;

PEDULI BENCANA "SIAGA BROMO 2010"

Posko Lapangan FPBI "SIAGA BROMO 2010" Kegiatan : Kaji Cepat Kebutuhan dan Kerentanan, Shelter, Evakuasi, Trauma Healing Anak, Penerimaan dan Distribusi Logistik, Air & Sanitasi, Pembersihan Debu Vulkanik, Pemulihan & Pemberdayaan Pengungsi. Anda Peduli Pengungsi Bromo, Kab. Probolinggo, Prop. Jatim : Kirim Bantuan dan Dana ke Rek BCA 0183004392 (24 Des 2010) Terima Kasih
Tampilkan postingan dengan label SIMB. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SIMB. Tampilkan semua postingan

26.3.09

Kerugian Banjir DAS Bengawan Solo 2009

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur mencatat kerugian karena kerusakan infrastruktur, persawahan, dan permukiman di Jateng dan Jatim akibat meluapnya Bengawan Solo berjumlah Rp. 867,40 milyar, yaitu Rp. 589,18 milyar kerugian di Jatim dan Rp. 278,22 miliar kerugian di Jateng. Perkiraan kerugian ini merupakan hasil rekapitulasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jateng bersama sejumlah instansi terkait lainnya di daerah. Musibah banjir juga mengakibatkan biaya perbaikan dan penanggulangan dampak banjir jauh lebih besar dibandingkan dengan kerugiannya. Untuk wilayah Jateng saja, biaya pembenahan Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo membutuhkan dana Rp. 1,7 triliun. Sedangkan Provinsi Jatim tahun ini mendapat dana khusus perbaikan infrastruktur dari pusat Rp. 235 milyar. Kepala BPBD Provinsi Jateng, Jarot Nugroho mengemukakan, Wilayah Sungai (WS) Bengawan Solo secara administratif mencakup 17 kabupaten dan 3 kota. Di Jateng, WS Bengawan Solo adalah Kabupaten Wonogiri, Sukoharjo, Karanganyar, Kota Solo, Kabupaten Boyolali, Klaten, Sragen, Blora dan Rembang. Di Jatim, WS Bengawan Solo meliputi Kabupaten Pacitan, Ponorogo, Kabupaten Madiun, Kota Madiun, Kabupaten Magetan, Ngawi, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik dan Kota Surabaya. Anggaran yang tersedia di Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo untuk tanggap darurat hanya Rp. 170 milyar. “Padahal, dibutuhkan dana Rp. 1,7 triliun untuk membenahi DAS Bengawan Solo,” ujar Jarot. Di Blora, rencananya akan dibangun 8 embung di sekitar DAS dan waduk di Cepu. “Pembangunan waduk sangat penting untuk membendung air menuju ke Jatim. Lokasi Cepu dipilih karena merupakan tempat mengalirnya air dari Jateng ke Jatim. Gubernur Jatim Soekarwo juga mengakui, wilayah Jatim tidak bisa sepenuhnya terbebas banjir, kecuali mengurangi lama genangan. “Penanganan banjir Jatim berarti pengendalian Kali Brantas, Kali Pekalen, dan Bengawan Solo. Penanganan itu butuh dana besar. Tahun ini Jatim mendapat dana khusus dari pusat Rp. 235 miliar. Pemprov Jatim akan membangun bendungan di perbatasan Ngawi dan Cepu. “Prinsipnya kami perlu manajemen air di kawasan Bengawan Solo, Brantas dan Pekalen. Sebetulnya akan dibangun Waduk Jipang, tapi karena lokasinya 50 persen di Jatim dan 50 persen lagi di Jateng, masih sulit dilaksanakan,” kata Soekarwo. Pemprov Jatim juga akan mengeruk saluran drainase di Lamongan untuk meningkatkan debit air hingga 640 meter kubik (m3) per detik. Saat ini hanya 375 m3 per detik, idealnya 640 m3 per detik. Kalau bisa sampai 1.000 m3 per detik sehingga padi yang tenggelam tidak sampai busuk karena banjir bisa cepat surut. Saat ini perbaikan sementara talut dan tanggul yang rusak akibat banjir Bengawan Solo di Kota Solo, Jawa Tengah, serta Kabupaten Tuban dan Bojonegoro di Jawa Timur mulai dilaksanakan. Namun, perbaikan permanen baru dijadwalkan pada April atau Mei 2009. Sumber : BNPB
»»  read more

2.3.09

PEMERINTAH AKAN BANGUN TANGGUL I Banjir Bojonegoro

Pemerintah berencana membangun tanggul Bojonegoro-Cepu sepanjang 134 km untuk mengurangi banjir di daerah Bojonegoro dan sekitarnya. Menurut Direktur Jenderal Sumber Daya Air Departemen Pekerjan Umum Siswoko detail desain akan selesai tahun ini dan pembangunan fisik mulai dilakukan tahun depan.
Pemerintah berencana membangun tanggul Bojonegoro-Cepu sepanjang 134 km untuk mengurangi banjir di daerah Bojonegoro dan sekitarnya. Menurut Direktur Jenderal Sumber Daya Air Departemen Pekerjan Umum Siswoko detail desain akan selesai tahun ini dan pembangunan fisik mulai dilakukan tahun depan. Selama ini bendung Wonogiri tidak mampu menampung kapasitas air yang menyebabkan air limpas, sehingga perlu dibangun tanggul sepanjang Bojonegoro-Cepu, tutur Siswoko kepada para wartawan di Jakarta, Rabu(25/4); dan loan desain berasal dari JBIC Jepang.” tambahnya Dirjen SDA mengakui, banjir yang melanda daerah sepanjang Sungai Bengawan Solo baru-baru ini akibat belum adanya tanggul Bojonegoro-Cepu. Selain tingginya curah hujan turut memicu terjadinya banjir. Curah hujan di Sragen 110 mm, Solo 105 mm, dan Madiun 90 mm. Menurut Siswoko debit banjir tersebut mencapai 2000 m3/detik. Debit air tersebut masih lebih kecil dibanding banjir probabilitas 10 tahunan yang mencapai 2500 m3/detik terang Siswoko. Siswoko membantah, bila banjir yang melanda tersebut diakibatkan ketidakmampuan waduk Wonogiri menampung debit air. Dirjen SDA menegaskan pada saat banjir, waduk wonogiri mengalirkan 200 m3/detik sementara jumlah air yang masuk jauh besar diatasnya. Fungsi waduk ialah meredam debit air yang keluar, dan waduk Wonogiri berfungsi dalam hal tersebut, tegas Siswoko. Waduk Karian: Sementara menanggapi warga yang menolak tanahnya dibebaskan untuk pembangunan Bendung Karian di Lebak Banten, Siswoko menjelaskan, hal tersebut karena warga belum mendapatkan sosialisasi. Terlalu prematur jika dikatakan warga menolak tanahnya dibebaskan, mungkin mereka belum mendapatkan sosiasasi dengan baik, ucap Dirjen SDA. Siswoko mengatakan pentingnya keberadaan Bendung Karian nantinya dalam hal menyokong kebutuhan air minum warga Jakarta dan sekiranya. Nantinya Bendung Karian dapat mengalirkan air baku sebanyak 6 m3/detik. Pemilihan Bendung Karian sendiri, menurut Dirjen SDA karena dipandang dari segi masalah sosial relatif mudah dibanding membuat Bendung di daerah Jakarta. Sementara untuk dana pembangunannya, akan berasal dari pinjaman Korea Selatan senilai US$ 150 juta atau setara Rp 1,4 triliun. Siswoko menjelaskan nantinya bendungan Karian akan dibagi dua kewenangan. Untuk urusan bendung akan menjadi tanggung jawab Ditjen SDA, sementara untuk aliran air menjadi urusan Ditjen Cipta Karya. Bendung Karian hanya untuk single purpose yaitu air baku, sehingga ada kemungkinan akan masuknya pihak swasta untuk masalah water supply, terang Dirjen SDA,” pihak BPPSPAM sendiri sudah menyatakan ketertarikannya, imbuhnya.Sumber: http://www.pu.go.id
»»  read more

