;

PEDULI BENCANA "SIAGA BROMO 2010"

Posko Lapangan FPBI "SIAGA BROMO 2010" Kegiatan : Kaji Cepat Kebutuhan dan Kerentanan, Shelter, Evakuasi, Trauma Healing Anak, Penerimaan dan Distribusi Logistik, Air & Sanitasi, Pembersihan Debu Vulkanik, Pemulihan & Pemberdayaan Pengungsi. Anda Peduli Pengungsi Bromo, Kab. Probolinggo, Prop. Jatim : Kirim Bantuan dan Dana ke Rek BCA 0183004392 (24 Des 2010) Terima Kasih

18.2.09

BENCANA TERKINI I 4-5 Pebruari 2009

Sistim Informasi Manajemen Bencana I 4-5 Pebruari 2009
Longsor, Kabupaten Jember – Propinsi Jawa Timur: Sejumlah 13 rumah rusak menyusul insiden longsor susulan di desa Pace, kecamatan Silo – Jember pada hari Rabu (04/02). Longsor yang dipicu oleh hujan deras sebelumnya memaksa sekitar 31 orang dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Sebelumnya, lokasi longsor yang terletak di bawah bukit telah dilanda banjir bandang pada awal Januari tahun ini. Tidak korban jiwa tercatat dari insiden ini.
Longsor, Kabupaten Lebak – Propinsi Banten: Satu orang meninggal dari enam orang yang tertimbun longsor di kampung Bojong Sarung desa Lebak Gedong pada Kamis (05/02) sore. Ketika itu para petani sedang berteduh dari hujan dalam perjalanan pulang saat gelontoran longsor menimbun mereka. Proses evakuasi dilakukan oleh kepolisian setempat dan koramil dengan peralatan sederhana seadanya. Sementara itu, longsoran juga memutuskan akses jalan raya menghubungkan Citorek – Lebak Gedong sepanjang 40 meter karena timbunan longsor setinggi 2 meter.
Longsor, Kabupaten Jember – Propinsi Jawa Timur: Sejumlah 13 rumah rusak menyusul insiden longsor susulan di desa Pace, kecamatan Silo – Jember pada hari Rabu (04/02). Longsor yang dipicu oleh hujan deras sebelumnya memaksa sekitar 31 orang dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Sebelumnya, lokasi longsor yang terletak di bawah bukit telah dilanda banjir bandang pada awal Januari tahun ini. Tidak korban jiwa tercatat dari insiden ini.
Longsor, Kabupaten Lebak – Propinsi Banten: Satu orang meninggal dari enam orang yang tertimbun longsor di kampung Bojong Sarung desa Lebak Gedong pada Kamis (05/02) sore. Ketika itu para petani sedang berteduh dari hujan dalam perjalanan pulang saat gelontoran longsor menimbun mereka. Proses evakuasi dilakukan oleh kepolisian setempat dan koramil dengan peralatan sederhana seadanya. Sementara itu, longsoran juga memutuskan akses jalan raya menghubungkan Citorek – Lebak Gedong sepanjang 40 meter karena timbunan longsor setinggi 2 meter.
Banjir, Kabupaten Subang – Propinsi Jawa Barat: Tiga desa yaitu Muara, Sindanglaut, dan Tanjungtiga yang terletak di kecamatan Blanakan telah dilanda banjir lagi pada hari Rabu (04/02). Genangan banjir dalam berbagai ketinggian, 20-50 cm, menggenangi daerah pemukiman, persawahan serta tambak. Kerugian material disebabkan oleh insiden ini mencapai ratusan juta rupiah. Namun demikian, tidak ada pengungsian dilaporkan terjadi. Bantuan makanan telah diberikan oleh pemerintah daerah setempat.
Banjir, Kabupaten Pandeglang – Propinsi Banten: Cuaca buruk saat ini ditambah dengan aktivitas gelombang tinggi telah memicu banjir di tujuh desa di kecamatan Patia mulai hari Rabu (04/02). Ratusan rumah dilaporkan terendam dan ratusan hektar sawah terancam gagal panen akibat genangan air. Selain itu, genangan banjir juga telah memutuskan akses transportasi darat antar desa. Sampai dengan saat ini, para korban banjir belum mengungsi, hanya berharap untuk mendapatkan bantuan.
