejak beberapa tahun terakhir akibat curah hujan yang cukup tinggi. Ketua RW Toddopuli dan sejumlah warga di kawasan perumahan Toddopuli memantau rumah-rumah penduduk yang tergenang banjir setelah melaksanakan salat subuh. Upaya warga membersihkan sampah yang menyumbat selokan untuk memperlancar arus air ke kanal induk Borong dan anak Sungai Tallo. Menurut warga, penggalian selokan yang dilakukan dinas kebersihan Kota Makassar saat ini tidak efektif dan bahkan mubazir karena dikerjakan pada saat musim hujan. Sumber: Antara News
Aktivitas belajar mengajar di tiga Sekolah Dasar (SD) Negeri Inpres I, II, dan III di Kel. Pannampu, Kec. Tallo Makassar tidak maksimal karena ketinggian air mencapai sekitar 30 cm di atas mata kaki orang dewasa. Banjir yang merendam semua ruangan kelas ini membuat sejumlah siswa-siswi tidak dapat belajar secara efektif. Setiap kali turun hujan banjir selalu terjadi di tiga sekolah tersebut. Permasalahan ini sudah sering terjadi dan upaya pemerintah menanggulangi banjir dinilai kurang maksimal. Pemerintah cukup memperhatikan sekolah kami tetapi perhatian itu agar ditingkatkan lagi terutama maslah banjir. Sumber : Media Indonesia
Siaga Banjir:30/1/2009
BOJONEGORO; Akibat naiknya debit air dipermukaan sungai Bengawan Solo Pemkab. Bojonegoro, Jatim dalam 5 bulan terakhir terus siaga bencana banjir. Selain itu, pemkab juga menganggarkan dana sebesar Rp.750 juta dari pos Anggaran Penerimaan dan Belanja Daerah (APBD) 2009 untuk antisipasi bencana. Apabila mengalami kekurangan maka Pemkab akan menambahkan alokasi anggaran tersebut melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Dalam catatan, dari 27 Kec. yang ada di wilayah Kab. Bojonegoro 15 Kec. di antaranya potensi terancam banjir akibat luapan air sungai Bengawan Solo. Wilayah tersebut berada di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo yang di antaranya Kec. Margomulyo, Tambakrejo, Padangan, Kalitidu, Dander, Bojonegoro, Malo, Trucuk, Kasiman, Kapas, Balen, Kanor, dan Baureno. Pada awal tahun 2008 misalnya terdapat 167 desa, ribuan rumah, dan ribuan hektare tanaman padi puso karena terendam air. Sementara kerugian materi kisaran Rp1,9 miliar. Sumber : Media Indonesia.
Elevasi waduk Gajah Mungkur di Jawa Tengah telah kritis ditandai dengan berbunyinya sirene (early warning) secara terus menerus. Wilayah Sragen telah mulai terendam banjir. Nampaknya akan berlanjut ke daerah hilir di wilayah Ngawi, Madiun, Bojonegoro, Lamongan, dan Gresik. Sumber : Tagana Jatim.