24.2.09

BENCANA TERKINI I 14-17 Pebruari 2009

Sistim Informasi Manajemen Bencana I Periode 14-17 Pebruari 2009

GEOFISIKA [GEMPA (EQ) & LONGSOR (SL)]
GEMPA 7,4 SR:12/2/2009

MELONGUANE; Gempa berkekuatan besar dilaporkan mengguncang daerah utara pulau Sulawesi pada hari kamis (12/2) dini hari pukul 01.34 waktu setempat (00.34 WIB). USGS (badan geologi AS) menyatakan gempa tersebut berkekuatan 7.5 sedangkan BMG mencatat gempa berkekuaan 7.4 SR.
Gempa yang pusatnya dangkal tersebut, sekitar 10 km dibawah laut, getarannya dirasakan sangat kuat oleh warga di Melonguane – kabupatan kepulauan Talaud. Terdapat 13 kecamatan yang dilaporkan terkena dampak di Talaud, diantaranya adalah Kabaruan, Melongguane, Melongguane Timur, Lirung, Beo, Beo Utara, Beo Selatan, Kolongan, Pulutan, Damau, Salibabu, Moronge dan Essang. BMG pada awalnya mengeluarkan peringatan tsunami lokal, berdasarkan kekuatan gempa dan pusat gempa yang dangkal. Namun peringatan tersebut dicabut sekitar satu jam kemudian. Pusat Peringatan Tsunami wilayah Pasifik milik AS menyatakan tidak ada ancaman perluasan tsunami yang merusak. Laporan resmi dari pemerintah setempat menyatakan 1 korban meninggal (akibat shock gempa susulan), 10 luka berat dan 64 luka ringan. BNPB melaporkan 6.100 penduduk menderita serta mengungsi di bukit-bukit, di kebun dan di tenda-tenda darurat yang tersebar di 3 pulau besar utama (Karakelong, Salababu dan Kabaruang). Sampai dengan Senin (16/2), sejumlah 13 kecamatan telah melaporkan daerahnya terkena dampak gempa, hasilnya 645 rumah rusak berat, 439 rusak sedang, 336 rusak ringan tidak termasuk kerusakan 17 rumah ibadah, 17 sekolah, dan 14 fasilitas umum yang lain (termasuk RSUD). Kerugian material diperkirakan sekitar 19.9 miliar rupiah. Jaringan listrik telah kembali normal meskipun komunikasi masih terganggu.Bupati Talaud, Ely Lasut, telah menyampaikan bantuan tunai untuk sekitar 250 penduduk di Melonguane yang terkena dampak gempa. Bantuan tunai sebesar 500 ribu rupiah diberikan kepada mereka yang rumahnya rusak berat sedangkan bantuan sebesar 250 ribu rupiah diberikan kepada pemilik rumah yang rusak ringan.Satlak PB Talaud telah mengavakuasi korban gempa dan mendirikan tenda darurat di lokasi yang lebih aman selain juga menyediakan bantuan makanan, minuman dan bantuan medis. Pemerintah Propinsi Sulut menggunakan pesawat kecil CN 235 milik TNI AU untuk melakukan kunjungan lapangan serta mendistribusikan bantuan darurat. Pemprop juga telah memberikan bantuan sebesar 500 juta rupiah untuk membantu pemkab Talaud. Personil TNI AU tiba di Melonguane pada hari Minggu (15/2) dengan komposisi 3 dokter dan beberapa paramedis dilengkapi juga dengan bantuan stok obat-obatan. Bantuan logistik dari berbagai sumber telah diberikan kepada para korban gempa di pulau-pulau Karakelang, Salababu adn Kabaruan pada hari Sabtu. Paket bantuan ini dalam bentuan 2.5 ton beras, 400 kardus mi instan, 100 kardus biskuit, 50 dus family kits, 100 perlengkapan dapur, 200 kaos, 200 baju daster, 60 terpal 90 paket makanan tambahan untuk bayi, 10 tenda peleton dan 1 paket alat komunikasi. Menurut PMI Sulut, kebutuhan mendesak yang masih diperlukan adalah makanan siap saji, selimut, terpal, hygiene kit, family kit, tenda peleton, obat-obatan dan bantuan uang tunai untuk biaya operasional. Akses transportasi saat ini dilaporkan masih menjadi tantangan terbesar disamping kondisi geografis daerah yang terkena gempa. Musim gelombang tinggi yang saat ini terjadi sempat melumpukan pengiriman bantuan dari luar kepada korban gempa yang membutuhkan. Kondisi yang memprihatinkan dan keterbatasan di lokasi pengungsian (termasuk kurangnya terpal) akan menjadi ancaman potensial bagi status kesehatan korban gempa. Saat ini, curah hujan yang tinggi juga berpengaruh memperburuk kondisi mereka. Menurut Liputan 6. harga bahan bangunan dan makanan di Talaud saat ini melambung. Permintaan yang tinggi pada barang-barang tersebut dibandingkan dengan persediaan lokal yang sangat tergantung pada aktivitas pelayaran dari luar merupakan kontributor meningkatnya harga lokal. Situasi Saat ini memperlihatkan paket bantuan dari pemprop Sulut bagi korban gempa akhirnya sampai pada hari Minggu petang melalui jalur laut di pelabuhan Melonguane. Pengiriman tersebut termasuk diantaranya adalah ratusan paket makanan instan, pakaian, selimut dan family kit. Satu paket yang lain telah tiba sebelumnya melalui transportasi udara. Pemerintah setempat menghimbau kepada warga untuk kembali ke rumah-rumah mereka untuk alasan resiko kesehatan jika mereka tetap tinggal di lokasi pengungsian untuk waktu yang lebih lama. Akibat kurangnya fasilitas kesehatan dan medis di Talaud, evakuasi beberapa pasien yang membutuhkan perawatan medis segera harus dilakukan dengan pesawat ke rumah sakit di Manado. Sumber : Liputan6(1)(2), Tempo Interaktif, PMI Update Report, MetroTV, Indosiar,
LONGSOR:14/2/2009
SLEMAN: Longsor kembali terjadi pada 14 Februari 2009 di Kab. Sleman. Terdapat 271 KK yang dilaporkan terancam longsor di kecamatan Prambanan menyusul insiden longsor sebanyak dua kali dalam tiga hari terakhir di lokasi tersebut. Menurut Kompas, terdapat 8 dusun di 4 desa, yaitu Gayamharjo, Wukirharjo, Sambirejo dan Sumberharjo, yang dinyatakan sebagai daerah rawan longsor. Saat ini, pemerintah kabupaten Sleman belum melihat urgensi evakuasi bagi warga dengan pertimbangan skala dan tingkat kerusakan dari longsor yang terjadi. Longsor telah memutuskan akses alternatif penghubung Yogyakarta – Klaten di desa Wukirharjo dan merusak dua rumah di desa Gayamharjo. Sumber : Kompas.
BANJARNEGARA: Menyusul di Banjarnegara terjadi juga longsor 15 Februari 2009. Sejumlah 163 rumah dari 8 kecamatan, yaitu Mandiraja, Bawang, Banjarmangu, Madukara, Pagentan, Punggelan, Kalibening dan Pandanarum saat ini terancam longsor karena terletak di lokasi yang tanahnya tidak stabil. Warga setempat mendesak pemerintah untuk segera merelokasi pemukiman mereka. Saat ini, di dusun Gumelar di kecamatan Pagentan, 34 keluarga yang rumahnya rusak harus mengungsi di rumah tetangganya, takut akan longsor susulan. Selama curah hujan masih tinggi, aktivitas geologis dilaporkan semakin parah dimana selama Desember – Januari jumlah rumah sejumlah rumah telah roboh akibat longsor. Pada tahun 2006, longsor di desa Sijeruk – kecamatan Banjarmangu mengakibatkan korban meninggal 76 orang. Sumber : Antara
PASURUAN: Kawasan pegunungan Bromo, Kab. Pasuruan pada Senin,17 Februari 2009 mengalami longsor di 5 titik, akibat hujan deras yang mengguyur wilayah wisata tersebut. Tidak ada korban dalam kejadian ini. Namun sempat mengisolasi kota Tosari yang dipicu oleh tertutupnya akses penghubung Pasuruan – Tosari. Setidaknya 4 rumah warga rusak tertutup reruntuhan longsor. Pemerintah kabupaten Pasuruan telah menurunkan peralatan berat untuk membantu masyarakat setempat menyingkirkan longsoran sehingga akses jalan bisa kembali normal. Sumber : Kompas.
LETUSAN GUNUNGAPI:17/2/2009
LUMAJANG: Aktivitas vulkanis gunung Semeru dilaporkan telah mengalami peningkatan sejak dua pekan terakhir, menurut media. Turunnya interval letusan yang diperkirakan karena penambahan supplai magma dikhawatirkan akan membuat letusan yang hebat yang ditunjukkan dengan awan panas dan lava panas. Saat ini, gunung Semeru meletus sebanyak 50 kali perhari dimana pada kondisi normal bisa sampai 100-120 letusan per hari. Karakter unik dari gunung Semeru adalah jika aktivitas letusannya rendah berarti ancamannya akan semakin tinggi. Sumber : BNPB

HIDROMETEOROLOGI [BANJIR (FL), ANGIN KENCANG (ST) & GELOMBANG PASANG (WV)]
PUTTING BELIUNG (ST)
BREBES: Pada Sabtu,15 Februari 2009Sejumlah 30 rumah di desa Kecipir kecamatan Losari, termasuk 3 diantaranya rata dengan tanah, menyusul insiden angin puting beliung yang terjadi. Meskipun tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, insiden tersebut menyebabkan kerugian material ratusan juta rupiah. Masyarakat setempat saat ini masih waspada terhadap serangan angin puting beliung susulan.
BANJIR (FL)
CIAMIS:Sedikitnya 365 hektar tanaman padi di wilayah Ciamis selatan seperti Kecamatan Padaherang, Kalipucang dan sekitaranya yang beberapa waktu lalu terendam banjir, dipastikan puso. Sampai saat ini, beberapa lokasi seperti wilayah Tunggilis, Kec. Kalipucang air juga masih menggenangi areal sawah yang posisinya lebih rendah dibandingkan permukaan Sungai Citanduy. Sementara itu banjir yang terjadi sejak awal bulan Februari lalu, setidaknya telah merusak 885 hektar sawah yang tersebar di 10 kecamatan di Ciamis selatan.Guna mengurangi beban petani korban banjir, Pemkab Ciamis melalui Dinas Pertanian telah menyiapkan bantuan berupa benih padi unggul. Untuk setiap hektar disediakan benih sebanyak 25 kg. Selain dari pemkab, juga ada bantuan yang berasal dari pusat Cadangan Benih Nasional.
»»  read more

