;

PEDULI BENCANA "SIAGA BROMO 2010"

Posko Lapangan FPBI "SIAGA BROMO 2010" Kegiatan : Kaji Cepat Kebutuhan dan Kerentanan, Shelter, Evakuasi, Trauma Healing Anak, Penerimaan dan Distribusi Logistik, Air & Sanitasi, Pembersihan Debu Vulkanik, Pemulihan & Pemberdayaan Pengungsi. Anda Peduli Pengungsi Bromo, Kab. Probolinggo, Prop. Jatim : Kirim Bantuan dan Dana ke Rek BCA 0183004392 (24 Des 2010) Terima Kasih

24.2.09

BENCANA TERKINI I 14-17 Pebruari 2009

Sistim Informasi Manajemen Bencana I Periode 14-17 Pebruari 2009

GEOFISIKA [GEMPA (EQ) & LONGSOR (SL)]
GEMPA 7,4 SR:12/2/2009

MELONGUANE; Gempa berkekuatan besar dilaporkan mengguncang daerah utara pulau Sulawesi pada hari kamis (12/2) dini hari pukul 01.34 waktu setempat (00.34 WIB). USGS (badan geologi AS) menyatakan gempa tersebut berkekuatan 7.5 sedangkan BMG mencatat gempa berkekuaan 7.4 SR.
Gempa yang pusatnya dangkal tersebut, sekitar 10 km dibawah laut, getarannya dirasakan sangat kuat oleh warga di Melonguane – kabupatan kepulauan Talaud. Terdapat 13 kecamatan yang dilaporkan terkena dampak di Talaud, diantaranya adalah Kabaruan, Melongguane, Melongguane Timur, Lirung, Beo, Beo Utara, Beo Selatan, Kolongan, Pulutan, Damau, Salibabu, Moronge dan Essang. BMG pada awalnya mengeluarkan peringatan tsunami lokal, berdasarkan kekuatan gempa dan pusat gempa yang dangkal. Namun peringatan tersebut dicabut sekitar satu jam kemudian. Pusat Peringatan Tsunami wilayah Pasifik milik AS menyatakan tidak ada ancaman perluasan tsunami yang merusak. Laporan resmi dari pemerintah setempat menyatakan 1 korban meninggal (akibat shock gempa susulan), 10 luka berat dan 64 luka ringan. BNPB melaporkan 6.100 penduduk menderita serta mengungsi di bukit-bukit, di kebun dan di tenda-tenda darurat yang tersebar di 3 pulau besar utama (Karakelong, Salababu dan Kabaruang). Sampai dengan Senin (16/2), sejumlah 13 kecamatan telah melaporkan daerahnya terkena dampak gempa, hasilnya 645 rumah rusak berat, 439 rusak sedang, 336 rusak ringan tidak termasuk kerusakan 17 rumah ibadah, 17 sekolah, dan 14 fasilitas umum yang lain (termasuk RSUD). Kerugian material diperkirakan sekitar 19.9 miliar rupiah. Jaringan listrik telah kembali normal meskipun komunikasi masih terganggu.Bupati Talaud, Ely Lasut, telah menyampaikan bantuan tunai untuk sekitar 250 penduduk di Melonguane yang terkena dampak gempa. Bantuan tunai sebesar 500 ribu rupiah diberikan kepada mereka yang rumahnya rusak berat sedangkan bantuan sebesar 250 ribu rupiah diberikan kepada pemilik rumah yang rusak ringan.Satlak PB Talaud telah mengavakuasi korban gempa dan mendirikan tenda darurat di lokasi yang lebih aman selain juga menyediakan bantuan makanan, minuman dan bantuan medis. Pemerintah Propinsi Sulut menggunakan pesawat kecil CN 235 milik TNI AU untuk melakukan kunjungan lapangan serta mendistribusikan bantuan darurat. Pemprop juga telah memberikan bantuan sebesar 500 juta rupiah untuk membantu pemkab Talaud. Personil TNI AU tiba di Melonguane pada hari Minggu (15/2) dengan komposisi 3 dokter dan beberapa paramedis dilengkapi juga dengan bantuan stok obat-obatan. Bantuan logistik dari berbagai sumber telah diberikan kepada para korban gempa di pulau-pulau Karakelang, Salababu adn Kabaruan pada hari Sabtu. Paket bantuan ini dalam bentuan 2.5 ton beras, 400 kardus mi instan, 100 kardus biskuit, 50 dus family kits, 100 perlengkapan dapur, 200 kaos, 200 baju daster, 60 terpal 90 paket makanan tambahan untuk bayi, 10 tenda peleton dan 1 paket alat komunikasi. Menurut PMI Sulut, kebutuhan mendesak yang masih diperlukan adalah makanan siap saji, selimut, terpal, hygiene kit, family kit, tenda peleton, obat-obatan dan bantuan uang tunai untuk biaya operasional. Akses transportasi saat ini dilaporkan masih menjadi tantangan terbesar disamping kondisi geografis daerah yang terkena gempa. Musim gelombang tinggi yang saat ini terjadi sempat melumpukan pengiriman bantuan dari luar kepada korban gempa