Dampak Banjir:30/1/2009
BIREUEN; Banjir pada 24 Jani 2009, Tanaman padi seluas 1.328 Ha di Kab. Bireuen, Nanggroe Aceh Darussaam, rusak diterjang arus. Selain terganggu tanamannya yang berusia sekitar 1-30 Hari per lahan, banjir juga mengakibatkan kerusakan lahan dan pematang sawah. Berdasarkan data yang dimiliki Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (Dispertanpanhort), Kab. Bireun, kawasan yang mengalami kerusakan itu meliputi Kec. Jeunieb 260 Ha, Pandrah 450 Ha, Simpang Mamplam 410 Ha, dan Kec. Samalanga 208 Ha. Para petani, sibuk memperbaiki pematang atau lahan sawah mereka, dan harus menanam kembali dan menggarap ulang karena tertimbun sedimen lumpur. Tanaman yang rusak parah dikhawatirkan terancam puso atau dapat menurunkan hasil produksi. Dispertanpanhort, Bireuen, telah melaporkan periswa itu ke Pempro. DI Aceh, diharapkan pemerintah dapat membantu para petani korban banjir untuk bisa bangkit kembali. Bantuan yang sangat diharapkan adalah bantuan benih, biaya olah tanah dan pupuk. Sumber : Media Indonesia
Banjir:29/1/2009
PALEMBANG; Banjir masih mengancam sejumlah wilayah di Prop. Sumsel menyusul hujan deras yang terus mengguyur, sehingga warga termasuk para petani di daerah ini mengHarapkan pemda setempat segera mengantisipasinya. Menurut LSM Walhi Sumsel di Palembang, Kamis (29/1), akibat banjir di sejumlah tempat yang terjadi pada 2008 menimbulkan kerugian berupa kehilangan dan kerusakan Harta benda maupun kerusakan areal pertanian produktif serta kerusakan rumah tinggal, dengan nilai mencapai sekitar Rp.5 miliar. Bencana banjir dan longsor masih terus menjadi ancaman di wilayah Sumsel, antara lain akibat kerusakan areal hutan yang masih tersisa di daerah itu. Berdasarkan laporan dari Badan Nasional Penanggulangan Bendana (BNPB) bahwa Prop. Sumsel merupakan salah satu provinsi yang secara serius rentan terkena bencana banjir dan tanah longsor. Setidaknya sejak Januari hingga Desember 2008 telah terjadi 39 kali bencana banjir dan longsor di Sumsel, tersebar pada Hampir seluruh Kab./kota di daerah ini, seperti Kota Palembang, Musi Banyuasin, Musi Rawas, Banyuasin, Ogan Komering Ilir, Muaraenim, LaHat, Prabumulih, dan Ogan Komering Ulu Timur. Longsor juga telah terjadi di beberapa tempat, seperti pada ruas jalan Lahat-Pagar Alam dan beberapa jalur jalan utama provinsi maupun Kab. daerah ini. Hutan alam Sumsel, telah mengalami keHancuran (deforestasi) dan terus terancam makin rusak cukup parah. Kondisi itu diperkirakan menjadi salah satu penyebab banjir dan longsor serta bencana alam lainnya terus mengancam Sumsel. Semula terdapat 3,777 juta Ha kawasan hutan alam dan saat ini hanya tersisa sekitar 1,129 juta Ha. Tiap tahun Sumsel kehilangan ratusan ribu hektare hutan alaminya. Hingga Kamis pekan ini, sejumlah warga di beberapa Kab. di Sumsel juga mengeluhkan banjir maupun genangan air yang masih terjadi, seperti di Banyuasin dan Lahat. Banjir itu tidak saja menggenangi rumah mereka, tapi mengancam areal pertanian, termasuk padi yang saat ini sedang dilakukan penebaran benih, mengakibatkan benih padi itu terbawa arus banjir. Sejumlah warga di Banyuasin di kawasan sekitar Gilirang dan Muara Sugihan, berharap pemda setempat segera turun tangan mengatasi banjir itu. Ancaman banjir juga terjadi di Kota Palembang, dengan belasan titik yang selalu tergenang air karena banjir musiman saat musim penghujan tiba. Banjir paling parah di Palembang telah dialami warga sekitar Sekip Bendung, kendati di wilayah itu terdapat Sungai Bendung yang difungsikan untuk menampung luberan air hujan agar tidak menimbulkan banjir. Dinas PU Kota Palembang juga memiliki belasan sistem drainase dan memfungsikan bendung maupun pompa air untuk mengatasi banjir di ibu kota Provinsi Sumsel itu, termasuk segera menerapkan manajemen pengelolaan air hujan secara lebih baik.
