;

PEDULI BENCANA "SIAGA BROMO 2010"

Posko Lapangan FPBI "SIAGA BROMO 2010" Kegiatan : Kaji Cepat Kebutuhan dan Kerentanan, Shelter, Evakuasi, Trauma Healing Anak, Penerimaan dan Distribusi Logistik, Air & Sanitasi, Pembersihan Debu Vulkanik, Pemulihan & Pemberdayaan Pengungsi. Anda Peduli Pengungsi Bromo, Kab. Probolinggo, Prop. Jatim : Kirim Bantuan dan Dana ke Rek BCA 0183004392 (24 Des 2010) Terima Kasih
Tampilkan postingan dengan label Bencana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bencana. Tampilkan semua postingan

28.3.09

Tragedi Situ Gintung

Hujan deras di daerah wisata air Situ Gintung, Ciputat yang terjadi sejak malam jumat (27/03/09) hingga pukul 02.30 WIB dini hari telah membuat Subuh jadi kelabu bagi penduduk yang tinggal di bawahnya. Tanggul yang diketahui mulai rapuh sejak jam 12.00 WIB akhirnya jam 05.30 WIB jebol dan menimbulkan banjir bandang yang menghanyutkan puluhan rumah dan menenggelamkan ratusan rumah di wilayah Kecamatan Cirendeu. Tragisnya juga menimbulkan korban meninggal mencapai lebih dari 100 jiwa, Kepanikan dan suasana kesedihan menyelimuti Cirendeu
Masyarakat dan relawan, dibantu Tim SAR, TNI dan POLRI saat ini masih terus melakukan pencarian dan penyelamatan. Pemerintah Pusat, Pemprop DKI Jakarta dan Pemprop Banten telah memberikan bantuan dan menjanjikan akan mengganti seluruh kerusakan dan kerugian korban. Pengobatan bagi korban diberikan secara gratis di berbagai rumah sakit terdekat. Posko Utama ditempatkan di Kampus A, Univ. Muhammadiyah Jakarta. Arus liar yang memasuki Kali Pesanggrahan juga menimbulkan banjir bagi rumah-rumah penduduk di sekitarnya. Bantuan mendesak yang dibutuhkan perahu karet, makanan, dan pelayanan kesehatan, di samping itu tidak kalah pentingnya penanganan psikis korban selamat terutama bagi manula, wanita dan anak-anak. Sumber : BNPB dan Metro TV
»»  read more

1.3.09

TANGGUL SEMAMBUNG JEBOL I Banjir Bojonegoro

Tanggul Jebol I Banjir Bojonegoro
Upaya warga mempertahankan tanggul DAS bengawan Solo di sebelah barat Desa Semambung, Kec. Kanor sia-sia, karena yang jebol ternyata sebelah timur desa. Warga yang berada di atas tanggul berteriak-teriak agar warga segera menyelamatkan diri karena arus sangat deras.
Arus deras telah menghanyutkan 2 rumah warga, yaitu milik mantan Kades (Mushadi, 70 thn) dan rumah Wahid Mukhsin (35 thn) untuk keduakalinya hanyut. Rumah Wahid juga hanyut pada banjir tahun 2007 lalu. Gedung madrasah rusak di beberapa bagian dan potensi roboh, sehingga warga yang tinggal di sekitarnya harus di evakuasi. Di samping 10 kk juga segera dievakuasi karena rumahnya juga terancam hanyut. Sampai saat ini warga belum menerima bantuan maupun peralatan berupa perahu untuk evakuasi. Banjir kali ini mirip dengan tahun 2008, ratusan rumah tenggelam dan ribuan warga harus mengungsi. Hal ini nampak juga di Desa Pilang, banjir telah merendam 520 rumah warga dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter.
Baureno juga terdampak banjir, banyak warga tidak dapat melakukan aktifitasnya. Mereka sudah 3 hari ini tidak bisa memasak karena tidak mempunyai bahan bakar minmyak dan lauk pauk. Apabila pembaca peduli maka diharapkan untuk menghubungi Sdr. Budi (HP 081331877373) atau ke FPBI dengan kontak person Adjie (HP 081234542038 atau email : fpbi.peduli@gmail.com ).
Seolah efek domino, banjir terus menerjang wilayah di sepanjang aliran DAS Bengawan Solo yang tak terkendali. Tanggul jebol juga terjadi di Desa Babat, Kec. Babat, Kab. Lamongan yang awalnya juga dipertahankan dengan sekuat tenaga. Derasnya arus telah memaksa warga satu RT, yang terdiri atas 75 KK untuk mengungsi. Desa tetangganya juga mulai terndam banjir, yaitu di Desa Bedahan, Babat.
Sebelumnya di wilayah Kabupaten Tuban, genangan air terus meluas dengan menenggelamkan 7 desa (Widang, Ngadipuro, Patihan, Tegalsari, Tegalrejo, Kedungharjo, dan Simorejo) dan saat ini bertambah Desa Banjar juga mulai tenggelam. Walaupun Pemkab setempat sudah menyediakan tempat pengungsian dan tenda cadngan serta perahu karet di Dusun Poncol, Widang tetapi warga memilih bertahan dirumahnya dengan membuat panggung. Rumah yang tenggelam mencapai 1.082 rumah.
Di bagian hilir, tepatnya di Kecamatan Bungah, Kab. Gresik juga tidak kalah mengerikan nampak banjir meluas karena banyak tanggul yang jebol, padahal sebelumnya sudah diperbaiki. Tanggul jebol mencapai 26 km, dan saat ini belum bisa diperbaiki karena arus dan ketinggian air yang cukup siginifikan. Infrastruktur juga terancam, jalan jalur pantura tergenang mencapai ketinggian 40 cm walaupun masih bisa dilewati oleh kendaraan. 1.528 rumah di Kec. Bungah telah tenggelam sejak kemarin, di tambah 10 tempat ibadah, 4 sekolahan, dan 227 ha sawah nyaris puso. Kondisi terparah dialami warga di Desa Sukowati, Meliran, Mojopuro Wetan dan Mojopuro Gede. Bahkan ada 3 dusun di Desa Mojopuro Gede yang ketinggian airnya mencapai 1,5 sampai 2 meter. Warga tetap bertahan di rumah masing-masing.Sumber : Jawa Pos
»»  read more