18.2.09

BENCANA TERKINI I 4-5 Pebruari 2009

Sistim Informasi Manajemen Bencana I 4-5 Pebruari 2009
Longsor, Kabupaten Jember – Propinsi Jawa Timur: Sejumlah 13 rumah rusak menyusul insiden longsor susulan di desa Pace, kecamatan Silo – Jember pada hari Rabu (04/02). Longsor yang dipicu oleh hujan deras sebelumnya memaksa sekitar 31 orang dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Sebelumnya, lokasi longsor yang terletak di bawah bukit telah dilanda banjir bandang pada awal Januari tahun ini. Tidak korban jiwa tercatat dari insiden ini.
Longsor, Kabupaten Lebak – Propinsi Banten: Satu orang meninggal dari enam orang yang tertimbun longsor di kampung Bojong Sarung desa Lebak Gedong pada Kamis (05/02) sore. Ketika itu para petani sedang berteduh dari hujan dalam perjalanan pulang saat gelontoran longsor menimbun mereka. Proses evakuasi dilakukan oleh kepolisian setempat dan koramil dengan peralatan sederhana seadanya. Sementara itu, longsoran juga memutuskan akses jalan raya menghubungkan Citorek – Lebak Gedong sepanjang 40 meter karena timbunan longsor setinggi 2 meter.
Longsor, Kabupaten Jember – Propinsi Jawa Timur: Sejumlah 13 rumah rusak menyusul insiden longsor susulan di desa Pace, kecamatan Silo – Jember pada hari Rabu (04/02). Longsor yang dipicu oleh hujan deras sebelumnya memaksa sekitar 31 orang dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Sebelumnya, lokasi longsor yang terletak di bawah bukit telah dilanda banjir bandang pada awal Januari tahun ini. Tidak korban jiwa tercatat dari insiden ini.
Longsor, Kabupaten Lebak – Propinsi Banten: Satu orang meninggal dari enam orang yang tertimbun longsor di kampung Bojong Sarung desa Lebak Gedong pada Kamis (05/02) sore. Ketika itu para petani sedang berteduh dari hujan dalam perjalanan pulang saat gelontoran longsor menimbun mereka. Proses evakuasi dilakukan oleh kepolisian setempat dan koramil dengan peralatan sederhana seadanya. Sementara itu, longsoran juga memutuskan akses jalan raya menghubungkan Citorek – Lebak Gedong sepanjang 40 meter karena timbunan longsor setinggi 2 meter.
Banjir, Kabupaten Subang – Propinsi Jawa Barat: Tiga desa yaitu Muara, Sindanglaut, dan Tanjungtiga yang terletak di kecamatan Blanakan telah dilanda banjir lagi pada hari Rabu (04/02). Genangan banjir dalam berbagai ketinggian, 20-50 cm, menggenangi daerah pemukiman, persawahan serta tambak. Kerugian material disebabkan oleh insiden ini mencapai ratusan juta rupiah. Namun demikian, tidak ada pengungsian dilaporkan terjadi. Bantuan makanan telah diberikan oleh pemerintah daerah setempat.
Banjir, Kabupaten Pandeglang – Propinsi Banten: Cuaca buruk saat ini ditambah dengan aktivitas gelombang tinggi telah memicu banjir di tujuh desa di kecamatan Patia mulai hari Rabu (04/02). Ratusan rumah dilaporkan terendam dan ratusan hektar sawah terancam gagal panen akibat genangan air. Selain itu, genangan banjir juga telah memutuskan akses transportasi darat antar desa. Sampai dengan saat ini, para korban banjir belum mengungsi, hanya berharap untuk mendapatkan bantuan.
Banjir, Surakarta (Solo) – Propinsi Jawa Tengah: Satu lagi tanggul sungai Bengawan Solo di Pajang – Laweyan dilaporkan jebol dan mengancam belasan rumah di sekitarnya longsor. Sistem peringatan dini (EWS) yang terletak di Kampung Sewu tidak berfungsi dengan baik untuk memperingatkan masyarakat saat banjir mulai melanda daerah mereka. Akibatnya, warga terlambat mengungsi. Menurut PT Jasa Tirta, tidak berfungsinya EWS murni karena permasalahan teknis, yaitu air aki habis dan korsleting.
Banjir, Kabupaten Pati – Propinsi Jawa Tengah: Banjir susulan dilaporkan telah melanda bagian daerah kabupaten Pati pada hari Kamis (05/02) pagi. Genangan air setinggi 70-150 cm menenggelamkan ratusan rumah dan persawahan. Hujan deras akhir akhir ini merupakan pemicu meluapnya sungai Juwana ditambah dengan air kiriman dari gunung Muria (daerah hulu) menenggelamkan desa-desa disekitarnya, yaitu Kosen dan Banjarsari (kecamatan Gabus), Karangwo dan Ngasoredjo (kecamatan Jatenan), dan beberapa desa di kecamatan Sukolilo. Lebih jauh lagi, akses jalan di desa yang terkena banjir tersebut juga terputus.
Banjir, Kabupaten Lamongan – Propinsi Jawa Timur: Sejumlah empat kecamatan di Lamongan yaitu Laren, Babat, Glagah dan Kalitengah serta setidaknya 8 desa-desa, dilaporkan kebanjiran. Diantara daerah yang terkena banjir, kecamatan Laren merupakan yang terparah dinilai dari jumlah rumah yang terendam dan jumlah korban banjir. Banjir telah memberikan dampak bagi 1.878 warga. Sejumlah 472 rumah, 123 hektar palawija dan 4 hektar sawah telah terendam banjir. Pemerintah setempat telah mendistribusikan 1 ton beras dan 175 paket kebutuhan pokok kepada korban banjir di kecamatan Babat, sejumlah 1,105 ton beras dan 230 paket kebutuhan pokok bagi korban banjir di Laren, 60 kg beras dan 13 paket kebutuhan pokok di Glagah and di Karangbinangun sebesar 260 kg beras dan 54 paket kebutuhan pokok. Selain itu, pemerintah juga mengirimkan material (8.900 karung plastik, 70 lembar gedek, 90 batang kayu, 40 kg kawat dan 14 terpal) untuk mencegah meluasnya daerah banjir.
Banjir, Kabupaten Sragen – Propinsi Jawa Tengah: Dinas Pertanian Kabupaten Sragen mencatat 6.000 hektar lahan persawahan telah terendam dan terancam gagal panen. Diperkirakan kerugian mencapai 18 miliar rupiah dari sektor pertanian akibat dari banjir ini. Daerah korban banjir yang teridentifikasi adalah kecamatan Masaran, Plupuh, Tanon dan Sidoarjo. Sampai saat ini, pemkab telah mengajukan permintaan bantuan benih padi dan pupuk dari Departemen Pertanian. Menurut proposal tersebut, setiap petani akan mendapatkan 25 kg benih padi dan 100 kg pupuk.
Banjir, Kabupaten Lumajang – Propinsi Jawa Timur: Untuk respon dampak banjir, Satlak kabupaten Lumajang memberikan bantuan logistik dalam bentuk 1.767 paket sembako senilai 100 juta rupiah untuk korban banjir di empat kecamatan. Saat ini, banjir dilaporkan meluas ke dua desa tetangga dari sebelumnya ada lima desa di kecamatan Rowokangkung yang terkena banjir.
Banjir, Kabupaten Karawang – Propinsi Jawa Barat: Per hari Kamis (05/02), dua desa di kecamatan Rengasdengklok yaitu Kertasari dan Kalasari masih terendam dan banjir diramalkan masih akan meninggi. Lokasi banjir tersebut memang terletak di daerah rendah sehingga banjir telah menjadi insiden tahunan.
Banjir, Kabupaten Bojonegoro – Propinsi Jawa Timur: Perkiraan kerugian banjir di Bojonegoro mencapai 35.5 miliar rupiah dari setidaknya 15 kecamatan yang terkena banjir. Banjir selama 4 hari yang melanda sebagian dari Bojonegoro sempat merendam banyak rumah, sawah, infrastruktur jalan, rumah ibadah dan fasilitas umum. Pemerintah daerah setempat masih terus melakukan pendataan mengenai kerugian material selain juga melakukan koordinasi dengan pemerintah propinsi Jawa Timur dan pemerintah pusat untuk mengatasi dampak banjir. Pemerintah masih terus mendisitribusikan bantuan darurat kepada para korban banjir. Sejumlah 6 desa dilaporkan masih dalam isolasi karena terputusnya akses, yaitu desa Kalisari, Tanggungan, Lebaksari, Kadungrejo, Karangdayu, dan Pomahan yang terletak di kecamatan Baureno. Ketiadaan tanggul sungai di daerah terdampak tersebut telah menyebabkan wilayahnya tidak dapat terakses akibat genangan tinggi.
Gelombang Tinggi, Kota Ambon – Propinsi Maluku: Cuaca buruk disertai dengan gelombang pasang telah berlangsung selama sepekan di perairan Maluku. Ratusan rumah yang terletak di wilayah pesisir, secara administratif termasuk dalam desa Batu Merah dan Waihaoing telah terendam. Untuk skenario yang lebih parah, penduduk sudah bersiap untuk mengungsi. Menurut BMKG, kondisi saat ini (cuaca buruk) berkaitan dengan adanya siklom Low di teluk Carpetaria Australia yang menimbulkan gelombang tinggi di perairan Maluku.
Banjir, Kabupaten Sukoharjo – Propinsi Jawa Tengah: Banjir yang mulai melanda pada 31 Januari lalu telah menyengsarakan penduduk di 30 desa dalam 6 kecamatan di Sukoharjo, yaitu Gatak, Grogol, Baki, Mojolaban, Polokarto dan Kartasura. Menurut media, terdapat lebih daru 22.000 dilaporkan terkena dampak dari banjir kali ini di Sukoharjo. Kerugian material disebabkan oleh banjir di kabupaten Sukoharjo diperkirakan mencapai 1.8 miliar rupiah. Dampak kerusakan yang dikorfirmasikan oleh pemerintah setempat termasuk diantaranya yaitu 4 tanggul sungai jebol, 3 talut rusak, 360 hektar sawah terendam dan sejumlah 5.509 rumah terendam. Menurut pernyataan staf pemerintahan yang dilansir di media, dampak banjir ini masih lebih baik daripaad banjir tahun lalu karena banjir saat ini hanya berupa genangan air akibat curah hujan tinggi yang menyebabkan sungai yang ada meluap.
Banjir, Jakarta Timur – DKI Jakarta: Sejumlah 370 warga saat ini masih mengungsi di penampungan yang berlokasi di gedung bioskop Nusantara – Jatinegara karena rumah mereka masih terendam banjir. Menurut pengungsi, bantuan darurat yang diberikan baik oleh pemerintah maupun oleh PMI telah secara cukup memenuhi kebutuhan mereka. PMI dan pihak-pihak lain telah menyediakan bantuan nasi bungkus, diberikan 2-3 kali per hari dimana pembagiannya dengan menggunakan sistem kupon. Bantuan air bersih juga diberikan oleh PT Aertra Jakarta bagi para pengungsi untuk kebutuhan mereka sehari-hari. Stok obat-obatan masih cukup tersedia di puskesmas setempat. Menurut catatan Puskesmas, sudah ada 23 orang yang dilaporkan mendapatkan perawatan medis akibat sakit perut dan gatal-gatal.
Banjir, Kabupaten Bandung – Propinsi Jawa Barat: Banjir susulan dilaporkan kembali melanda Baleendah dan Dayeuhkolot akibat meluapnya sungai Citarum pada Rabu (04/02) lalu dipicu oleh hujan deras yang mengguyur daerah hulu dalam dua hari terakhir. Ratusan warga telah terdampak dengan terendamnya rumah mereka. Di kecamatan Baleendah, sejumlah warga telah bersiap untuk mengevakuasi barang-barang mereka ke lokasi yang lebih tinggi. Tim tanggap darurat di kecamatan yang terkena banjir juga telah bersiaga. Dua kecamatan ini memang telah teridentifikasi sebagai daerah rawan banjir yang merupakan wilayah prioritas mitigasi banjir di kabupaten Bandung. Karena hujan diprediksi akan mencapai puncaknya pada bulan ini, banjir susulan masih berpotensi untuk kembali terjadi. Daerah lain yang berpotensi terkena dampak untuk banjir lebih besar yaitu kecamatan Majalaya, Rancaekek, Cikancung dan Solokanjeruk.
DBD dan Diare, Jakarta Utara – DKI Jakarta: Penyakit berkaitan dengan air dilaporkan mulai muncul di Jakarta Utara, disinyalir merupakan dampak lanjutan dari banjir yang melanda Jakarta beberapa waktu lalu. Media melaporkan 101 pasien mendapat perawatan di rumah sakit akibat DBD dan diare. Sejumlah pasien mendapatkan perawatan medis sejak Senin (02/02) lalu. Jumlah pasien diprediksi masih akan terus meningkat karena curah hujan masih akan tinggi di beberapa hari kedepan.
Puting Beliung, Kota Palu – Propinsi Sulawesi Tengah: Sejumlah 200 rumah rusak dalam berbagai tingkatan setelah puting beliung menyerang lima desa di kecamatan Siniu pada Kamis (05/02). Desa yang terkena dampak tersebut adalah Avolua, Marantale, Tandiagi, Silayo dan Toraranga. Menurut Antara (dirilis oleh Republika), desa yang terkena dampak paling parah adalah Marantale dimana lebih dari 2.000 penduduk tinggal disana. Insiden tersebut telah memaksa puluhan penduduk untuk mengungsi ke rumah famili atau tetangga meerka karena rumah mereka sendiri rusak berat. Banyakny pohon yang tumbang sempat menutup akses jalan Trans-Sulawesi selama lebih dari dua jam.
Puting Beliung, Kabupaten Takalar – Propinsi Sulawesi Selatan: Puting beliung juga dilaporkan melanda wilayah dari kecamatan Polongbangkeng Selatan (PolSel), Pattallassang dan Polongbangkeng Utara (Polut). Akibatnya 54 rumah rusak. Puting beliung disertai dengan hujan deras melanda tempat ini pada pukul 01.30 dini hari saat sebagian besar penduduk sedang tidur.
Pengungsi Rohingya “Manusia Perahu”: Sekelompok suku etnik Rohingya ditemukan terhanyut di perairan Indonesia oleh patroli AL dan nelayan di Aceh. Insiden ini merupakan yang kedua kalinya dimana kelompok Rohingnya ditemukan di Indonesia sejak Januari 2009. Sekitar 198 orang Rohingya, mengaku telah terapung selama 3 minggu di atas perahu bermesin rusak. Awalnya ada 220 orang yang dilepaskan oleh AL Thailand namun selama perjalanan beberapa dari mereka tidak dapat bertahan hidup. Sejumlah 68 orang dari 198 yang ditemukan, mendapatkan perawatan di rumah sakit setempat akibat dehidrasi hebat dan menderita kelaparan sementara beberapa dari mereka menunjukkan bekas luka-luka akibat penganiayaan, menurut dugaan dilakukan oleh tentara Thailand. Menurut salah satu korban yang selamat, mereka tertangkap tentara Thailand bersama dengan 1.000 Rohingya yang lain. Mereka dibawa ke satu pulau dan tinggal disana selama dua bulan sebelum mereka dibuang ke laut dengan perahu kayu tanpa mesin, makanan dan air. Selama perjalanan tersebut, sebanyak 22 orang meninggal karena tidak adanya makanan dan air. Hampir setiap hari seseorang meninggal. Saat ini dua kelompok pengungsi Rohingya ditampung di markas AL di Sabang (kelompok pertama) dan kelompok yang kedua ditampung di kantor kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur. PMI di tingkat propinsi (NAD) dan PMI di kabupaten terus memberikan bantuan kepada pengungsi di lokasi penampungan tersebut dalam bentuk makanan. Muhammadiyah, organisasi Islam terbesar kedua di Indonesia, mendesak Jakarta (pemerintah pusat) untuk melakukan pendekatan yang bijaksana dalam menangani permasalahan pengungsi muslim Rohingya tersebut. Mereka juga mengatakan akan berkomitmen untuk membantu jika pemerintah tidak dapat memberikan bantuan.
Sumber :Oxfam GB, kompilasi berbagai media.