Banjir:29/1/2009
TEBING TINGGI; Ribuan rumah di Kota Tebing Tinggi, Sumatra Utara, Kamis (29/1), terendam banjir akibat meluapnya Sungai Padang yang disebabkan tingginya curah hujan. Wilayah yang terkena banjir berada di Kel. Bandar Utama, Tambangan, dan Badak Bejuang. Lokasi terparah dilanda banjir adalah Kel. Bandar Utama. Sejumlah barang dan perabot warga ikut terbawa arus sungai. Air juga menggenangi ratusan lahan pertanian. Selain curah hujan, banjir merupakan kiriman dari hulu di Gunung Meriah, Serdang Bedagai. Ribuan warga terpaksa mengungsi ke tempat lebih tinggi. Sebagian dari penduduk bertahan di pos koordinasi atau posko penampungan. Pemkab. Kota Tebing Tinggi telah membangun sejumlah tenda penampungan serta posko. Pemkab juga menyalurkan bantuan baHan makanan dan obat-obatan. Selain itu, warga juga diminta siaga dan menghindari daerah aliran sungai. Sumber : Liputan6.com
Banjir:29/1/2009
SEMARANG; Hujan deras yang mengguyur Ungaran, Kab. Semarang, mengakibatkan Sungai Ngemplak yang merupakan anak Kali Garang yang melintasi Desa Ngeplak, Kec. Ungaran Timur meluap pada sore hari. Akibatnya, talut sepanjang sekitar 10 meter di bagian timur Perumahan Cemara Permai ambrol sehingga limpasan air merendam 35 rumah warga, serta menggenangi puluhan rumah lain di sekitar perumahan tersebut. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Menurut penuturan sejumlah saksi mata, luapan anak sungat Kali Garang tersebut mencapai titik tertinggi hingga sebatas dada orang dewasa sekitar pukul 17.30 WIB. Sebagian warga yang masih bisa menyelamatkan diri langsung mengungsi ke rumah-rumah yang lebih tinggi. Namun, sempat ada sejumlah warga yang terjebak karena aliran air yang terlalu deras. Mereka mengungsi ke loteng rumah tetangganya dan baru berani turun setelah Tim Evakuasi dari Search and Rescue (SAR) Kab. Semarang berkeliling dengan perahu karet pada pukul 20.00 WIB. Sumber : Kompas
Banjir-27/1/09
PASURUAN; Tim SAR Mahameru, Malang bersama nelayan Bangil masih mencari korban banjir yang hanyut di Sungai Kedunglarangan, Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, pencarian korban kini dikonsentrasikan di kawasan muara Sungai Kedunglarangan, Desa Kalianyar, Kec. Bangil. Menurut keterangan pejabat Badan Kesbanglinmas selaku focal point Satlak PB setempat, saat terjadi banjir bandang yang melanda kawasan Pandaan dan Bangil, Sabtu (24/10) lalu, sepasang suami istri (pasutri) Wintoro (29) dan Fatimah (25) yang sedang mencari kayu dan bertempat tinggal di Desa Banjarkejen, Kec. Pandaan, hilang diterjang banjir. Pasutri yang sedang mencari kayu bakar tersebut diduga hanyut terseret banjir bandang, kemudian masuk ke badan Sungai Kedunglarangan.
Mayat Fatimah (25) baru ditemukan di muara Sungai Kedunglaranagan, Desa Kalianyar, Bangil, Selasa (27/1). Sedangkan mayat suaminya, Wintoro (29) belum ditemukan. Tim SAR MaHameru Malang masih terus menyusuri muara Sungai Kedunglarangan dengan menggunakan dua perahu karet dan didukung sejumlah perahu milik nelayan di sekitar muara Sungai Kedunglarangan, Bangil.
Banjir ini juga mengakibatkan putusnya jalur pantura bagi kendaraan kecil, dan dihimbau untuk mencari kalur alternatif ke arah Winongan. Ruas jalan raya Ngopak terendam sepanjang 500 meter dengan ketinggian 0,5 meter. Kemacetan tak terhindarkan dari arah Pasuruan maupun sebaliknya dari Probolinggo masih terjebak macet sekitar 6 km dari dua sisi. Banjir juga merendam ribuan rumah dan ratusan hektar sawah penduduk. Pemkab. Pasuruan untuk sementara ini telah menerjunkan perahu karet untuk mengevakuasi penduduk, serta menyediakan nasi bungkus dan mie instan. Tim Medis dari Dinkes juga telah diterjunkan ke lokasi banjir untuk membantu warga yang terganggu kesehatannya. Sedangkan dari PDAM turun tangan dengan membawa air bersih dengan menggunakan tangki air.