Banjir, Surakarta (Solo) – Propinsi Jawa Tengah: Satu lagi tanggul sungai Bengawan Solo di Pajang – Laweyan dilaporkan jebol dan mengancam belasan rumah di sekitarnya longsor. Sistem peringatan dini (EWS) yang terletak di Kampung Sewu tidak berfungsi dengan baik untuk memperingatkan masyarakat saat banjir mulai melanda daerah mereka. Akibatnya, warga terlambat mengungsi. Menurut PT Jasa Tirta, tidak berfungsinya EWS murni karena permasalahan teknis, yaitu air aki habis dan korsleting.
Banjir, Kabupaten Pati – Propinsi Jawa Tengah: Banjir susulan dilaporkan telah melanda bagian daerah kabupaten Pati pada hari Kamis (05/02) pagi. Genangan air setinggi 70-150 cm menenggelamkan ratusan rumah dan persawahan. Hujan deras akhir akhir ini merupakan pemicu meluapnya sungai Juwana ditambah dengan air kiriman dari gunung Muria (daerah hulu) menenggelamkan desa-desa disekitarnya, yaitu Kosen dan Banjarsari (kecamatan Gabus), Karangwo dan Ngasoredjo (kecamatan Jatenan), dan beberapa desa di kecamatan Sukolilo. Lebih jauh lagi, akses jalan di desa yang terkena banjir tersebut juga terputus.
Banjir, Kabupaten Lamongan – Propinsi Jawa Timur: Sejumlah empat kecamatan di Lamongan yaitu Laren, Babat, Glagah dan Kalitengah serta setidaknya 8 desa-desa, dilaporkan kebanjiran. Diantara daerah yang terkena banjir, kecamatan Laren merupakan yang terparah dinilai dari jumlah rumah yang terendam dan jumlah korban banjir. Banjir telah memberikan dampak bagi 1.878 warga. Sejumlah 472 rumah, 123 hektar palawija dan 4 hektar sawah telah terendam banjir. Pemerintah setempat telah mendistribusikan 1 ton beras dan 175 paket kebutuhan pokok kepada korban banjir di kecamatan Babat, sejumlah 1,105 ton beras dan 230 paket kebutuhan pokok bagi korban banjir di Laren, 60 kg beras dan 13 paket kebutuhan pokok di Glagah and di Karangbinangun sebesar 260 kg beras dan 54 paket kebutuhan pokok. Selain itu, pemerintah juga mengirimkan material (8.900 karung plastik, 70 lembar gedek, 90 batang kayu, 40 kg kawat dan 14 terpal) untuk mencegah meluasnya daerah banjir.
Banjir, Kabupaten Sragen – Propinsi Jawa Tengah: Dinas Pertanian Kabupaten Sragen mencatat 6.000 hektar lahan persawahan telah terendam dan terancam gagal panen. Diperkirakan kerugian mencapai 18 miliar rupiah dari sektor pertanian akibat dari banjir ini. Daerah korban banjir yang teridentifikasi adalah kecamatan Masaran, Plupuh, Tanon dan Sidoarjo. Sampai saat ini, pemkab telah mengajukan permintaan bantuan benih padi dan pupuk dari Departemen Pertanian. Menurut proposal tersebut, setiap petani akan mendapatkan 25 kg benih padi dan 100 kg pupuk.
Banjir, Kabupaten Lumajang – Propinsi Jawa Timur: Untuk respon dampak banjir, Satlak kabupaten Lumajang memberikan bantuan logistik dalam bentuk 1.767 paket sembako senilai 100 juta rupiah untuk korban banjir di empat kecamatan. Saat ini, banjir dilaporkan meluas ke dua desa tetangga dari sebelumnya ada lima desa di kecamatan Rowokangkung yang terkena banjir.
Banjir, Kabupaten Karawang – Propinsi Jawa Barat: Per hari Kamis (05/02), dua desa di kecamatan Rengasdengklok yaitu Kertasari dan Kalasari masih terendam dan banjir diramalkan masih akan meninggi. Lokasi banjir tersebut memang terletak di daerah rendah sehingga banjir telah menjadi insiden tahunan.