»»  read more

15.2.09

BENCANA TERKINI I1-3 Pebruari 2009

Sistim Informasi Manajemen Bencana I Periode 1-3 Pebruari 2009
GEOFISIKA [GEMPA (EQ) & LONGSOR (SL)]
GEMPA 5,5 SR:1/2/2009
MELONGUANE; Gempa bumi tektonik berkekuatan 5,5 SR mengguncang Melonguane, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) pada Minggu pukul 08:50:19 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut terjadi pada episentrum 4o72’ LU dan 127o54’ BT. Pusat gempa, menurut BMKG, berada pada 223 km timur laut Melonguane, Sulut dengan kedalaman 66 km. Sumber :Media Indonesia

LONGSOR:02/02/2009
KARANGANYAR; Sebanyak 600 warga Desa Ngegok, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, hingga Senin (2/2), masih mengungsi setelah terjadi longsor di daerah itu Jumat (30/1) malam yang menewaskan enam orang. Di daerah sekitar lokasi longsor pada hari Minggu (1/2) juga ditemukan tanah retak memanjang sekitar 200 m. Bila malam hari warga masih mengungsi ditempat-tempat saudaranya yang dipandang aman, tetapi kembali siang hari kembali kerumah masing-masing untuk menjalankan aktivitasnya seperti biasa. Dapur umum, sampai sekarang masih dikelola secara swadaya dengan menempati rumah-rumah warga yang dipandang aman. Sementara itu, di tempat terpisah di Dusun Lajer, Desa Kaliwuluh, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, hari Minggu (1/2) ditemukan areal tanah yang turun sekitar 40 centim dan mengeluarkan air. Dengan kesadaran warga sendiri, setidaknya delapan rumah yang berada didekat mata air itu dirobohkan sendiri oleh pemiliknya, karena mereka takut akan ditelan longsor. Sumber : Media Indonesia.
CILACAP; Bencana tanah longsor menerjang setidaknya 3 kecamatan di Kab. Cilacap, Jateng. Bencana longsor terjadi sepanjang Minggu (1/2) malam hingga Senin (2/2) dinihari. Longsor sempat menimbun 6 orang sehingga menyebabkan luka berat, setelah berhasil diselamatkan oleh warga. Lima di antaranya harus dirawat di RSUD Majenang, satu orang di rumahnya Selain menimbun puluhan rumah warga, longsor juga menutup akses jalan desa. Bahkan, jalan provinsi terputus dan jalan nasional sempat tertutup. Longsor terjadi di Kec. Cimanggu, Karangpucung, dan Dayeuhluhur. Di Kec. Cimanggu, longsor terjadi di sejumlah desa di antaranya Kutabima dan Negarajati. Di Desa Kutabima, longsor yang terjadi pada Minggu sekitar jam 19.00 WIB.. Inventarisasi rumah yang tertimbun masih dalam pendataan petugas. Sementara di Kec. Karangpucung, longsor melanda beberapa desa, di antaranya adalah Pamulihan dan Sidamulya. Jalan-jalan desa banyak yang tertutup, sehingga sejumlah desa terisolasi terutama kedua desa setempat. Indonesia. Amblesnya jalan itu terjadi pada Minggu malam. Hampir dalam waktu yang bersamaan, jalan nasional penghubung Wangon (Banyumas) ke Jawa Barat juga tertimbun longsor di dua titik, tepatnya di Kecamatan Cimanggu. Titik pertama di KM 67 akibat tebing yang longsor, kemudian titik kedua di KM 75+500 di sekitar hutan karet yang tertimbun lumpur. Pembersihan longsoran tersebut masih dilakukan dengan mendatangkan alat berat di sekitar lokasi. Sumber :Media
HIDROMETEOROLOGI [BANJIR (FL), ANGIN KENCANG (ST) & GELOMBANG PASANG (WV)]
BANJIR:2/2/2009
BOJONEGORO; 350 ha lahan padi di Kab. Bojonegoro terendam banjir. Hal itu, akibat air sungai Bengawan Solo sejak pagi terus meluap. Padi yang terendam rata-rata sudah berusia 20 hari, bahkan ada yang siap panen. Banjir juga mulai merendam 202 rumah, dan 3 sekolah serta 2 tempat ibadah. Lahan padi yang terendam air itu tersebar di beberapa kecamatan, di antaranya Kecamatan Ngraho (77 ha), Kapas (42 ha), Balen (20 ha), dan Kanor (143 ha). Tapi, padi akan rusak total jika banjir merendam lebih dari seminggu. Soal kerugian, pihaknya belum bisa mendatanya. Demikian pula soal bantuan benih padi nantinya bagi petani. Lantaran banjir, sejumlah warga di Ledok Wetan, Bojonegoro, Jawa Timur, Minggu mulai mengungsikan ternaknya ke tempat lebih aman. Mereka pun membuat tenda pengungsian. Masyarakat pun bersiap dengan memasukkan pasir ke karung. Nantinya karung tersebut bakal digunakan sebagai tanggul untuk menahan banjir yang semakin meninggi. Kini banjir telah merendam ratusan rumah di lima desa yaitu Ledok Wetan, Jetak, Banjarejo, Kalirejo dan Semanding. Debit air luapan sungai Bengawan Solo ini terus meninggi. Ketinggian air bertambah sekitar 15 cm. Bahkan sudah nyaris mencapai status bahaya. Sumber: Okezone.com
NGAWI; Ratusan rumah di Kel. Karangtengah, Kab. Ngawi, JaTIM, Ahad (1/2), terendam banjir akibat luapan Bengawan Solo. Ketinggian air antara setengah hingga 1 m. Air terus meninggi. Warga yang semula bertahan di rumah akhirnya mengungsi menggunakan perahu karet ke tempat lebih tinggi. Umumnya warga masih trauma dengan banjir pada 2007 silam. Sumber: Metronews
PONOROGO; Banjir menyebabkan jalur utama Ponorogo menuju Trenggalek, Jatim, terputus. Ketinggian air mencapai 1 m terutama di Kec. Jetis. Kondisi ini diperparah dengan meluapnya sungai di Kec. Sawo. Beberapa kendaraan mogok karena nekad melewati genangan air. Kemacetan panjang pun tak terelakkan. Arus lalu lintas dialihkan ke Mlarak. Warga tiga desa di Mojorejo, Bantengan dan Tegalsari mulai siaga mengantisipasi banjir. Kemungkinan banjir semakin meninggi. Pasalnya hujan hingga kini masih mengguyur wilayah tersebut.
ANGIN PUYUH:1/02/09
GOWA; Sebanyak 7 rumah warga di Kab. Gowa, Sulsel mengalami rusak berat akibat diterjang angin kencang di tengah hujan deras. Rumah tersebut mengalami rusak berat berada di wialayah Dusun Tompobalang, Desa Moncobalang, Kecamatan Barombong. Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian menyebutkan angin kencang disertai hujan deras itu terjadi saat sebagian warga sudah tidur lelap. Selain atap seng dan nipa terangkat dan terbawa angin, tembok rumah warga yang terbuat dari batu merah roboh akibat terjangan angin tersebut. Sumber : Media Indonesia
CUACA BURUK:2/2/09
JAKARTA; BMKG memperkirakan Jakarta akan terendam banjir pada awal Februari 2009, hal ini disebabkan oleh tingginya curah hujan dan naiknya ketinggian permukaan air laut.Selain curah hujan tinggi, pada awal Februari juga terjadi kenaikan permukaan air laut sehingga berpotensi menimbulkan rob di bagian utara Jakarta. Wilayah yang memiliki kerawanan banjir tinggi antara lain Kec. Cengkareng, Grogol, Petamburan, Kali Deres, Kebon Jeruk, dan Taman Sari di Jakba. Di Jakpus antara lain Cempaka Putih, Kemayoran, Menteng, Sawah Besar, Senen, dan Tanah Abang. Di Jaksel yaitu di Kebayoran Baru, Mampang Prapatan, Pasar Minggu, dan Tebet. Di Jaktim adalah di Cipayung, Ciracas, Jatinegara, Kramat Jati, Makasar, dan Pulogadung. Di Jakarta Utara antara lain Kelapa Gading, Pademangan, dan Tanjung Priok. Sedangkan Kebon Jeruk di Jakbar berpotensi menengah. Begitu juga dengan Cilandak di Jaksel, serta Koja dan Penjaringan di Jakut Namun, ia memperkirakan banjir tahun ini tak akan sebesar pada 2002 dan 2007. Banjir juga tidak disebabkan oleh hujan deras semata. Hujan sama, tapi sistem tata ruang dan drainase yang berubah juga menyebabkam banjir berbeda dari tahun ke tahun. Seluruh kawasan Jakarta dan sekitarnya, sepanjang Senin (1/2) hari ini diperkirakan akan merata diguyur hujan dengan intensitas bervariasi antara ringan, sedang hingga lebat. Sumber :Tempointeraktif.com
SURABAYA; Perairan Laut Jawa pun kondisinya juga diprediksi buruk untuk pelayaran, khususnya kapal nelayan. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maritim Tanjung Perak Surabaya tinggi gelombang di perairan laut Jawa diprediksi mencapai sekitar 0,8 m hingga 3 m. Kewenangan perijinan pemberangkatan kapal dikeluarkan oleh Syahbandar atau Adpel. Prediksi tinggi gelombang di perairan Gresik-Bawean mencapai sekitar 0,8-3 m. Ujung-Kamal mencapai sekitar 0,2-0,5 m. Sapudi-Kangean 0,8-2 m. Selat Lombok mencapai sekitar 0,5-2 m dan Ketapang-Gilimanuk sekitar 0,5-0,8 m. Sedangkan kondisi tinggi gelombang Samudera Hindia di selatan Jatim mencapai sekitar 0,8 hingga 2,5 m. Arah angin dari barat daya, barat laut dengan kecepatan sekitar 2-26 knot atau sekitar 5-48 km per jam. Sumber: Detik Surabaya.com
PADANG; Nelayan dan kapal yang akan melaut di perairan Sumbar diminta mewaspadai gelombang tinggi hingga 3 m. BMKG memperkirakan gelombang tinggi tersebut akan terjadi dua hingga tiga hari ke depan. Kecepatan angin maks 36 km/jam bertiup dari arah barat menuju barat laut, sehingga gelombang di Selat Mentawai dan Samudera Hindia di sebelah barat Mentawai mencapai 2-3 m. Temparatur udara berkisar 22 - 313 derajad celcius dan kelembaban udara rata-rata 65-96 persen. Kendati, ketinggian gelombang berpotensi dua m, namun nelayan tradisional di kawasan pantai Padang, masih terlihat beraktifitas menangkap ikan. Kondisi ini akan berlangsung sampai bulan Pebruari. Sumber : Media Indonesia
BANJIR-LONGSOR:2/2/2009
MAKASSAR; Bencana alam banjir dan longsor melanda beberapa kabupaten dan kota di Sulsel, akibat hujan deras yang mengguyur wilayah itu sejak pekan lalu. Selain menggenangi permukiman penduduk, banjir juga penyapu tanaman padi, tambak, dan kebun kakao di sejumlah daerah. Sementara itu, tanah longsor terjadi di Malino, Kabupaten Gowa, yang menewaskan 1 orang. Longsor yang terjadi di sekitar air terjun Takkapala yang dimukimi sekitar 10 KK juga menimbun 4 rumah, akses jalan di lokasi belum bisa dilewati karena tertimbun longsor. Mengantispasi terjadinya longsor susulan, warga sudah diungsikan ke Kelurahan sebelah, Kelurahan Bontodere.Sedangkan seorang lainnya dilaporkan tewas terseret banjir Sungai Pappa di Kab. Takalar. Untuk sementara, penanganan banjir tersebut ditangani Dinas Sosial di masing-masing kabupaten dan kota. Jika kondisinya semakin parah, katanya, pemerintah provinsi segera menyalurkan bantuan pangan maupun peralatan untuk evakuasi korban. Daerah paling parah dilanda banjir antara lain Kota Makassar, Gowa, Maros, Takalar, Pangkep, Jeneponto, dan Luwu Utara. BMkG wilayah IV Makassar memperkirakan hujan di wilayah Sulsel akan berlangsung hingga April 2009.
SOLO; Longsor akibat banjir Sungai Bengawan Solo di kawasan Gandekan dan Sangkrah, Solo, Jateng, makin parah. Saat ini longsoran tanah telah mencapai sekitar 1,5 m dari permukiman warga. Padahal, sebelumnya masih berkisar 1-2 m dari pemukiman warga. Warga belum berani bertindak apa-apa karena kondisi tanah masih labil. Apalagi hujan deras masih sering turun di kawasan itu. Untuk menghindari korban jiwa, warga memilih mengungsi ke lokasi lain yang dianggap aman. Mereka juga berharap pemerintah kota setempat segera memperbaiki talud Kali Pepe yang ambrol sehingga tidak lagi mengancam keselamatan warga. Sumber : Media Indonesia
PURWOKERTO; Sedikitnya 19 rumah hancur akibat longsor yang terjadi di sejumlah desa di Kecamatan Gumelar, Banyumas, Jawa Tengah (Jateng), Minggu (1/2). Sementara banjir masih terjadi di beberapa kecamatan di Kebumen dan Cilacap. Longsor yang terjadi di Gumelar menerjang tiga desa yakni Cihonje, Tlaga dan Paningkaban. Potensi longsor dapat terjadi di sejumlah titik. Selain itu, ada puluhan rumah yang terancam longsor. Beberapa jalan desa yang tertutup longsor di antaranya antara Gumelar dengan Karangbawang dan jalan Desa Samudra dengan Winduaji. Jalan-jalan tersebut tertimpa tanah longsor setinggi sekitar 1 m serta ada jalan desa yang amblas. Sedangkan sawah yang terendam di Kuwarasan mencapai 402 ha dan di Adimulya mencapai 335 ha. Sumber : Media Indonesia
BIOLOGI [EPIDEMI DBD (BO)]
DEMAM BERDARAH:1/2/2009
CIAMIS; Tingginya ancaman wabah demam berdarah kian meningkatkan kewaspadaan warga Ciamis, Jabar. Pasalnya, belum lama ini, dikabarkan kalau penderita DBD selama Januari mencapai 89 kasus. Tiga di antaranya meninggal. Kesadaran masyarakt Ciamis masih dirasa kurang. Karena pada tahun sebelumnya tercatat 555 kasus DBD dengan korban jiwa sebanyak empat orang. Faktor lain yang membuat DBD semakin membahayakan, yaitu peningkatan curah hujan di wilayah tersebut. Guna mengatasi persoalan tersebut, Dinas Kesehatan setempat semakin gencar menyosialisasikan bahaya DBD kepada masyarakat, termasuk ke sejumlah sekolah. Sementara itu, pengasapan tetap dilakukan pada tempat-tempat yang telah terkena kasus DBD. Sumber : Liputan6.com.
Sumber : PIRBA dan kompilasi berbagai media (modifikasi)
»»  read more