yang membutuhkan. Kondisi yang memprihatinkan dan keterbatasan di lokasi pengungsian (termasuk kurangnya terpal) akan menjadi ancaman potensial bagi status kesehatan korban gempa. Saat ini, curah hujan yang tinggi juga berpengaruh memperburuk kondisi mereka. Menurut Liputan 6. harga bahan bangunan dan makanan di Talaud saat ini melambung. Permintaan yang tinggi pada barang-barang tersebut dibandingkan dengan persediaan lokal yang sangat tergantung pada aktivitas pelayaran dari luar merupakan kontributor meningkatnya harga lokal. Situasi Saat ini memperlihatkan paket bantuan dari pemprop Sulut bagi korban gempa akhirnya sampai pada hari Minggu petang melalui jalur laut di pelabuhan Melonguane. Pengiriman tersebut termasuk diantaranya adalah ratusan paket makanan instan, pakaian, selimut dan family kit. Satu paket yang lain telah tiba sebelumnya melalui transportasi udara. Pemerintah setempat menghimbau kepada warga untuk kembali ke rumah-rumah mereka untuk alasan resiko kesehatan jika mereka tetap tinggal di lokasi pengungsian untuk waktu yang lebih lama. Akibat kurangnya fasilitas kesehatan dan medis di Talaud, evakuasi beberapa pasien yang membutuhkan perawatan medis segera harus dilakukan dengan pesawat ke rumah sakit di Manado. Sumber : Liputan6(1)(2), Tempo Interaktif, PMI Update Report, MetroTV, Indosiar,
LONGSOR:14/2/2009
SLEMAN: Longsor kembali terjadi pada 14 Februari 2009 di Kab. Sleman. Terdapat 271 KK yang dilaporkan terancam longsor di kecamatan Prambanan menyusul insiden longsor sebanyak dua kali dalam tiga hari terakhir di lokasi tersebut. Menurut Kompas, terdapat 8 dusun di 4 desa, yaitu Gayamharjo, Wukirharjo, Sambirejo dan Sumberharjo, yang dinyatakan sebagai daerah rawan longsor. Saat ini, pemerintah kabupaten Sleman belum melihat urgensi evakuasi bagi warga dengan pertimbangan skala dan tingkat kerusakan dari longsor yang terjadi. Longsor telah memutuskan akses alternatif penghubung Yogyakarta – Klaten di desa Wukirharjo dan merusak dua rumah di desa Gayamharjo. Sumber : Kompas.
BANJARNEGARA: Menyusul di Banjarnegara terjadi juga longsor 15 Februari 2009. Sejumlah 163 rumah dari 8 kecamatan, yaitu Mandiraja, Bawang, Banjarmangu, Madukara, Pagentan, Punggelan, Kalibening dan Pandanarum saat ini terancam longsor karena terletak di lokasi yang tanahnya tidak stabil. Warga setempat mendesak pemerintah untuk segera merelokasi pemukiman mereka. Saat ini, di dusun Gumelar di kecamatan Pagentan, 34 keluarga yang rumahnya rusak harus mengungsi di rumah tetangganya, takut akan longsor susulan. Selama curah hujan masih tinggi, aktivitas geologis dilaporkan semakin parah dimana selama Desember – Januari jumlah rumah sejumlah rumah telah roboh akibat longsor. Pada tahun 2006, longsor di desa Sijeruk – kecamatan Banjarmangu mengakibatkan korban meninggal 76 orang. Sumber : Antara
PASURUAN: Kawasan pegunungan Bromo, Kab. Pasuruan pada Senin,17 Februari 2009 mengalami longsor di 5 titik, akibat hujan deras yang mengguyur wilayah wisata tersebut. Tidak ada korban dalam kejadian ini. Namun sempat mengisolasi kota Tosari yang dipicu oleh tertutupnya akses penghubung Pasuruan – Tosari. Setidaknya 4 rumah warga rusak tertutup reruntuhan longsor. Pemerintah kabupaten Pasuruan telah menurunkan peralatan berat untuk membantu masyarakat setempat menyingkirkan longsoran sehingga akses jalan bisa kembali normal. Sumber : Kompas.
LETUSAN GUNUNGAPI:17/2/2009
LUMAJANG: Aktivitas vulkanis gunung Semeru dilaporkan telah mengalami peningkatan sejak dua pekan terakhir, menurut media. Turunnya interval letusan yang diperkirakan karena penambahan supplai magma dikhawatirkan akan membuat letusan yang hebat yang ditunjukkan dengan awan panas dan lava panas. Saat ini, gunung Semeru meletus sebanyak 50 kali perhari dimana pada kondisi normal bisa sampai 100-120 letusan per hari. Karakter unik dari gunung Semeru adalah jika aktivitas letusannya rendah berarti ancamannya akan semakin tinggi. Sumber : BNPB