Banjir, Kabupaten Bojonegoro – Propinsi Jawa Timur: Perkiraan kerugian banjir di Bojonegoro mencapai 35.5 miliar rupiah dari setidaknya 15 kecamatan yang terkena banjir. Banjir selama 4 hari yang melanda sebagian dari Bojonegoro sempat merendam banyak rumah, sawah, infrastruktur jalan, rumah ibadah dan fasilitas umum. Pemerintah daerah setempat masih terus melakukan pendataan mengenai kerugian material selain juga melakukan koordinasi dengan pemerintah propinsi Jawa Timur dan pemerintah pusat untuk mengatasi dampak banjir. Pemerintah masih terus mendisitribusikan bantuan darurat kepada para korban banjir. Sejumlah 6 desa dilaporkan masih dalam isolasi karena terputusnya akses, yaitu desa Kalisari, Tanggungan, Lebaksari, Kadungrejo, Karangdayu, dan Pomahan yang terletak di kecamatan Baureno. Ketiadaan tanggul sungai di daerah terdampak tersebut telah menyebabkan wilayahnya tidak dapat terakses akibat genangan tinggi.
Gelombang Tinggi, Kota Ambon – Propinsi Maluku: Cuaca buruk disertai dengan gelombang pasang telah berlangsung selama sepekan di perairan Maluku. Ratusan rumah yang terletak di wilayah pesisir, secara administratif termasuk dalam desa Batu Merah dan Waihaoing telah terendam. Untuk skenario yang lebih parah, penduduk sudah bersiap untuk mengungsi. Menurut BMKG, kondisi saat ini (cuaca buruk) berkaitan dengan adanya siklom Low di teluk Carpetaria Australia yang menimbulkan gelombang tinggi di perairan Maluku.
Banjir, Kabupaten Sukoharjo – Propinsi Jawa Tengah: Banjir yang mulai melanda pada 31 Januari lalu telah menyengsarakan penduduk di 30 desa dalam 6 kecamatan di Sukoharjo, yaitu Gatak, Grogol, Baki, Mojolaban, Polokarto dan Kartasura. Menurut media, terdapat lebih daru 22.000 dilaporkan terkena dampak dari banjir kali ini di Sukoharjo. Kerugian material disebabkan oleh banjir di kabupaten Sukoharjo diperkirakan mencapai 1.8 miliar rupiah. Dampak kerusakan yang dikorfirmasikan oleh pemerintah setempat termasuk diantaranya yaitu 4 tanggul sungai jebol, 3 talut rusak, 360 hektar sawah terendam dan sejumlah 5.509 rumah terendam. Menurut pernyataan staf pemerintahan yang dilansir di media, dampak banjir ini masih lebih baik daripaad banjir tahun lalu karena banjir saat ini hanya berupa genangan air akibat curah hujan tinggi yang menyebabkan sungai yang ada meluap.
Banjir, Jakarta Timur – DKI Jakarta: Sejumlah 370 warga saat ini masih mengungsi di penampungan yang berlokasi di gedung bioskop Nusantara – Jatinegara karena rumah mereka masih terendam banjir. Menurut pengungsi, bantuan darurat yang diberikan baik oleh pemerintah maupun oleh PMI telah secara cukup memenuhi kebutuhan mereka. PMI dan pihak-pihak lain telah menyediakan bantuan nasi bungkus, diberikan 2-3 kali per hari dimana pembagiannya dengan menggunakan sistem kupon. Bantuan air bersih juga diberikan oleh PT Aertra Jakarta bagi para pengungsi untuk kebutuhan mereka sehari-hari. Stok obat-obatan masih cukup tersedia di puskesmas setempat. Menurut catatan Puskesmas, sudah ada 23 orang yang dilaporkan mendapatkan perawatan medis akibat sakit perut dan gatal-gatal.
Banjir, Kabupaten Bandung – Propinsi Jawa Barat: Banjir susulan dilaporkan kembali melanda Baleendah dan Dayeuhkolot akibat meluapnya sungai Citarum pada Rabu (04/02) lalu dipicu oleh hujan deras yang mengguyur daerah hulu dalam dua hari terakhir. Ratusan warga telah terdampak dengan terendamnya rumah mereka. Di kecamatan Baleendah, sejumlah warga telah bersiap untuk mengevakuasi barang-barang mereka ke lokasi yang lebih tinggi. Tim tanggap darurat di kecamatan yang terkena banjir juga telah bersiaga. Dua kecamatan ini memang telah teridentifikasi sebagai daerah rawan banjir yang merupakan wilayah prioritas mitigasi banjir di kabupaten Bandung. Karena hujan diprediksi akan mencapai puncaknya pada bulan ini, banjir susulan masih berpotensi untuk kembali terjadi. Daerah lain yang berpotensi terkena dampak untuk banjir lebih besar yaitu kecamatan Majalaya, Rancaekek, Cikancung dan Solokanjeruk.