31.1.09

BENCANA TERKINI I 27-30 Januari 2009










Sumber : Peta Curah Hujan (BMGK)

Sistim Informasi Manajemen Bencana I Periode Januari 27-30 Januari

Geofisika [Gempa (EQ) & Longsor (SL)]
Gempa 5,4 SR:29/1/2009
MALUT; Maluku masih rawan dengan guncangan gempa. Dini Hari kawasan Ternate, Maluku Utara, kembali diguncang gempa berkekuatan 5,4 SR. Berdasarkan Badan Meteorologi, Geofisika dan Klimatologi (BMGK) guncangan gempa ini terjadi sekitar pukul 02.52 WIB, dengan kedalaman 212 km dari permukaan. Lokasi gempa berada di koordinat 2o 44’ LU dan 128o 43’ BT, dengan pusat gempa (episentrum) pada kawasan 218 km Timur Laut Ternate-Maluku Utara, 351 km Tenggara Melonguane-Sulawesi Utara, 353 km Tenggara Tahuna-Sulawesi Utara, 358 km Timur Laut Labuha-Maluku Utara, 376 km Timur Laut Bitung-Sulawesi Utara. Walaupun lokasi gempa berada di daerah kepulauan, BMGK mengumumkan gempa tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Sumber : Okezone.com

GEMPA 6,0 SR:28/1/2009
KUPANG; Wilayah Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu, diguncang gempa berkekuatan 6,0 SR. BMGK, Kupang membenarkan adanya gempa tersebut, namun lembaga tersebut belum memastikan pusat gempa. Berdasarkan Hasil pencatatan yang ada, gempa tektonik itu terjadi di sekitar wilayah TTS. Gempa tersebut terasa juga di wilayah Timor Tengah Utara (TTU), Kab. tetangga TTS. Guncangannya sangat terasa di Kefamenanu, ibukota Kab. TTU.

Longsor Tebing : 28/1/2009
BANYUWANGI; Hujan deras yang mengguyur kawasan Banyuwangi, Jatim dan sekitarnya, sejak Selasa 27/1/2009 siang hingga dini Hari, menyebabkan tebing Gunung Gumitir di Desa Kalibaru Manis, Kec. Kalibaru, Banyuwangi kembali longsor. Terdapat terdapat 12 titik longsoran tanah. Longsoran tanah bercampur batang pohon itu terdapat antara KM 6 hingga KM 12 jalur tersebut. Dari sekian titik itu, KM 6 diantaranya yang paling parah. Nyaris separuh badan jalan tertupi oleh longsoran tanah tersebut. Salah satunya longsoran tanah di KM 6, tepat di tikungan tajam jalan raya Gumitir patung gandrung. Meski longsoran mencapai 12 titik, namun tak ada korban jiwa dalam peristiwa yang sering terjadi berulang-ulang di kawasan tersebut. Longsor mulai terjadi sekitar pukul 23.00 WIB malam, 6 titik diantaranya parah, walaupun tidak menyebabkan adanya korban jiwa. Diduga, longsor terjadi akibat lereng tebing yang nyaris mendekati 90 derajat. Selain itu, berkurangnya tegakan pohon yang berfungsi sebagai resapan air di kawasan hutan rimba tersebut juga disinyalir sebagai penyebab utamanya.
Arus lalu lintas dari arah Banyuwangi-Jember dan sebaliknya, sempat mengalami kemacetan selama 2 jam lebih. Antrean kendaraan pribadi dan angkutan umum yang akan menuju ke Jember seperti Bus dan truk, mengular hingga 1 km lebih. Arus lalu lintas kembali lancar setelah buldoser dari Balai Perawatan Jalan Provinsi Jawa Timur di Jember yang berkerja berhasil membersihkan tumpukan tanah longsoran, sehingga lalu lintas sudah mulai normal. Kawasan ini memang rawan longsor, kepada pengguna jalan dan pengendara yang melintasi kawasan Gumitir selalu wasapada. Sumber: Detik Surabaya.com.
Longsor Jembatan Putus:28/01/2009
KEDIRI; Aktivitas sekitar 450 KK penduduk Dusun Pagak dan Bangle, Desa Bangle, Kec. Ngadiluwih, Kab. Kediri, Jatim, terganggu karena satu-satunya jembatan yang menghubungkan dua dusun itu putus, Selasa (27/1). Putusnya jembatan dengan lebar 4 m dan panjang 6 m di atas sungai berkedalaman 7 m itu karena struktur tanahnya labil. Hal itu diperparah dengan maraknya aktivitas penambangan pasir ilegal yang jaraknya hanya sekitar 50 m dari jembatan. Pemerintah desa setempat sudah melakukan perbaikan jembatan itu hingga empat kali, sejak 2004. Tapi, karena struktur tanah yang labil, perbaikan pun tidak maksimal. Selain menyebabkan roda perekonomian warga terganggu, peristiwa itu mengakibatkan para siswa tidak bisa bersekolah. Pihak desa setempat sudah melaporkan hal ini pada Pemerintah Kab. (Pemkab) Kediri dan sudah mengajukan proposal untuk perbaikan jembatan. Selain mematahkan badan jembatan, derasnya arus sungai di desa itu menggerus sawah milik Imam Ghozali. Dalam menindaklanjuti Kahumas Pemkab. Kediri Sigit mengatakan, pihak Pemkab. Kediri sudah meninjau lokasi jembatan yang putus tersebut. Sumber : Media Indonesia.