Sementara di Probolinggo, hujan deras yang terjadi sejak kemarin sore membuat ratusan rumah di empat desa di Kec. Leces, Dringu, Sumberasih, Kedupok, Kota Probolinggo kebanjiran setinggi 1 m dan . Empat desa terancam terisolasi. Sebab jalan utama di empat desa itu juga terputus. Menjelang dini Hari luapan dari tiga sungai itu mulai surut. Namun beberapa rumah warga masih terendam air setinggi 30 centimeter sampai setengah meter. Warga berusaHa membersihkan sisa-sisa banjir yang di sebagian tempat bercampur lumpur. Sejumlah warga mengungsi ke sejumlah tempat yang lebih tinggi. Beberapa orang lainnya berjaga-jaga di setiap sudut desa mengantisipasi banjir susulan.Sumber : Media Indonesia
Banjir:27/1/2009
TULUNGAGUNG; Banjir yang merendam permukiman membuat warga Pojok, Kec. Campurdarat, panik. Puluhan rumah di Kab. Tulungagung, Jawa Timur, terendam banjir setinggi 50 centimeter sejak Senin (26/1). Mereka bergotong royong mencari rumah yang terendam paling parah dan membantunya memindahkan perabotan agar tidak terendam. Banjir disebabkan hujan lebat mengguyur daerah ini selama tiga jam. Banjir juga menyebabkan tanggul sungai yang melintas di desa ini jebol. Menurut warga, jebolnya tanggul disebabkan oleh menyempitnya jembatan, juga karena hujan di daerah tiga hulu sungai menyebabkan Sungai Kedung Galeng, Sungai Jorong, dan Sungai Kareng Lor. Sumber : Liputan6.com,
Lahar Dingin:26/1/2009
LUMAJANG; Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, beberapa waktu lalu kembali memuntahkan lahar, akibat hujan terus menerus di kawasan lereng sehingga terjadi ancaman lahar dingin menghantam areal perkebunan kelapa, akasia, dan kopi milik warga Desa Jugosari, Lumajang. Ribuan kubik material vulkanik setebal 5 m merendam tanaman, bahkan hanya terliat ujungnya. Selain itu lahar dingin juga merobohkan beberapa pohon dan memadamkan aliran listrik. Warga juga sempat mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Mereka kHawatir akan diterjang arus lahar dingin yang mengalir cukup deras. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, lahar dingin ini membawa trauma bagi sejumlah warga. Sebab pada tahun 1976, lahar dingin telah menyapu sejumlah desa. Saat itu ratusan orang meninggal setelah rumah mereka diterjang lahar dingin. Diduga cekdam dibangun kurang tinggi, meski pemerintah desa setempat berulangkali mengusulkan ke Pemkab Lumajang. Banjir laHar kali ini menurut warga terbesar sepanjang 10 tahun terakhir Sumber : Liputan6.com dan Indosiar
Angin Kencang:29/01/2009
PROBOLINGGO: Sebanyak delapan rumah rusak dan satu roboh akibat hujan deras dan angin kencang di Kab. Probolinggo, Jatim. Rumah yang rusak berada di Desa DawuHan, Kec. Krajan. Bagian rumah yang rusak sebagian besar adalah atap dan dinding, satu rumah di antaranya roboh. Menurut warga, musibah ini terjadi secara tiba-tiba ketika hujan deras disertai angin kencang, Rabu (28/1) malam. Tidak ada korban jiwa karena seluruh warga langsung keluar rumah saat peristiwa berlangsung. Sumber : Metrotvnews.com.
