;

PEDULI BENCANA "SIAGA BROMO 2010"

Posko Lapangan FPBI "SIAGA BROMO 2010" Kegiatan : Kaji Cepat Kebutuhan dan Kerentanan, Shelter, Evakuasi, Trauma Healing Anak, Penerimaan dan Distribusi Logistik, Air & Sanitasi, Pembersihan Debu Vulkanik, Pemulihan & Pemberdayaan Pengungsi. Anda Peduli Pengungsi Bromo, Kab. Probolinggo, Prop. Jatim : Kirim Bantuan dan Dana ke Rek BCA 0183004392 (24 Des 2010) Terima Kasih

15.2.09

BENCANA TERKINI I1-3 Pebruari 2009

Sistim Informasi Manajemen Bencana I Periode 1-3 Pebruari 2009
GEOFISIKA [GEMPA (EQ) & LONGSOR (SL)]
GEMPA 5,5 SR:1/2/2009
MELONGUANE; Gempa bumi tektonik berkekuatan 5,5 SR mengguncang Melonguane, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) pada Minggu pukul 08:50:19 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut terjadi pada episentrum 4o72’ LU dan 127o54’ BT. Pusat gempa, menurut BMKG, berada pada 223 km timur laut Melonguane, Sulut dengan kedalaman 66 km. Sumber :Media Indonesia