Hidrometeorologi [Banjir (FL), Angin Kencanag (ST) & Gelombang (WV)]
Banjir:30/1/2009
MAKASSAR; Sejumlah pemukiman penduduk di Makassar terendam banjir, menyusul hujan lebat yang turun sejak Jumat dini hari. Selain pemukiman, beberapa ruas jalan juga tergenang air setinggi 30 hingga 50 cm. Kawasan pemukiman yang cukup parah mengalami genangan banjir antara lain, Perumnas Panakukang, Hartaco Indah, perumaHan Antara, Toddopuli, Perumahan Dewi, Bumi Tamalanrea Permai (BTP), Bumi Permata Hijau (BPH), wilayah padat penduduk Minasa Upa, Perumahan Pemda Hertasning, Tallasa Salapang, dan kawasan Borong. Selain itu, sejumlah rumah di China Town (pemukiman Tionghoa) juga mengalami banjir cukup parah, khususnya di sekitar jalan Sulawesi, Nusantara, Tentara Pelajar, serta kawasan Pelabunan Makassar dan sekitarnya. Sejumlah kantor di kawasan perkantoran jalan AP Pettarani juga tergenang air, termasuk di depan rumah Dinas Wagub Sulsel H. Agus Arifin Nu`mang. Banjir menggenangi wilayah pemukiman tersebut, termasuk yang cukup parah sejak beberapa tahun terakhir akibat curah hujan yang cukup tinggi. Ketua RW Toddopuli dan sejumlah warga di kawasan perumahan Toddopuli memantau rumah-rumah penduduk yang tergenang banjir setelah melaksanakan salat subuh. Upaya warga membersihkan sampah yang menyumbat selokan untuk memperlancar arus air ke kanal induk Borong dan anak Sungai Tallo. Menurut warga, penggalian selokan yang dilakukan dinas kebersihan Kota Makassar saat ini tidak efektif dan bahkan mubazir karena dikerjakan pada saat musim hujan. Sumber: Antara News
Aktivitas belajar mengajar di tiga Sekolah Dasar (SD) Negeri Inpres I, II, dan III di Kel. Pannampu, Kec. Tallo Makassar tidak maksimal karena ketinggian air mencapai sekitar 30 cm di atas mata kaki orang dewasa. Banjir yang merendam semua ruangan kelas ini membuat sejumlah siswa-siswi tidak dapat belajar secara efektif. Setiap kali turun hujan banjir selalu terjadi di tiga sekolah tersebut. Permasalahan ini sudah sering terjadi dan upaya pemerintah menanggulangi banjir dinilai kurang maksimal. Pemerintah cukup memperhatikan sekolah kami tetapi perhatian itu agar ditingkatkan lagi terutama maslah banjir. Sumber : Media Indonesia
Siaga Banjir:30/1/2009
BOJONEGORO; Akibat naiknya debit air dipermukaan sungai Bengawan Solo Pemkab. Bojonegoro, Jatim dalam 5 bulan terakhir terus siaga bencana banjir. Selain itu, pemkab juga menganggarkan dana sebesar Rp.750 juta dari pos Anggaran Penerimaan dan Belanja Daerah (APBD) 2009 untuk antisipasi bencana. Apabila mengalami kekurangan maka Pemkab akan menambahkan alokasi anggaran tersebut melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Dalam catatan, dari 27 Kec. yang ada di wilayah Kab. Bojonegoro 15 Kec. di antaranya potensi terancam banjir akibat luapan air sungai Bengawan Solo. Wilayah tersebut berada di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo yang di antaranya Kec. Margomulyo, Tambakrejo, Padangan, Kalitidu, Dander, Bojonegoro, Malo, Trucuk, Kasiman, Kapas, Balen, Kanor, dan Baureno. Pada awal tahun 2008 misalnya terdapat 167 desa, ribuan rumah, dan ribuan hektare tanaman padi puso karena terendam air. Sementara kerugian materi kisaran Rp1,9 miliar. Sumber : Media Indonesia.
Elevasi waduk Gajah Mungkur di Jawa Tengah telah kritis ditandai dengan berbunyinya sirene (early warning) secara terus menerus. Wilayah Sragen telah mulai terendam banjir. Nampaknya akan berlanjut ke daerah hilir di wilayah Ngawi, Madiun, Bojonegoro, Lamongan, dan Gresik. Sumber : Tagana Jatim.
Dampak Banjir:30/1/2009
BIREUEN; Banjir pada 24 Jani 2009, Tanaman padi seluas 1.328 Ha di Kab. Bireuen, Nanggroe Aceh Darussaam, rusak diterjang arus. Selain terganggu tanamannya yang berusia sekitar 1-30 Hari per lahan, banjir juga mengakibatkan kerusakan lahan dan pematang sawah. Berdasarkan data yang dimiliki Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (Dispertanpanhort), Kab. Bireun, kawasan yang mengalami kerusakan itu meliputi Kec. Jeunieb 260 Ha, Pandrah 450 Ha, Simpang Mamplam 410 Ha, dan Kec. Samalanga 208 Ha. Para petani, sibuk memperbaiki pematang atau lahan sawah mereka, dan harus menanam kembali dan menggarap ulang karena tertimbun sedimen lumpur. Tanaman yang rusak parah dikhawatirkan terancam puso atau dapat menurunkan hasil produksi. Dispertanpanhort, Bireuen, telah melaporkan periswa itu ke Pempro. DI Aceh, diharapkan pemerintah dapat membantu para petani korban banjir untuk bisa bangkit kembali. Bantuan yang sangat diharapkan adalah bantuan benih, biaya olah tanah dan pupuk. Sumber : Media Indonesia
Banjir:29/1/2009
PALEMBANG; Banjir masih mengancam sejumlah wilayah di Prop. Sumsel menyusul hujan deras yang terus mengguyur, sehingga warga termasuk para petani di daerah ini mengHarapkan pemda setempat segera mengantisipasinya. Menurut LSM Walhi Sumsel di Palembang, Kamis (29/1), akibat banjir di sejumlah tempat yang terjadi pada 2008 menimbulkan kerugian berupa kehilangan dan kerusakan Harta benda maupun kerusakan areal pertanian produktif serta kerusakan rumah tinggal, dengan nilai mencapai sekitar Rp.5 miliar. Bencana banjir dan longsor masih terus menjadi ancaman di wilayah Sumsel, antara lain akibat kerusakan areal hutan yang masih tersisa di daerah itu. Berdasarkan laporan dari Badan Nasional Penanggulangan Bendana (BNPB) bahwa Prop. Sumsel merupakan salah satu provinsi yang secara serius rentan terkena bencana banjir dan tanah longsor. Setidaknya sejak Januari hingga Desember 2008 telah terjadi 39 kali bencana banjir dan longsor di Sumsel, tersebar pada Hampir seluruh Kab./kota di daerah ini, seperti Kota Palembang, Musi Banyuasin, Musi Rawas, Banyuasin, Ogan Komering Ilir, Muaraenim, LaHat, Prabumulih, dan Ogan Komering Ulu Timur. Longsor juga telah terjadi di beberapa tempat, seperti pada ruas jalan Lahat-Pagar Alam dan beberapa jalur jalan utama provinsi maupun Kab. daerah ini. Hutan alam Sumsel, telah mengalami keHancuran (deforestasi) dan terus terancam makin rusak cukup parah. Kondisi itu diperkirakan menjadi salah satu penyebab banjir dan longsor serta bencana alam lainnya terus mengancam Sumsel. Semula terdapat 3,777 juta Ha kawasan hutan alam dan saat ini hanya tersisa sekitar 1,129 juta Ha. Tiap tahun Sumsel kehilangan ratusan ribu hektare hutan alaminya. Hingga Kamis pekan ini, sejumlah warga di beberapa Kab. di Sumsel juga mengeluhkan banjir maupun genangan air yang masih terjadi, seperti di Banyuasin dan Lahat. Banjir itu tidak saja menggenangi rumah mereka, tapi mengancam areal pertanian, termasuk padi yang saat ini sedang dilakukan penebaran benih, mengakibatkan benih padi itu terbawa arus banjir. Sejumlah warga di Banyuasin di kawasan sekitar Gilirang dan Muara Sugihan, berharap pemda setempat segera turun tangan mengatasi banjir itu. Ancaman banjir juga terjadi di Kota Palembang, dengan belasan titik yang selalu tergenang air karena banjir musiman saat musim penghujan tiba. Banjir paling parah di Palembang telah dialami warga sekitar Sekip Bendung, kendati di wilayah itu terdapat Sungai Bendung yang difungsikan untuk menampung luberan air hujan agar tidak menimbulkan banjir. Dinas PU Kota Palembang juga memiliki belasan sistem drainase dan memfungsikan bendung maupun pompa air untuk mengatasi banjir di ibu kota Provinsi Sumsel itu, termasuk segera menerapkan manajemen pengelolaan air hujan secara lebih baik.
Banjir:29/1/2009
TEBING TINGGI; Ribuan rumah di Kota Tebing Tinggi, Sumatra Utara, Kamis (29/1), terendam banjir akibat meluapnya Sungai Padang yang disebabkan tingginya curah hujan. Wilayah yang terkena banjir berada di Kel. Bandar Utama, Tambangan, dan Badak Bejuang. Lokasi terparah dilanda banjir adalah Kel. Bandar Utama. Sejumlah barang dan perabot warga ikut terbawa arus sungai. Air juga menggenangi ratusan lahan pertanian. Selain curah hujan, banjir merupakan kiriman dari hulu di Gunung Meriah, Serdang Bedagai. Ribuan warga terpaksa mengungsi ke tempat lebih tinggi. Sebagian dari penduduk bertahan di pos koordinasi atau posko penampungan. Pemkab. Kota Tebing Tinggi telah membangun sejumlah tenda penampungan serta posko. Pemkab juga menyalurkan bantuan baHan makanan dan obat-obatan. Selain itu, warga juga diminta siaga dan menghindari daerah aliran sungai. Sumber : Liputan6.com
Banjir:29/1/2009
SEMARANG; Hujan deras yang mengguyur Ungaran, Kab. Semarang, mengakibatkan Sungai Ngemplak yang merupakan anak Kali Garang yang melintasi Desa Ngeplak, Kec. Ungaran Timur meluap pada sore hari. Akibatnya, talut sepanjang sekitar 10 meter di bagian timur Perumahan Cemara Permai ambrol sehingga limpasan air merendam 35 rumah warga, serta menggenangi puluhan rumah lain di sekitar perumahan tersebut. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Menurut penuturan sejumlah saksi mata, luapan anak sungat Kali Garang tersebut mencapai titik tertinggi hingga sebatas dada orang dewasa sekitar pukul 17.30 WIB. Sebagian warga yang masih bisa menyelamatkan diri langsung mengungsi ke rumah-rumah yang lebih tinggi. Namun, sempat ada sejumlah warga yang terjebak karena aliran air yang terlalu deras. Mereka mengungsi ke loteng rumah tetangganya dan baru berani turun setelah Tim Evakuasi dari Search and Rescue (SAR) Kab. Semarang berkeliling dengan perahu karet pada pukul 20.00 WIB. Sumber : Kompas
Banjir-27/1/09
PASURUAN; Tim SAR Mahameru, Malang bersama nelayan Bangil masih mencari korban banjir yang hanyut di Sungai Kedunglarangan, Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, pencarian korban kini dikonsentrasikan di kawasan muara Sungai Kedunglarangan, Desa Kalianyar, Kec. Bangil. Menurut keterangan pejabat Badan Kesbanglinmas selaku focal point Satlak PB setempat, saat terjadi banjir bandang yang melanda kawasan Pandaan dan Bangil, Sabtu (24/10) lalu, sepasang suami istri (pasutri) Wintoro (29) dan Fatimah (25) yang sedang mencari kayu dan bertempat tinggal di Desa Banjarkejen, Kec. Pandaan, hilang diterjang banjir. Pasutri yang sedang mencari kayu bakar tersebut diduga hanyut terseret banjir bandang, kemudian masuk ke badan Sungai Kedunglarangan.
Mayat Fatimah (25) baru ditemukan di muara Sungai Kedunglaranagan, Desa Kalianyar, Bangil, Selasa (27/1). Sedangkan mayat suaminya, Wintoro (29) belum ditemukan. Tim SAR MaHameru Malang masih terus menyusuri muara Sungai Kedunglarangan dengan menggunakan dua perahu karet dan didukung sejumlah perahu milik nelayan di sekitar muara Sungai Kedunglarangan, Bangil.
Banjir ini juga mengakibatkan putusnya jalur pantura bagi kendaraan kecil, dan dihimbau untuk mencari kalur alternatif ke arah Winongan. Ruas jalan raya Ngopak terendam sepanjang 500 meter dengan ketinggian 0,5 meter. Kemacetan tak terhindarkan dari arah Pasuruan maupun sebaliknya dari Probolinggo masih terjebak macet sekitar 6 km dari dua sisi. Banjir juga merendam ribuan rumah dan ratusan hektar sawah penduduk. Pemkab. Pasuruan untuk sementara ini telah menerjunkan perahu karet untuk mengevakuasi penduduk, serta menyediakan nasi bungkus dan mie instan. Tim Medis dari Dinkes juga telah diterjunkan ke lokasi banjir untuk membantu warga yang terganggu kesehatannya. Sedangkan dari PDAM turun tangan dengan membawa air bersih dengan menggunakan tangki air.
Sementara di Probolinggo, hujan deras yang terjadi sejak kemarin sore membuat ratusan rumah di empat desa di Kec. Leces, Dringu, Sumberasih, Kedupok, Kota Probolinggo kebanjiran setinggi 1 m dan . Empat desa terancam terisolasi. Sebab jalan utama di empat desa itu juga terputus. Menjelang dini Hari luapan dari tiga sungai itu mulai surut. Namun beberapa rumah warga masih terendam air setinggi 30 centimeter sampai setengah meter. Warga berusaHa membersihkan sisa-sisa banjir yang di sebagian tempat bercampur lumpur. Sejumlah warga mengungsi ke sejumlah tempat yang lebih tinggi. Beberapa orang lainnya berjaga-jaga di setiap sudut desa mengantisipasi banjir susulan.Sumber : Media Indonesia
Banjir:27/1/2009
TULUNGAGUNG; Banjir yang merendam permukiman membuat warga Pojok, Kec. Campurdarat, panik. Puluhan rumah di Kab. Tulungagung, Jawa Timur, terendam banjir setinggi 50 centimeter sejak Senin (26/1). Mereka bergotong royong mencari rumah yang terendam paling parah dan membantunya memindahkan perabotan agar tidak terendam. Banjir disebabkan hujan lebat mengguyur daerah ini selama tiga jam. Banjir juga menyebabkan tanggul sungai yang melintas di desa ini jebol. Menurut warga, jebolnya tanggul disebabkan oleh menyempitnya jembatan, juga karena hujan di daerah tiga hulu sungai menyebabkan Sungai Kedung Galeng, Sungai Jorong, dan Sungai Kareng Lor. Sumber : Liputan6.com,
Lahar Dingin:26/1/2009
LUMAJANG; Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, beberapa waktu lalu kembali memuntahkan lahar, akibat hujan terus menerus di kawasan lereng sehingga terjadi ancaman lahar dingin menghantam areal perkebunan kelapa, akasia, dan kopi milik warga Desa Jugosari, Lumajang. Ribuan kubik material vulkanik setebal 5 m merendam tanaman, bahkan hanya terliat ujungnya. Selain itu lahar dingin juga merobohkan beberapa pohon dan memadamkan aliran listrik. Warga juga sempat mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Mereka kHawatir akan diterjang arus lahar dingin yang mengalir cukup deras. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, lahar dingin ini membawa trauma bagi sejumlah warga. Sebab pada tahun 1976, lahar dingin telah menyapu sejumlah desa. Saat itu ratusan orang meninggal setelah rumah mereka diterjang lahar dingin. Diduga cekdam dibangun kurang tinggi, meski pemerintah desa setempat berulangkali mengusulkan ke Pemkab Lumajang. Banjir laHar kali ini menurut warga terbesar sepanjang 10 tahun terakhir Sumber : Liputan6.com dan Indosiar
Angin Kencang:29/01/2009
PROBOLINGGO: Sebanyak delapan rumah rusak dan satu roboh akibat hujan deras dan angin kencang di Kab. Probolinggo, Jatim. Rumah yang rusak berada di Desa DawuHan, Kec. Krajan. Bagian rumah yang rusak sebagian besar adalah atap dan dinding, satu rumah di antaranya roboh. Menurut warga, musibah ini terjadi secara tiba-tiba ketika hujan deras disertai angin kencang, Rabu (28/1) malam. Tidak ada korban jiwa karena seluruh warga langsung keluar rumah saat peristiwa berlangsung. Sumber : Metrotvnews.com.
Puting Beliung:28/1/2009
KEDIRI; Sedikitnya dua desa di Kec. Pare, Kab. Kediri, Jatim, porak poranda diterjang angin puting beliung yang berlangsung tiga menit, terjadi Rabu (28/1) dini Hari sekitar pukul 03.00 WIB ketika itu hujan gerimis tiba-tiba angin bertiup kencang dari arah utara ke selatan. Belasan bangunan rumah rusak dan sebuah bangunan Pondok Pesantren Nurul Huda dan Panti Asuhan Budi Mulya, berantakan. Dilaporkan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, akan tetapi ada sekitar lima santri yang luka ringan akibat kejatuhan atap bangunan pondok. Kerugian secara material akibat rusaknya bangunan diperkirakan mencapai puluan juta rupiah. Panti Asuhan Budi Mulya mengatakan untuk sementara kegiatan belajar diliburkan karena sekolah yang menampung sekitar 70 anak-anak panti asuhan itu sedang diperbaiki. Sumber : Kompas.com.
Eraly Warning Gelombang Tinggi:29/1/2009
JAKARTA:Tinggi gelombang laut antara 1,25 hingga lebih dari 4 m berpotensi terjadi di perairan Indonesia. Tinggi gelombang laut antara 1.25 hingga 2.0 m berpotensi terjadi di perairan utara Aceh, perairan barat Bengkulu, Laut Sawu, Laut Sulawesi, Laut Maluku, Laut Buru hingga Laut Seram, Laut Banda, perairan Kai dan Tanimbar, perairan Kep. Aru, Laut Arafuru. Tinggi gelombang laut ini dinyatakan berbahaya bagi perahu nelayan. Tinggi gelombang laut antara 2 hingga 3 m yang berbahaya bagi perahu nelayan dan tongkang berpotensi terjadi di Samudera Hindia barat laut Aceh, perairan barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Perairan selatan Jawa hingga NTT, Laut Timor, perairan timur Kepulauan Riau, Selat Karimata, perairan Babel, Laut Jawa, Laut Bali, Laut Flores, perairan selatan Kalimantan, Selat Makassar bagian selatan, perairan selatan Sulawesi, perairan Sangihe Talaud, Laut Halmahera, serta perairan utara Papua. Tinggi gelombang antara 3 hingga 4 m yang berbahaya bagi perahu nelayan, tongkang dan feri berpotensi terjadi di Samudera Hindia barat Lampung, Samudera Hindia selatan NTT, perairan barat laut Kalimantan Barat, perairan Karimun Jawa hingga Bawean. Sementara tinggi gelombang lebih dari 4 m di Natuna yang berbahaya bagi semua jenis kapal berpotensi terjadi di Laut Cina Selatan dan Laut Natuna. Gelombang dengan ketinggian 2 m dapat juga terjadi akibat pusaran angin yang berasal dari awal gelap (cumulonimbus) yang terbentuk di laut. Potensi hujan lebat yang kadang disertai angin kencang dan petir di laut terdapat di perairan barat Mentawai, perairan barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Laut Seram, serta perairan utara Papua bagian Barat.
KUPANG: Cuaca buruk mengakibatkan ketinggian gelombang di laut mencapai tiga meter. Armada pelayaran di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (30/1) berhenti operasi menyusul cuaca buruk yang melanda daerah itu sejak Kamis (29/1). Armada yang tidak berlayar tersebut, sebagian berlabuh dekat Pulau Semau yang berjarak sekitar empat mil di bagian barat Kota Kupang. Armada lainnya masih berada di Pelabuhan Penyeberangan Bolok, Kab. Kupang. Sesuai ramalam Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) El Tari Kupang, Hampir seluruh wilayah NTT ditutupi awan dan berpeluang terjadi hujan secara merata. Kondisi ini masih berlangsung sampai beberapa hari mendatang. Sedangkan, perairan yang perlu diwaspadai bagi pelayaran adalah Selat Rote yang memisahkan Pulau Timor dengan Pulau Rote, Laut Sawu yang memisahkan Pulau Timor dengan Sabu, Sumba, dan Alor. Selat Sumba yang memisahkan Pulau Sumba dengan Flores, Laut Flores dan Laut Timor. Akibat cuaca buruk nelayan berhenti melaut, ratusan perahu nelayan sudah dipindahkan ke lokasi yang lebih aman guna menghindari terjangan ombak. Di pesisir Pantai Oeba, KeluraHan Oeba, tidak kurang dari 50 perahu nelayan disembunyikan dekat tempat pelelangan ikan Oeba. Akibatnya, Harga ikan di tempat pelelangan ikan (TPI) Oeba, KeluraHan Oeba melambung. Ikan marlin naik menjadi Rp500 ribu/ekor dari harga sebelumnya Rp. 300 ribu/ekor, dan Ikan belang kuning naik dari harga Rp. 20.000/ekor menjadi Rp. 30.000/ekor. Ikan tongkol dijual Rp. 20.000/enam ekor, atau naik sebesar Rp5.000/enam ekor dari harga sebelumnya Rp. 15.000/ekor. Sumber : Media Indonesia
SITUBONDO: Nelayan di Perairan Situbondo, Jatim meradang. Pasalnya, sejak gelombang tinggi beberapa waktu lalu, para nelayan memilih melipat jaring. Kebanyakan mereka Hanya memperbaiki jaring ikan atau memperbaiki bagian perahu yang dianggap rusak. Hal ini dilakukan agar tidak berisiko seperti para korban nelayan atau kapal yang diberitakan di televisi. Diperkirakan nelayan tidak akan beroperasi hingga Maret mendatang. Sebab pada bulan Februari, merupakan puncak tingginya gelombang. Saat ini saja, tinggi gelombang di Perairan Situbondo mencapai 5 m. Tidak melautnya nelayan ini, juga memaksa mereka untuk mencari nafkah dengan cara lain. Nelayan di Pesisir Panarukan memilih untuk menjadi kuli bangunan. Bahkan, istrinya juga terpaksa mencari tambahan penghasilan dengan mencari kerang di bibir pantai. Tidak beroperasinya nelayan, juga berimbas kepada sejumlah pemilik perahu, karena tidak mendapat pemasukan keuangan. sumber: Detik Surabaya.com.
BANDAR LAMPUNG; Stasiun Meteorologi Maritim (SMM) Lampung memperkirakan tinggi gelombang di perairan timur Lampung maks 2,1 m, sedang tinggi gelombang di perairan barat Lampung mencapai 2,9 m. Dalam laporan SMM Lampung, di Bandarlampung diperkirakan cuaca buruk di perairan itu mulai Selasa hingga Rabu (28/1), pukul 07.00 WIB mengalami hujan. Arah angin di wilayah perairan timur Lampung dari barat ke barat laut dengan kecepatan 8-20 knot, sedang arah angin di perairan barat juga dari barat ke barat laut dengan kecepatan 10-22 knot. Tinggi gelombang rata- rata di perairan timur Lampung adalah 1,1 m, sedang di perairan barat Lampung 1,5 m. Di Selat Sunda, tinggi rata- rata gelombang 0,9 m dan tinggi maksimumnya 1,8 m, arah angin dari barat ke barat laut berkecepatan 8-20 knot. Di wilayah perairan Bengkulu, tinggi rata- rata gelombang 1,3 m dan tinggi maks 1,5 m, arah angin dari barat ke barat laut dengan kecepatan 9-22 knot. Kondisi cuaca di perairan Selat Sunda dan perairan Bengkulu adalah hujan. SMM Lampung juga memperkirakan tinggi maksimum pasang air laut di kawasan Pelabuhan Panjang (Bandarlampung) sekitar 1,3 m yang terjadi pada pukul 20.00- 21.00 WIB. Di kawasan PelabuHan Bakauheni (Lampung Selatan), tinggi maksimum pasang air laut adalah 0,9 m yang terjadi pada pukul 09.00-10.00 WIB dan pukul 21.00 WIB, sementara di Pulau Baai (Bengkulu) sekitar 1,2 m yang terjadi pada pukul 19.00- 20.00 WIB. Sumber : Media Indonesia.com