Puting Beliung:28/1/2009
KEDIRI; Sedikitnya dua desa di Kec. Pare, Kab. Kediri, Jatim, porak poranda diterjang angin puting beliung yang berlangsung tiga menit, terjadi Rabu (28/1) dini Hari sekitar pukul 03.00 WIB ketika itu hujan gerimis tiba-tiba angin bertiup kencang dari arah utara ke selatan. Belasan bangunan rumah rusak dan sebuah bangunan Pondok Pesantren Nurul Huda dan Panti Asuhan Budi Mulya, berantakan. Dilaporkan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, akan tetapi ada sekitar lima santri yang luka ringan akibat kejatuhan atap bangunan pondok. Kerugian secara material akibat rusaknya bangunan diperkirakan mencapai puluan juta rupiah. Panti Asuhan Budi Mulya mengatakan untuk sementara kegiatan belajar diliburkan karena sekolah yang menampung sekitar 70 anak-anak panti asuhan itu sedang diperbaiki. Sumber : Kompas.com.
Eraly Warning Gelombang Tinggi:29/1/2009
JAKARTA:Tinggi gelombang laut antara 1,25 hingga lebih dari 4 m berpotensi terjadi di perairan Indonesia. Tinggi gelombang laut antara 1.25 hingga 2.0 m berpotensi terjadi di perairan utara Aceh, perairan barat Bengkulu, Laut Sawu, Laut Sulawesi, Laut Maluku, Laut Buru hingga Laut Seram, Laut Banda, perairan Kai dan Tanimbar, perairan Kep. Aru, Laut Arafuru. Tinggi gelombang laut ini dinyatakan berbahaya bagi perahu nelayan. Tinggi gelombang laut antara 2 hingga 3 m yang berbahaya bagi perahu nelayan dan tongkang berpotensi terjadi di Samudera Hindia barat laut Aceh, perairan barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Perairan selatan Jawa hingga NTT, Laut Timor, perairan timur Kepulauan Riau, Selat Karimata, perairan Babel, Laut Jawa, Laut Bali, Laut Flores, perairan selatan Kalimantan, Selat Makassar bagian selatan, perairan selatan Sulawesi, perairan Sangihe Talaud, Laut Halmahera, serta perairan utara Papua. Tinggi gelombang antara 3 hingga 4 m yang berbahaya bagi perahu nelayan, tongkang dan feri berpotensi terjadi di Samudera Hindia barat Lampung, Samudera Hindia selatan NTT, perairan barat laut Kalimantan Barat, perairan Karimun Jawa hingga Bawean. Sementara tinggi gelombang lebih dari 4 m di Natuna yang berbahaya bagi semua jenis kapal berpotensi terjadi di Laut Cina Selatan dan Laut Natuna. Gelombang dengan ketinggian 2 m dapat juga terjadi akibat pusaran angin yang berasal dari awal gelap (cumulonimbus) yang terbentuk di laut. Potensi hujan lebat yang kadang disertai angin kencang dan petir di laut terdapat di perairan barat Mentawai, perairan barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Laut Seram, serta perairan utara Papua bagian Barat.
KUPANG: Cuaca buruk mengakibatkan ketinggian gelombang di laut mencapai tiga meter. Armada pelayaran di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (30/1) berhenti operasi menyusul cuaca buruk yang melanda daerah itu sejak Kamis (29/1). Armada yang tidak berlayar tersebut, sebagian berlabuh dekat Pulau Semau yang berjarak sekitar empat mil di bagian barat Kota Kupang. Armada lainnya masih berada di Pelabuhan Penyeberangan Bolok, Kab. Kupang. Sesuai ramalam Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) El Tari Kupang, Hampir seluruh wilayah NTT ditutupi awan dan berpeluang terjadi hujan secara merata. Kondisi ini masih berlangsung sampai beberapa hari mendatang. Sedangkan, perairan yang perlu diwaspadai bagi pelayaran adalah Selat Rote yang memisahkan Pulau Timor dengan Pulau Rote, Laut Sawu yang memisahkan Pulau Timor dengan