28.2.09

KOTA MULAI TERENDAM I Banjir Bojonegoro

Bojonegoro - Luapan banjir di Kota Bojonegoro saat ini mencapai 15.40 peilschall sekitar pukul 08.00 WIB, Jumat (27/2/2009). Kondisi ini membuat air masuk ke jalan-jalan di Kota Bojonegoro. Salah satunya Jalan Lettu Suyitno Kecamatan Kota yang ketinggian air mencapai 30cm-50cm.
Akibatnya jalan sepanjang 1 Km ditutup oleh warga. Hal ini karena jalur yang menuju Kota Tuban rawan dan warga khawatir selain air, lumpur juga akan masuk ke rumah. Sebab ketinggian di rumah-rumah warga di sepanjang jalan itu sudah mencapai dada orang dewasa.Koordinator Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (PBSDA) Sungai Bengawan Solo PU Jatim di Bojonegoro Mulyono mengatakan saat ini air tidak bisa mengali ke hilir (Kota Bojonegoro ke timur), karena di bagian hulu ada jebolnya tanggul. Dikhawatirkan genangan air semakin tinggi dan meluas, karena sejak pukul 08.00 WIB, sungai di Solo dan Ngawi masih tinggi. Kondisi ini didukung dengan hujan lokal yang deras," kata Mulyono kepada detiksurabaya.com di depan kantornya Jalan Trunojoyo Bojonegoro. Sedangkan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bojonegoro memperbanyak pengisian kantong plastik dengan pasir. Sedangkan warga mulai cemas dan mengemasi barang-barangnya. Sementara warga yang meninggal akibat banjir sudah mencapai 6 orang. Dua anak-anak, 4 dewasa dan 1 mayat pria tanpa identitas. (fat/fat). Sumber : Detik.com