Lingkungan [Kebakaran Hutan (WF)]
Kebakaran Hutan:23/1/2009
PEKANBARU; Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dari beberapa titik api dan menimbulkan kabut asap yang melanda sejumlah wilayah di Riau, dan Sumatera Barat mengakibatkan provinsi ini berstatus siaga satu. Kesepakatan diberlakukannya status siaga satu dimaksudkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam mengantisipasi kabut asap yang kian memprihatinkan. Antisipasi itu dilakukan dengan menurunkan tim pemadaman yang di antaranya terdiri atas anggota dari dinas atau badan terkait dan polisi pamong praja. Status siaga itu juga telah mendorong Gubernur Riau, meminta seluruh pihak terkait segera mengatasi kebakaran hutan, dengan mengirim nota dinas ke seluruh bupati dan walikota yang ada di Riau untuk berkoordinasi dengan instansi terkait guna mengatasi terjadinya kebakaran hutan. Berdasarkan pantauan terakhir satelit NOAA 18 pada Kamis (22/1) terpantau adanya 142 titik api yang tersebar di sejumlah wilayah di Provinsi Riau. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau, mengatakan titik api yang paling banyak terdapat di Kab. Pelalawan sebanyak 80 titik api, Bengkalis (36), Indragiri Hilir (26), dan Siak (4). Kebakaran telah mengHanguskan sedikitnya 1.450 Ha hutan dan lahan dalam sepekan terakhir. Kebakaran hutan dan lahan juga terjadi di Kab. Bengkalis dengan luas sekitar 800 Ha, Dumai (300 Ha), Siak (200 Ha) dan Pelalawan (150 Ha). Sedangkan luas laHan dan hutan yang terbakar di Kuantan Singingi, Rokan Hilir, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir, hingga kini masih dalam proses penghitungan. Banyaknya titi api tersebut membuat seluruh wilayah di Riau diselimuti kabut asap, tidak terkecuali di Ibukota Provinsi Riau, Kota Pekanbaru. Hingga berita ini diturunkan, kabut asap masih menyelimuti Kota Pekanbaru sehingga langit menjadi mendung seperti akan turun hujan. BMG Kota Pekanbaru memastikan bahwa langit terlihat mendung, bukan karena akan turun hujan melainkan karena kabut asap menyelimuti hampir seluruh wilayah Kota Pekanbaru.
BUKITTINGGI; Kebakaran hutan juga terjadi di kawasan Dumai, Riau, hingga Kamis (29/1) Hari ini masih menyebabkan kabut asap di Kota Bukittinggi, Sumatra Barat. Kabut asap yang terjadi sejak pekan lalu hingga saat ini masih menyelimuti Kota Bukittinggi dan sekitarnya. Hujan yang turun dalam dua Hari terakhir belum membuat kabut asap hilang. Kabut asap di Bukittinggi diperparah dengan banyaknya pembakaran jerami sisa panen. Pembakaran jerami sisa panen bahkan dilakukan warga di sawah yang berada persis di bawah Kantor Walikota Bukittinggi. Bagi petani, membakar jerami adalah satu-satunya cara agar sawah bisa segera ditanam kembali. Sumber: Metrotvnews.com

Biologi [Epidemi (DB)]
Epidemi Demam Berdarah:29/1/2009
TEGAL; Demam berdarah (DB) menyerang puluhan anak dan bocah di bawah lima tahun atau balita di Tegal, Jateng. Setiap Hari pasien berdatangan ke rumah sakit dengan gejala demam tinggi. Hingga Kamis (29/1), ada 30 pasien yang masih dirawat di RSUD Kardinah, Kota Tegal. Kebanyakan pasien mengalami penurunan jumlah trombosit darah hingga kurang dari 150 mililiter. Angka itu jauh dari jumlah normal, yakni 150 hingga 450 mililiter. Petugas rumah sakit menyatakan, sejak awal Januari 2009, jumlah pasien demam berdarah terus meningkat. Rata-rata ada tiga hingga lima orang pasien per hari. Jumlah mereka sempat mencapai 90 orang. Belum ada laporan korban meninggal atas epidemi DB tersebut. Sumber : Media Indonesia

Sumber : PIRBA hasil kompilasi beberapa Media Lokal dan Nasional (modifikasi)

»»  read more

29.1.09

BENCANA TERKINI I 24-28 Januari 2009

SISTIM INFOMASI MANAJEMEN BENCANA I Periode : 24-28 Januari 2009


Earthquakes – Gempa Bumi

Terdapat sebelas gempa bumi berkekuatan diatas 5 SR yang mengguncang beberapa bagian Indonesia selama periode pelaporan. Sampai saat ini, tidak ada laporan mengenai korban jiwa, korban luka atau kerusakan material yang disebabkan oleh gempa-gempa tersebut.



Hot Mudflow – Lumpur Panas

Aliran lumpur panas di lokasi pembangkit tenaga listrik di Mataloko, kabupaten Ngada – NTT. Data terakhir dari Dinkes Ngada menyebutkan 1060 warga sekitar lokasi menderita berbagai penyakit seperti ISPA, infeksi kulit dan sesak napas. Meskipun demikian, VSI meyakinkan bahwa aliran lumpur tersebut tidak berbahaya. Lumpur panas yang sebenarnya merupakan uap air panas yang bercampur dengan lumpur, tidak akan memberikan dampak yang parah terhadap lingkungan karena tidak mengandung zat kimia yang berbahaya.