HIDROMETEOROLOGI [BANJIR (FL), ANGIN KENCANG (ST) & GELOMBANG PASANG (WV)]
PUTTING BELIUNG (ST)
BREBES: Pada Sabtu,15 Februari 2009Sejumlah 30 rumah di desa Kecipir kecamatan Losari, termasuk 3 diantaranya rata dengan tanah, menyusul insiden angin puting beliung yang terjadi. Meskipun tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, insiden tersebut menyebabkan kerugian material ratusan juta rupiah. Masyarakat setempat saat ini masih waspada terhadap serangan angin puting beliung susulan.
BANJIR (FL)
CIAMIS:Sedikitnya 365 hektar tanaman padi di wilayah Ciamis selatan seperti Kecamatan Padaherang, Kalipucang dan sekitaranya yang beberapa waktu lalu terendam banjir, dipastikan puso. Sampai saat ini, beberapa lokasi seperti wilayah Tunggilis, Kec. Kalipucang air juga masih menggenangi areal sawah yang posisinya lebih rendah dibandingkan permukaan Sungai Citanduy. Sementara itu banjir yang terjadi sejak awal bulan Februari lalu, setidaknya telah merusak 885 hektar sawah yang tersebar di 10 kecamatan di Ciamis selatan.Guna mengurangi beban petani korban banjir, Pemkab Ciamis melalui Dinas Pertanian telah menyiapkan bantuan berupa benih padi unggul. Untuk setiap hektar disediakan benih sebanyak 25 kg. Selain dari pemkab, juga ada bantuan yang berasal dari pusat Cadangan Benih Nasional.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Anda Peduli

Pengelola

Tukar Link


peduli bencana

Link

Blog Archive

 

Copyright © 2009 by FPBI