»»  read more

PENJAGAAN KETAT DOORLAAT I Banjir Bojonegoro

Bojonegoro | Sejak kamis (26/2) pagi sekitar pukul 08.00 WIB, Bupati Bojonegoro Suyoto Menginstruksikan agar semua doorlaat atau pintu air dari tanggul ditutup total tanpa terkecuali. Tujuanya, agar luapan air Bengawan Solo tidak sampai meluber di kawasan perkotaan. Demikian diungkapkan Humas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro Jhoni Nur Hariyanto kepada surya, kamis (26/2).
Namun, Jhoni menolak kalau dikatakan bahwa kebijakan ini dianggap mengorbankan warga di daerah pinggiran. “Tidak ada yang di korbankan. Alasanya, kalau air dibiarkan masuk ke kota dan perekonomian di kota lumpuh, maka penanganan banjir bakal sangat sulit. Untuk itu, semua harus saling menyadari dan jangan sampai berfikiran memaksa membuka doorlat dengan tujuan agar semua merasakan banjir,” katanya. Karenanya, kebijakan Bupati Suyoto tersebut dianggap tepat agar Pemkab dan semua instansi tetap bisa melaksanakan penanggunalangan dan penanganan terhadap bencana banjir kali ini. “Kalau ada yang menolak atau melawan untuk tetap membuka pintu air tanggul, maka kami tidak segan-segan untuk mempidanakan. Sebab itu jelas melanggar UU nomor 24 tahun 2007 tentang penanganan bencana,” tegasnya. Sejak pagi kemarin, disetiap pintu air di Bojonegoro dijaga ketat oleh aparat kemanan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Sedangkan terhitung mulai daerah Banjar Rejo sampai Jetak ada 181 titik pintu air dari tanggul, tapi dari jumlah tersebut hanya 43 pintu saja yang ada izinya. Kebanyakan pintu air tersebut dibuka atas prakarsa masyarakat sendiri yang berusaha mengambil tindakan untuk mencegah genangan air diwilayahnya. Kabag Ops Polres Bojonegoro, Kompol Suhariyono mengungkapkan bahwa pihaknya sudah menurunkan personel untuk menjaga setiap doorlaat. Sepanjang jalan raya kota yang berbatasan dengan doorlaat dijaga oleh 9 personel. Mereka dibantu anggota TNI dan Satpol PP. “Kami akan siaga penuh. Jangan sampai doorlaat terbuka dan air masuk kota,” katanya.Banjir yang melanda Bojonegoro kali ini tidak sama dengan banjir-banjir sebelumnya. Banjir kali adalah sumbangan dari 6 anak sungai Bengawan Solo yang berada di hulu Bojonegoro. Sedangkan di Babad, Lamongan pergerakan air lambat hingga mengakibatkan air lebih lama untuk mengalir ke laut. Ditambah curah hujan yang cukup tinggi, air dari Bengawan Solo dan anak sungai di hulu menumpuk hingga meluber ke perkampungan. Tak hanya itu, penyebab lain tergenangnya sejumlah daerah di Bojonegoro adalah banjir yang terjadi di Solo, Sragen, Madiun dan Dungus. Hingga kemarin, ketinggian air sungai Bengawan Solo di Bojonegoro terus naik. Jika pukul 06.00 WIB ketinggian air sungai di papan duga kota Bojonegoro 15.28 dari permukaan laut (dpl), pukul 15.00 WIB mencapai 15.38 dpl. Status banjir Bojonegoro masih tetap Siaga III. Sumber : Surya
»»  read more

NGAWI BANJIR I Dampak Bengawan Solo

Ngawi - Memasuki hari keempat, banjir masih melanda sejumlah desa di Kabupaten Ngawi. Tercatat, sebanyak 6 kecamatan masih terendam banjir seperti di Kecamatan Kwadungan, Pangkur, Paron, Ngawi Kota, Mantingan dan Karanganyar. Bahkan, ketinggian air saat ini lebih tinggi dibanding semalam (Kamis 26/2/2009). Melihat kondisi itu, warga mulai diungsikan ke tempat yang lebih aman. Kondisi terparah terjadi di Dusun Kampung Baru, Desa Ketanggi, Kecamatan Ngawi Kota."Ketinggian air di Kampung Baru ini mencapai 1,5 meter," ujar Heri Prayitno (35), warga Desa Ketanggi, Kecamatan Ngawi Kota kepada wartawan, Jum'at (27/2/2009).Sebelumnya, warga menolak dievakuasi karena melihat ketinggian air mulai surut sejak Kamis (26/2/2009) siang lalu dari ketinggian 1,5 meter menjadi kurang 1 meter."Akibat curah hujan tinggi yaitu dari sore hingga malam hari, membuat debit air Bengawan Madiun dan Bengawan Solo kembali naik," jelasnya. Dilaporkan, untuk melakukan evakuasi warga yang terkepung banjir, Satuan Pelaksana (Satlak) Penanganan Bencana Alam (PBA) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi menggunakan perahu karet.Di Dusun Kampung Baru, sebanyak 68 Kepala Keluarga (KK) berhasil dievakuasi ke tempat lebih aman atau di posko pengungsian.Bantuan perahu karet juga datang dari Polres Ngawi. Kini 2 unit perahu tersebut, telah difungsikan dan siaga 24 jam di Kecamatan Kwadungan. Namun evakuasi diutamakan bagi warga khususnya orangtua, anak-anak dan wanita hamil. [jun/kun] Sumber :portal beritajatim
»»  read more