Sabu, Sumba, dan Alor. Selat Sumba yang memisahkan Pulau Sumba dengan Flores, Laut Flores dan Laut Timor. Akibat cuaca buruk nelayan berhenti melaut, ratusan perahu nelayan sudah dipindahkan ke lokasi yang lebih aman guna menghindari terjangan ombak. Di pesisir Pantai Oeba, KeluraHan Oeba, tidak kurang dari 50 perahu nelayan disembunyikan dekat tempat pelelangan ikan Oeba. Akibatnya, Harga ikan di tempat pelelangan ikan (TPI) Oeba, KeluraHan Oeba melambung. Ikan marlin naik menjadi Rp500 ribu/ekor dari harga sebelumnya Rp. 300 ribu/ekor, dan Ikan belang kuning naik dari harga Rp. 20.000/ekor menjadi Rp. 30.000/ekor. Ikan tongkol dijual Rp. 20.000/enam ekor, atau naik sebesar Rp5.000/enam ekor dari harga sebelumnya Rp. 15.000/ekor. Sumber : Media Indonesia
SITUBONDO: Nelayan di Perairan Situbondo, Jatim meradang. Pasalnya, sejak gelombang tinggi beberapa waktu lalu, para nelayan memilih melipat jaring. Kebanyakan mereka Hanya memperbaiki jaring ikan atau memperbaiki bagian perahu yang dianggap rusak. Hal ini dilakukan agar tidak berisiko seperti para korban nelayan atau kapal yang diberitakan di televisi. Diperkirakan nelayan tidak akan beroperasi hingga Maret mendatang. Sebab pada bulan Februari, merupakan puncak tingginya gelombang. Saat ini saja, tinggi gelombang di Perairan Situbondo mencapai 5 m. Tidak melautnya nelayan ini, juga memaksa mereka untuk mencari nafkah dengan cara lain. Nelayan di Pesisir Panarukan memilih untuk menjadi kuli bangunan. Bahkan, istrinya juga terpaksa mencari tambahan penghasilan dengan mencari kerang di bibir pantai. Tidak beroperasinya nelayan, juga berimbas kepada sejumlah pemilik perahu, karena tidak mendapat pemasukan keuangan. sumber: Detik Surabaya.com.
BANDAR LAMPUNG; Stasiun Meteorologi Maritim (SMM) Lampung memperkirakan tinggi gelombang di perairan timur Lampung maks 2,1 m, sedang tinggi gelombang di perairan barat Lampung mencapai 2,9 m. Dalam laporan SMM Lampung, di Bandarlampung diperkirakan cuaca buruk di perairan itu mulai Selasa hingga Rabu (28/1), pukul 07.00 WIB mengalami hujan. Arah angin di wilayah perairan timur Lampung dari barat ke barat laut dengan kecepatan 8-20 knot, sedang arah angin di perairan barat juga dari barat ke barat laut dengan kecepatan 10-22 knot. Tinggi gelombang rata- rata di perairan timur Lampung adalah 1,1 m, sedang di perairan barat Lampung 1,5 m. Di Selat Sunda, tinggi rata- rata gelombang 0,9 m dan tinggi maksimumnya 1,8 m, arah angin dari barat ke barat laut berkecepatan 8-20 knot. Di wilayah perairan Bengkulu, tinggi rata- rata gelombang 1,3 m dan tinggi maks 1,5 m, arah angin dari barat ke barat laut dengan kecepatan 9-22 knot. Kondisi cuaca di perairan Selat Sunda dan perairan Bengkulu adalah hujan. SMM Lampung juga memperkirakan tinggi maksimum pasang air laut di kawasan Pelabuhan Panjang (Bandarlampung) sekitar 1,3 m yang terjadi pada pukul 20.00- 21.00 WIB. Di kawasan PelabuHan Bakauheni (Lampung Selatan), tinggi maksimum pasang air laut adalah 0,9 m yang terjadi pada pukul 09.00-10.00 WIB dan pukul 21.00 WIB, sementara di Pulau Baai (Bengkulu) sekitar 1,2 m yang terjadi pada pukul 19.00- 20.00 WIB. Sumber : Media Indonesia.com

Lingkungan [Kebakaran Hutan (WF)]
Kebakaran Hutan:23/1/2009