LONGSOR:02/02/2009
KARANGANYAR; Sebanyak 600 warga Desa Ngegok, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, hingga Senin (2/2), masih mengungsi setelah terjadi longsor di daerah itu Jumat (30/1) malam yang menewaskan enam orang. Di daerah sekitar lokasi longsor pada hari Minggu (1/2) juga ditemukan tanah retak memanjang sekitar 200 m. Bila malam hari warga masih mengungsi ditempat-tempat saudaranya yang dipandang aman, tetapi kembali siang hari kembali kerumah masing-masing untuk menjalankan aktivitasnya seperti biasa. Dapur umum, sampai sekarang masih dikelola secara swadaya dengan menempati rumah-rumah warga yang dipandang aman. Sementara itu, di tempat terpisah di Dusun Lajer, Desa Kaliwuluh, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, hari Minggu (1/2) ditemukan areal tanah yang turun sekitar 40 centim dan mengeluarkan air. Dengan kesadaran warga sendiri, setidaknya delapan rumah yang berada didekat mata air itu dirobohkan sendiri oleh pemiliknya, karena mereka takut akan ditelan longsor. Sumber : Media Indonesia.
CILACAP; Bencana tanah longsor menerjang setidaknya 3 kecamatan di Kab. Cilacap, Jateng. Bencana longsor terjadi sepanjang Minggu (1/2) malam hingga Senin (2/2) dinihari. Longsor sempat menimbun 6 orang sehingga menyebabkan luka berat, setelah berhasil diselamatkan oleh warga. Lima di antaranya harus dirawat di RSUD Majenang, satu orang di rumahnya Selain menimbun puluhan rumah warga, longsor juga menutup akses jalan desa. Bahkan, jalan provinsi terputus dan jalan nasional sempat tertutup. Longsor terjadi di Kec. Cimanggu, Karangpucung, dan Dayeuhluhur. Di Kec. Cimanggu, longsor terjadi di sejumlah desa di antaranya Kutabima dan Negarajati. Di Desa Kutabima, longsor yang terjadi pada Minggu sekitar jam 19.00 WIB.. Inventarisasi rumah yang tertimbun masih dalam pendataan petugas. Sementara di Kec. Karangpucung, longsor melanda beberapa desa, di antaranya adalah Pamulihan dan Sidamulya. Jalan-jalan desa banyak yang tertutup, sehingga sejumlah desa terisolasi terutama kedua desa setempat. Indonesia. Amblesnya jalan itu terjadi pada Minggu malam. Hampir dalam waktu yang bersamaan, jalan nasional penghubung Wangon (Banyumas) ke Jawa Barat juga tertimbun longsor di dua titik, tepatnya di Kecamatan Cimanggu. Titik pertama di KM 67 akibat tebing yang longsor, kemudian titik kedua di KM 75+500 di sekitar hutan karet yang tertimbun lumpur. Pembersihan longsoran tersebut masih dilakukan dengan mendatangkan alat berat di sekitar lokasi. Sumber :Media
HIDROMETEOROLOGI [BANJIR (FL), ANGIN KENCANG (ST) & GELOMBANG PASANG (WV)]
BANJIR:2/2/2009
BOJONEGORO; 350 ha lahan padi di Kab. Bojonegoro terendam banjir. Hal itu, akibat air sungai Bengawan Solo sejak pagi terus meluap. Padi yang terendam rata-rata sudah berusia 20 hari, bahkan ada yang siap panen. Banjir juga mulai merendam 202 rumah, dan 3 sekolah serta 2 tempat ibadah. Lahan padi yang terendam air itu tersebar di beberapa kecamatan, di antaranya Kecamatan Ngraho (77 ha), Kapas (42 ha), Balen (20 ha), dan Kanor (143 ha). Tapi, padi akan rusak total jika banjir merendam lebih dari seminggu. Soal kerugian, pihaknya belum bisa mendatanya. Demikian pula soal bantuan benih padi nantinya bagi petani. Lantaran banjir, sejumlah warga di Ledok Wetan, Bojonegoro, Jawa Timur, Minggu mulai mengungsikan ternaknya ke tempat lebih aman. Mereka pun membuat tenda pengungsian. Masyarakat pun bersiap dengan memasukkan pasir ke karung. Nantinya karung tersebut bakal digunakan sebagai tanggul untuk menahan banjir yang semakin meninggi. Kini banjir telah merendam ratusan rumah di lima desa yaitu Ledok Wetan, Jetak, Banjarejo, Kalirejo dan Semanding. Debit air luapan sungai Bengawan Solo ini terus meninggi. Ketinggian air bertambah sekitar 15 cm. Bahkan sudah nyaris mencapai status bahaya. Sumber: Okezone.com