TANGGUL GRAPE KRITIS I Bojonegoro Banjir

Bojonegoro - Walaupun telah ditanggulangi selama 3 hari, kondisi tanggul penahan air di Dusun Grape, Desa/Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro saat ini kondisinya sangat kritis.Diperkirakan, tidak lama lagi air akan meluber karena ketinggian air paling atas tanggul, kurang dari 10 cm. Data yang dihimpun beritajatim.com, Selasa (3/2/3009) malam menyebutkan bila sejak 3 hari yang lalu, Pemkab Bojonegoro, memperhatikan secara khusus pembenahan tanggul di Dusun Grape tersebut. Sebab, saat tanggul tersebut jebol, maka lebih dari 5 desa terancam tergenang dengan ratusan tanaman padi yang siap panen. Hal itu dibenarkan Kepala Dusun Grape, Mustajab, kepada beritajatim.com. Mustajab mengatakan, ada tiga titik tanggul bekas bencana banjir tahun 2007 lalu hingga saat ini belum tuntas perbaikannya, sehingga warga sampai saat ini masih was-was dan takut sewaktu-waktu tanggul jebol. "Malam hari ini pun ratusan warga Dusun Grape dibantu desa lain, akan mempertahankan tanggul sebisa mungkin yakni dengan cara bergotong royong untuk memperkuat tanggul dengan kantong pasir yang ditumpuk," katanya.Seperti diketahui, Bupati Bojonegoro Suyoto, sejak tiga hari belakangan ini, memimpin langsung proses kerja bhakti di Grape, namun karena ketingian air yang terus meningkat tanggul yang pada bencana tahun 2007 lalu, jebol hingga 15 titik terancam terulang kembali.[kun] Sumber : portal berita jatim
»»  read more

27.1.09

BANJIR PASURUAN TAMBAH PARAH


Banjir Pasuruan yang terjadi sejak tanggal 30/1/08 bertambah parah, menenggelamkan Kec. Winongan, Kec. Rejoso, dan Kec. Grati. Luapan dari Sungai Rejoso yang berpangkal dari Pandaan itu terus berlangsung hingga menggenangi jalur utara yang menghubungkan Surabaya-Banyuwangi. Kemacetan lalulintas di lokasi tak terhindarkan sehingga mengakibatkan antrean sepanjang 7 km. Himbauan kepada pengguna jalan untuk sementara menghindari jalur tersebut dengan mencari jalur alternatif.
Ribuan rumah tergenang dan ratusan roboh karena diterjang banjir bandang (flash flood), sampai saat ini petugas masih kesulitan untuk melakukan pendataan korban. Ribuan orang mengungsi ke sekolah-sekolah, gedung-gedung dan tempat yang lebih tinggi. Ketinggian air sampai saat ini mencapai 1,5 -2,5 meter. Satlak PBP Kab. Pasuruan dibantu petugas TNI, Kepolisian dan relawan telah mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan pengungsi, dan terus siaga. Begitu juga Tim SAR siaga untuk pencarian 2 orang suami istri yang masih belum ditemukan. Kebutuhan berikutnya adalah obata-obatan untuk pengungsi, karena genangan air diperkirakan masih akan terjadi 1 minggu ke depan mengingat hujan di kawasan ini masih tinggi intensitasnya. Banjir kali ini terbesar dalam 20 tahun terakhir, karena sebagian kota Pasuruan juga ikut terendam air yang berasal dari Pegunungan Arjuno-Welirang itu.

»»  read more

Relawan FPBI

Relawan FPBI
Para relawan kemanusiaan yang telah bertugas 3 tahun di kawasan Lumpur Lapindo dan di berbagai peristiwa bencana alam. Posko FPBI membutuhkan Donasi Anda untuk memindahkan Posko FPBI di Wilayah Lumpur Lapindo karena kan mengakhiri masa tugas selama 3 Tahun. Terima Kasih

Pedulikah Anda !

personalized greetings

DEBU VULKANIK BROMO

Erupsi Gunungapi Bromo menerus sehingga menimbulkan hujan debu vulkanik pekat. Debu tersebut menimbulkan kerusakan rumah dan bangunan SD & SMP roboh, lahan pertanian hancur, ratusan ternak mati, kemungkinan juga akan menimbulkan dampak bagi kesehatan penduduk sekitarnya.

Followers

Pengelola

Tukar Link


peduli bencana

Link

Blog Archive

Society Blogs - BlogCatalog Blog Directory

Add to Pageflakes

Add to My AOL

Subscribe in Bloglines

Add to Google Reader or Homepage

Paid Review Indonesia

 

Copyright © 2009 by FPBI