DBD dan Diare, Jakarta Utara – DKI Jakarta: Penyakit berkaitan dengan air dilaporkan mulai muncul di Jakarta Utara, disinyalir merupakan dampak lanjutan dari banjir yang melanda Jakarta beberapa waktu lalu. Media melaporkan 101 pasien mendapat perawatan di rumah sakit akibat DBD dan diare. Sejumlah pasien mendapatkan perawatan medis sejak Senin (02/02) lalu. Jumlah pasien diprediksi masih akan terus meningkat karena curah hujan masih akan tinggi di beberapa hari kedepan.
Puting Beliung, Kota Palu – Propinsi Sulawesi Tengah: Sejumlah 200 rumah rusak dalam berbagai tingkatan setelah puting beliung menyerang lima desa di kecamatan Siniu pada Kamis (05/02). Desa yang terkena dampak tersebut adalah Avolua, Marantale, Tandiagi, Silayo dan Toraranga. Menurut Antara (dirilis oleh Republika), desa yang terkena dampak paling parah adalah Marantale dimana lebih dari 2.000 penduduk tinggal disana. Insiden tersebut telah memaksa puluhan penduduk untuk mengungsi ke rumah famili atau tetangga meerka karena rumah mereka sendiri rusak berat. Banyakny pohon yang tumbang sempat menutup akses jalan Trans-Sulawesi selama lebih dari dua jam.
Puting Beliung, Kabupaten Takalar – Propinsi Sulawesi Selatan: Puting beliung juga dilaporkan melanda wilayah dari kecamatan Polongbangkeng Selatan (PolSel), Pattallassang dan Polongbangkeng Utara (Polut). Akibatnya 54 rumah rusak. Puting beliung disertai dengan hujan deras melanda tempat ini pada pukul 01.30 dini hari saat sebagian besar penduduk sedang tidur.
Pengungsi Rohingya “Manusia Perahu”: Sekelompok suku etnik Rohingya ditemukan terhanyut di perairan Indonesia oleh patroli AL dan nelayan di Aceh. Insiden ini merupakan yang kedua kalinya dimana kelompok Rohingnya ditemukan di Indonesia sejak Januari 2009. Sekitar 198 orang Rohingya, mengaku telah terapung selama 3 minggu di atas perahu bermesin rusak. Awalnya ada 220 orang yang dilepaskan oleh AL Thailand namun selama perjalanan beberapa dari mereka tidak dapat bertahan hidup. Sejumlah 68 orang dari 198 yang ditemukan, mendapatkan perawatan di rumah sakit setempat akibat dehidrasi hebat dan menderita kelaparan sementara beberapa dari mereka menunjukkan bekas luka-luka akibat penganiayaan, menurut dugaan dilakukan oleh tentara Thailand. Menurut salah satu korban yang selamat, mereka tertangkap tentara Thailand bersama dengan 1.000 Rohingya yang lain. Mereka dibawa ke satu pulau dan tinggal disana selama dua bulan sebelum mereka dibuang ke laut dengan perahu kayu tanpa mesin, makanan dan air. Selama perjalanan tersebut, sebanyak 22 orang meninggal karena tidak adanya makanan dan air. Hampir setiap hari seseorang meninggal. Saat ini dua kelompok pengungsi Rohingya ditampung di markas AL di Sabang (kelompok pertama) dan kelompok yang kedua ditampung di kantor kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur. PMI di tingkat propinsi (NAD) dan PMI di kabupaten terus memberikan bantuan kepada pengungsi di lokasi penampungan tersebut dalam bentuk makanan. Muhammadiyah, organisasi Islam terbesar kedua di Indonesia, mendesak Jakarta (pemerintah pusat) untuk melakukan pendekatan yang bijaksana dalam menangani permasalahan pengungsi muslim Rohingya tersebut. Mereka juga mengatakan akan berkomitmen untuk membantu jika pemerintah tidak dapat memberikan bantuan.
Sumber :Oxfam GB, kompilasi berbagai media.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Anda Peduli

Pengelola

Tukar Link


peduli bencana

Link

Blog Archive

 

Copyright © 2009 by FPBI