NGAWI; Ratusan rumah di Kel. Karangtengah, Kab. Ngawi, JaTIM, Ahad (1/2), terendam banjir akibat luapan Bengawan Solo. Ketinggian air antara setengah hingga 1 m. Air terus meninggi. Warga yang semula bertahan di rumah akhirnya mengungsi menggunakan perahu karet ke tempat lebih tinggi. Umumnya warga masih trauma dengan banjir pada 2007 silam. Sumber: Metronews
PONOROGO; Banjir menyebabkan jalur utama Ponorogo menuju Trenggalek, Jatim, terputus. Ketinggian air mencapai 1 m terutama di Kec. Jetis. Kondisi ini diperparah dengan meluapnya sungai di Kec. Sawo. Beberapa kendaraan mogok karena nekad melewati genangan air. Kemacetan panjang pun tak terelakkan. Arus lalu lintas dialihkan ke Mlarak. Warga tiga desa di Mojorejo, Bantengan dan Tegalsari mulai siaga mengantisipasi banjir. Kemungkinan banjir semakin meninggi. Pasalnya hujan hingga kini masih mengguyur wilayah tersebut.
ANGIN PUYUH:1/02/09
GOWA; Sebanyak 7 rumah warga di Kab. Gowa, Sulsel mengalami rusak berat akibat diterjang angin kencang di tengah hujan deras. Rumah tersebut mengalami rusak berat berada di wialayah Dusun Tompobalang, Desa Moncobalang, Kecamatan Barombong. Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian menyebutkan angin kencang disertai hujan deras itu terjadi saat sebagian warga sudah tidur lelap. Selain atap seng dan nipa terangkat dan terbawa angin, tembok rumah warga yang terbuat dari batu merah roboh akibat terjangan angin tersebut. Sumber : Media Indonesia
CUACA BURUK:2/2/09
JAKARTA; BMKG memperkirakan Jakarta akan terendam banjir pada awal Februari 2009, hal ini disebabkan oleh tingginya curah hujan dan naiknya ketinggian permukaan air laut.Selain curah hujan tinggi, pada awal Februari juga terjadi kenaikan permukaan air laut sehingga berpotensi menimbulkan rob di bagian utara Jakarta. Wilayah yang memiliki kerawanan banjir tinggi antara lain Kec. Cengkareng, Grogol, Petamburan, Kali Deres, Kebon Jeruk, dan Taman Sari di Jakba. Di Jakpus antara lain Cempaka Putih, Kemayoran, Menteng, Sawah Besar, Senen, dan Tanah Abang. Di Jaksel yaitu di Kebayoran Baru, Mampang Prapatan, Pasar Minggu, dan Tebet. Di Jaktim adalah di Cipayung, Ciracas, Jatinegara, Kramat Jati, Makasar, dan Pulogadung. Di Jakarta Utara antara lain Kelapa Gading, Pademangan, dan Tanjung Priok. Sedangkan Kebon Jeruk di Jakbar berpotensi menengah. Begitu juga dengan Cilandak di Jaksel, serta Koja dan Penjaringan di Jakut Namun, ia memperkirakan banjir tahun ini tak akan sebesar pada 2002 dan 2007. Banjir juga tidak disebabkan oleh hujan deras semata. Hujan sama, tapi sistem tata ruang dan drainase yang berubah juga menyebabkam banjir berbeda dari tahun ke tahun. Seluruh kawasan Jakarta dan sekitarnya, sepanjang Senin (1/2) hari ini diperkirakan akan merata diguyur hujan dengan intensitas bervariasi antara ringan, sedang hingga lebat. Sumber :Tempointeraktif.com
SURABAYA; Perairan Laut Jawa pun kondisinya juga diprediksi buruk untuk pelayaran, khususnya kapal nelayan. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maritim Tanjung Perak Surabaya tinggi gelombang di perairan laut Jawa diprediksi mencapai sekitar 0,8 m hingga 3 m. Kewenangan perijinan pemberangkatan kapal dikeluarkan oleh Syahbandar atau Adpel. Prediksi tinggi gelombang di perairan Gresik-Bawean mencapai sekitar 0,8-3 m. Ujung-Kamal mencapai sekitar 0,2-0,5 m. Sapudi-Kangean 0,8-2 m. Selat Lombok mencapai sekitar 0,5-2 m dan Ketapang-Gilimanuk sekitar 0,5-0,8 m. Sedangkan kondisi tinggi gelombang Samudera Hindia di selatan Jatim mencapai sekitar 0,8 hingga 2,5 m. Arah angin dari barat daya, barat laut dengan kecepatan sekitar 2-26 knot atau sekitar 5-48 km per jam. Sumber: Detik Surabaya.com
PADANG; Nelayan dan kapal yang akan melaut di perairan Sumbar diminta mewaspadai gelombang tinggi hingga 3 m. BMKG memperkirakan gelombang tinggi tersebut akan terjadi dua hingga tiga hari ke depan. Kecepatan angin maks 36 km/jam bertiup dari arah barat menuju barat laut, sehingga gelombang di Selat Mentawai dan Samudera Hindia di sebelah barat Mentawai mencapai 2-3 m. Temparatur udara berkisar 22 - 313 derajad celcius dan kelembaban udara rata-rata 65-96 persen. Kendati, ketinggian gelombang berpotensi dua m, namun nelayan tradisional di kawasan pantai Padang, masih terlihat beraktifitas menangkap ikan. Kondisi ini akan berlangsung sampai bulan Pebruari. Sumber : Media Indonesia