PEKANBARU; Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dari beberapa titik api dan menimbulkan kabut asap yang melanda sejumlah wilayah di Riau, dan Sumatera Barat mengakibatkan provinsi ini berstatus siaga satu. Kesepakatan diberlakukannya status siaga satu dimaksudkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam mengantisipasi kabut asap yang kian memprihatinkan. Antisipasi itu dilakukan dengan menurunkan tim pemadaman yang di antaranya terdiri atas anggota dari dinas atau badan terkait dan polisi pamong praja. Status siaga itu juga telah mendorong Gubernur Riau, meminta seluruh pihak terkait segera mengatasi kebakaran hutan, dengan mengirim nota dinas ke seluruh bupati dan walikota yang ada di Riau untuk berkoordinasi dengan instansi terkait guna mengatasi terjadinya kebakaran hutan. Berdasarkan pantauan terakhir satelit NOAA 18 pada Kamis (22/1) terpantau adanya 142 titik api yang tersebar di sejumlah wilayah di Provinsi Riau. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau, mengatakan titik api yang paling banyak terdapat di Kab. Pelalawan sebanyak 80 titik api, Bengkalis (36), Indragiri Hilir (26), dan Siak (4). Kebakaran telah mengHanguskan sedikitnya 1.450 Ha hutan dan lahan dalam sepekan terakhir. Kebakaran hutan dan lahan juga terjadi di Kab. Bengkalis dengan luas sekitar 800 Ha, Dumai (300 Ha), Siak (200 Ha) dan Pelalawan (150 Ha). Sedangkan luas laHan dan hutan yang terbakar di Kuantan Singingi, Rokan Hilir, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir, hingga kini masih dalam proses penghitungan. Banyaknya titi api tersebut membuat seluruh wilayah di Riau diselimuti kabut asap, tidak terkecuali di Ibukota Provinsi Riau, Kota Pekanbaru. Hingga berita ini diturunkan, kabut asap masih menyelimuti Kota Pekanbaru sehingga langit menjadi mendung seperti akan turun hujan. BMG Kota Pekanbaru memastikan bahwa langit terlihat mendung, bukan karena akan turun hujan melainkan karena kabut asap menyelimuti hampir seluruh wilayah Kota Pekanbaru.
BUKITTINGGI; Kebakaran hutan juga terjadi di kawasan Dumai, Riau, hingga Kamis (29/1) Hari ini masih menyebabkan kabut asap di Kota Bukittinggi, Sumatra Barat. Kabut asap yang terjadi sejak pekan lalu hingga saat ini masih menyelimuti Kota Bukittinggi dan sekitarnya. Hujan yang turun dalam dua Hari terakhir belum membuat kabut asap hilang. Kabut asap di Bukittinggi diperparah dengan banyaknya pembakaran jerami sisa panen. Pembakaran jerami sisa panen bahkan dilakukan warga di sawah yang berada persis di bawah Kantor Walikota Bukittinggi. Bagi petani, membakar jerami adalah satu-satunya cara agar sawah bisa segera ditanam kembali. Sumber: Metrotvnews.com

Biologi [Epidemi (DB)]
Epidemi Demam Berdarah:29/1/2009
TEGAL; Demam berdarah (DB) menyerang puluhan anak dan bocah di bawah lima tahun atau balita di Tegal, Jateng. Setiap Hari pasien berdatangan ke rumah sakit dengan gejala demam tinggi. Hingga Kamis (29/1), ada 30 pasien yang masih dirawat di RSUD Kardinah, Kota Tegal. Kebanyakan pasien mengalami penurunan jumlah trombosit darah hingga kurang dari 150 mililiter. Angka itu jauh dari jumlah normal, yakni 150 hingga 450 mililiter. Petugas rumah sakit menyatakan, sejak awal Januari 2009, jumlah pasien demam berdarah terus meningkat. Rata-rata ada tiga hingga lima orang pasien per hari. Jumlah mereka sempat mencapai 90 orang. Belum ada laporan korban meninggal atas epidemi DB tersebut. Sumber : Media Indonesia

Sumber : PIRBA hasil kompilasi beberapa Media Lokal dan Nasional (modifikasi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Anda Peduli

Pengelola

Tukar Link


peduli bencana

Link

Blog Archive

 

Copyright © 2009 by FPBI