BANJIR-LONGSOR:2/2/2009
MAKASSAR; Bencana alam banjir dan longsor melanda beberapa kabupaten dan kota di Sulsel, akibat hujan deras yang mengguyur wilayah itu sejak pekan lalu. Selain menggenangi permukiman penduduk, banjir juga penyapu tanaman padi, tambak, dan kebun kakao di sejumlah daerah. Sementara itu, tanah longsor terjadi di Malino, Kabupaten Gowa, yang menewaskan 1 orang. Longsor yang terjadi di sekitar air terjun Takkapala yang dimukimi sekitar 10 KK juga menimbun 4 rumah, akses jalan di lokasi belum bisa dilewati karena tertimbun longsor. Mengantispasi terjadinya longsor susulan, warga sudah diungsikan ke Kelurahan sebelah, Kelurahan Bontodere.Sedangkan seorang lainnya dilaporkan tewas terseret banjir Sungai Pappa di Kab. Takalar. Untuk sementara, penanganan banjir tersebut ditangani Dinas Sosial di masing-masing kabupaten dan kota. Jika kondisinya semakin parah, katanya, pemerintah provinsi segera menyalurkan bantuan pangan maupun peralatan untuk evakuasi korban. Daerah paling parah dilanda banjir antara lain Kota Makassar, Gowa, Maros, Takalar, Pangkep, Jeneponto, dan Luwu Utara. BMkG wilayah IV Makassar memperkirakan hujan di wilayah Sulsel akan berlangsung hingga April 2009.
SOLO; Longsor akibat banjir Sungai Bengawan Solo di kawasan Gandekan dan Sangkrah, Solo, Jateng, makin parah. Saat ini longsoran tanah telah mencapai sekitar 1,5 m dari permukiman warga. Padahal, sebelumnya masih berkisar 1-2 m dari pemukiman warga. Warga belum berani bertindak apa-apa karena kondisi tanah masih labil. Apalagi hujan deras masih sering turun di kawasan itu. Untuk menghindari korban jiwa, warga memilih mengungsi ke lokasi lain yang dianggap aman. Mereka juga berharap pemerintah kota setempat segera memperbaiki talud Kali Pepe yang ambrol sehingga tidak lagi mengancam keselamatan warga. Sumber : Media Indonesia
PURWOKERTO; Sedikitnya 19 rumah hancur akibat longsor yang terjadi di sejumlah desa di Kecamatan Gumelar, Banyumas, Jawa Tengah (Jateng), Minggu (1/2). Sementara banjir masih terjadi di beberapa kecamatan di Kebumen dan Cilacap. Longsor yang terjadi di Gumelar menerjang tiga desa yakni Cihonje, Tlaga dan Paningkaban. Potensi longsor dapat terjadi di sejumlah titik. Selain itu, ada puluhan rumah yang terancam longsor. Beberapa jalan desa yang tertutup longsor di antaranya antara Gumelar dengan Karangbawang dan jalan Desa Samudra dengan Winduaji. Jalan-jalan tersebut tertimpa tanah longsor setinggi sekitar 1 m serta ada jalan desa yang amblas. Sedangkan sawah yang terendam di Kuwarasan mencapai 402 ha dan di Adimulya mencapai 335 ha. Sumber : Media Indonesia
BIOLOGI [EPIDEMI DBD (BO)]
DEMAM BERDARAH:1/2/2009
CIAMIS; Tingginya ancaman wabah demam berdarah kian meningkatkan kewaspadaan warga Ciamis, Jabar. Pasalnya, belum lama ini, dikabarkan kalau penderita DBD selama Januari mencapai 89 kasus. Tiga di antaranya meninggal. Kesadaran masyarakt Ciamis masih dirasa kurang. Karena pada tahun sebelumnya tercatat 555 kasus DBD dengan korban jiwa sebanyak empat orang. Faktor lain yang membuat DBD semakin membahayakan, yaitu peningkatan curah hujan di wilayah tersebut. Guna mengatasi persoalan tersebut, Dinas Kesehatan setempat semakin gencar menyosialisasikan bahaya DBD kepada masyarakat, termasuk ke sejumlah sekolah. Sementara itu, pengasapan tetap dilakukan pada tempat-tempat yang telah terkena kasus DBD. Sumber : Liputan6.com.
Sumber : PIRBA dan kompilasi berbagai media (modifikasi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Anda Peduli

Pengelola

Tukar Link


peduli bencana

Link

Blog Archive

 

Copyright © 2009 by FPBI