Landslide, Pekalongan District

Sejumlah penduduk desa Kuntorejo, kecamatan Kajen – Pekalongan saat ini terisolasi akibat longsor yang terjadi Jumat (23/1) lalu. Isolasi juga terjadi di beberapa desa di kecamatan tetangga, Kandangserang, yaitu desa Garungwiyoro, Sukoharjo, Gembong, Bodas and Klesem. Alat berat yang dikerahkan oleh pemerintah setempat belum berhasil membuka kembali akses jalan akibat kondisi tanah yang tidak stabil dan berlumpur.

Landslide, Semarang City

Longsor dilaporkan melanda desa Sendangguwo, kecamatan Tembalang pada Minggu (25/1) malam dan memakan 4 korban jiwa serta 6 luka-luka.

Flood, Tulungagung District

Lima titik tanggul sungai jebol dan memicu terjadinya banjir bandang di desa Pojok dan Gampeng kecamatan Campuradarat pada hari Senin (26/1). Sekitar 200 rumah terendam dan sejumlah 30 hektar lahan pertanian telah rusak.

Flood, Martapura District

Puluhan rumah di kecamatan Martapura Barat saat ini telah terendam dan terisolasi selama lebih dari satu bulan. Sejumlah ruas jalan dilaoprkan rusak dan terputus aksesnya. Berhektar-hektar lahan pertanian juga telah rusak dan dikhawatirkan akan mengalami gagal panen.

Flood, Probolinggo District

Luapan tiga sungai yang ada di Probolinggo yang dipicu oleh hujan deras di daerah hulu sungai telah menyebabkan jebolnya tanggul sungai. Akibatnya, ratusan rumah dari empat kecamatan telah terendam.

Sumber : Information Management Assistant - ER Team - Oxfam GB (


»»  read more

25.1.09

BENCANA TERKINI I 20-23 Januari 2009


Sistim Informasi Manajemen Bencana I Periode 20 - 23 Januari 2009.

Earthquake - Gempa
Terdapat beberapa gempa dengan kekuatan diatas 5 SR mengguncang bagain timur Indonesia yang tercatat oleh BMKG dalam periode 20-23 Januari 2009. Sampai saat ini, tidak ada laporan mengenai korban jiwa dan kerusakan material yang disebabkan oleh gempa-gempa tersebut.
Salah satu kecamatan yang terkena dampak gempa, Abun yang juga dianggap sebagai daerah paling parah di Kabupaten Sorong karena letaknya yang dekat dengan pusat gempa primer, saat ini dilaporkan kekurangan bantuan makanan. Isolasi akibat gelombang laut tinggi serta ancaman longsor melipatgandakan penderitaan warga. Saat ini, bantuan-bantuan dalam bentuk obat-obatan, makanan dan tenda masih sangat diharapkan.
Berkaitan dengan rencana pemulihan dan rehabiiltasi paska gempa, pemerintah pusat akan memberikan dana bantuan sebesar 510 miliar rupiah untuk rekonstruksi dan rehabilitasi paska gempa seperti yang disampaikan oleh presiden SBY dalam kunjungan lapangannya ke Manokwari baru-baru ini.
Landslide - Longsor
Sebanyak 13 korban longsor di lokasi penambangan emas di Gunung Batu Mujur kecamatan Sekotong, Lombok Barat yang terhitung pada hari selasa (20/1), dimana enam diantaranya meninggal dan sisanya terluka, sedangkan belasan lainnya masih hilang.
Flood – Pati District
Sejumlah 6 kecamatan di Kabupaten Pati telah terendam banjir sejak hari Minggu (18/1). Diantara ribuan korban banjir, hanya sebagian kecil saja yang dilaporkan mengungsi. Menurut media, kerugian infrastruktur diperkirakan mencapai 28 miliar rupiah dan 41 milir rupiah untuk fasilitas umum lainnya.
Flood – Pasuruan District
Banjir susulan masih terus melanad beberapa desa di kecamatan Bangil pada Senin (19/1) petang. Akibatnya, genangan setinggi 30-100 cm menenggelamkan ratusan rumah di empat desa
Flood – Subang District
Di beberapa tempat, genangan air sudah mulai surut sehingga sejumlah pengungsi mulai kembali ke rumah.
Flood (and Landslide) – Polewali Mandar District
Sebuah jembatan menuju kecamatan Tutar (Tubbitaramanu) yang putus selama lebih dari 10 hari memperburuk penderitaan ribuan penduduk Tutar dalam isolasi. Kenaikan harga kebutuhan pangan di pasar lokal juga memperparah kehidupan korban banjir. Menurut media, ratusan anak kecil korban banjir saat ini mengemis di sepanjang jalan untuk mendapatkan uang.
Flood – Banjar District
Empat desa di kecamatan Sungai Tabuk kabupaten Banjir dilaporkan sedang menghadapi banjir yang dipicu oleh meluapnya sungai Martapura menyusul hujan deras. Setidaknya 765 rumah yang dihuni oleh 1.075 KK atau 4.602 penduduk dari 4 desa yang terdampak.
Tidal Flood – Sinjai District
Sejumlah desa yang terletak di daerah pesisir seperti kecamatan Sinjai Utara dan Sinjai Timur telah menghadapi banjir pasang dalam satu minggu terakhir. Banjir pasang yang semakin memburuk dalam dua hari terakhir menyebabkan kerugian material akibat gagal panen tambak ikan.
Flood (and Landslide) – Sukoharjo District
Banjir yang disertai dengan longsor pada hari Rabu (21/1) telah menghancurkan 4 rumah di kecamatan Bendosari. Meskipun tidak ada catatan korban meninggal, insiden tersebut menyebabkan trauma warga di sekitar lokasi akan terjadinya longsor susulan.
Dengue Fever – Lumajang District
Intensitas curah hujan yang sedang tinggi-tingginya akhir-akhir ini menjadi faktor pemicu meingkatnya kasus DBD di kabupaten Lumajang.
Bird Flu – Sukoharjo District
Tiga kecamatan di kabupaten Sukoharjo saat ini berstatus siaga terhadap penyebaran flu burung. Status siaga terhadap flu burung disampaikan oleh Dinas Pertanian dan Peternakan Sukoharjo pada Rabu (21/1) menyusul informasi dari warga setempat tentang banyaknya unggas yang mati mendadak di wilayah mereka.
Water-borne Disease – Jakarta
Indonesia sedang menghadapi gelombang penyakit bawaan banjir saat musim hujan yang menyebabkan banjir di daerah-daerah rendah termasuk ibukota yang padat. Departemen kesehatan mengantisipasi wabah diare, penyakit kulit dan leptospirosis.
Fire at Oil Depot Plumpang – Jakarta
Kebakaran yang melanda depot minyak Plumpang pada Minggu lalu (18/1) telah membunuh satu orang yang bekerja sebagai penjaga kemanan di lokasi. Kerugian yang diderita Pertamina akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai 15 miliar rupiah. Hasil dari investigasi yang dilakukan oleh Puslabfor mengindikasikan penyebab kebakaran bukanlah aksi teroris atau sabotaso namun lebih ke permasalahan teknis dimana pengaman tanki tidak berfungsi.
Land and Forest Fire – Riau Province
Citra penginderaan jauh dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) 18 menunjukkan 172 titik api dari kebakaran di propinsi Riau pada Rabu (21/1). Menurut kepala Pusat Konservasi Sumberdaya Alam Riau, kebakaran tersebut merupakan hasil perbuatan manusia yang disengaja.
Flood Forecast – Jakarta
Menurut ahli klimatologi ITB, Jakarta saat ini terancam banjir besar yang diramalkan akan terjadi memasuki bulan Februari.
Food Insecurity – Pamekasan District
Sejumlah 38 desa yang tersebar di 8 kecamatan di Kabupaten Pamekasan – Pulau Madura telah ditetapkan terancam kekurangan pangan.
(Sumber :

»»  read more

17.12.08

BENCANA TERKINI I 14-15 Desember 2008


Sistim Informasi Manajemen Bencana I Periode 14 - 15 Desember 2008

Earthquakes - Gempa Bumi

Terjadi beberapa gempa bumi berkekuatan di atas 5 skala Richter mengguncang beberapa bagian Indonesia. Gempa terbaru yang tercatat BMG berkekuatan 5.4 SR dengan kedalaman 10 km yang mengguncang Bengkulu dan Sumatera Barat, telah menyebabkan kepanikan masyarakat setempat. Untungnya, belum ada laporan mengenai korban jiwa, luka-luka maupun kerusakan material akibat gempa-gempa tersebut.
Landslide - Longsor
Tanah longsor yang melandang jalan propinsi di kabupaten Tapanuli Utara pada Minggu (14/12) dini hari sempat melumpuhkan akses jalan yang menghubungkan Padang Sidempuan - Medan. Usaha masyarakat setempat menggunakan alat seadanya untuk membuka jalan belum berhasil.

Rencana relokasi untuk pengungsi korban longsor Cianjur yang dijadwalkan pada hari ini (15/12) ditangguhkan akibat belum persiapan perlengkapan di lokasi baru belum lengkap


Penurunan/anjloknya permukaan tanah seluas 6 hektar, dilaporkan telah menyebabkan puluhan keluarga dalam 2 kecamatan di Aceh Utara menderita. Mereka yang terkena dampak "tanah turun" tersebut tidak diijinkan untuk kembali ke rumah dari lokasi pengungsian dengan pertimbangan situasi masih belum aman.

Floods - Banjir
Setelah sempat surut selama satu pekan, banjir kembali melanda bagian selatan kabupaten Bandung. Sampai dengan waktu pelaporan, ribuan rumah masih terendam banjir dan sekitar 2.300 korban banjir telah dievakuasi.

Di kabupaten Poso, sekitar 100 rumah terendam banjir akibat meluapnya sungai Poso pada hari Minggu (14/12). Sebagian kecil dari warga yang terkena banjir mengungsi sementara sebagian besar lainnya tetap bertahan di rumah masing-masing.

Di Kabupaten Aceh Selatan, banjir susulan masih terus terjadi di bagian dari kecamatan Trumon Timur serta memicu sejumlah 724 orang terisolasi akibat putusnya akses transportasi.

Di kabupaten Aceh Utara, PPK Depkes mencatat 1.058 orang terdampak banjir masih tinggal di pengungsian.

Di kabupaten Pidie, banjir yang masih terus merendam ribuan rumah di empat kecamatan sejak tanggal 8 bulan ini.

Di kabupaten Asahan, akibat dari kenaikan genangan banjir, ratusan orang terpaksa harus mengungsi saat ribuan rumah dan ratusan hektar lahan pertanian di daerah mereka juga terendam.

Di Jember, pada saat genangan banjir surut, penyakit-penyakit mulai menyerang penduduk seperti, diare, demam dan gatal-gatal. Otoritas kesehatan setempat telah menurunkan tim medis untuk mengontrol wabah penyakit.

Di Pontianak, banjir dilaporkan telah mengganggu akses jalan menuju negara tetangga, Serawak - Malaysia.

Di kota Bitung, ratusan rumah rusak akibat serangan gelombang pasang.

Di Jakarta Utara, anjir pasang kembali melanda tiga kecamatan, yaitu Marunda, Cilincing dan Muara Baru. Setidaknya 3.000 rumah dilaporkan telah terendam.

Di Banyuwangi, kenaikan gelombang pasang telah memicu banjir pasang di pemukiman di pesisir setempat.
Whirlwinds - Puting Beliung
Di Kota Malang, setidaknya 60 rumah dilaporkan telah rusak dan dua orang luka-luka setelah puting beliung melanda daerah tersebut pada hari Minggu (14/12). Sementara itu empat rumah telah rusak, termasuk satu rumah yang rata dengan tanah, terangkum akibat serangan puting beliung di kabupaten Luwu Timur.
Early Warning - Peringatan Dini
Gubernur Sumatera Barat mengedarkan surat peringatan kepada kepala daerah (bupati) tentang perpanjangan status siaga terhadap longsor dan banjir sampai dengan akhir Februari 2009.
(sumber

»»  read more

Relawan FPBI

Relawan FPBI
Para relawan kemanusiaan yang telah bertugas 3 tahun di kawasan Lumpur Lapindo dan di berbagai peristiwa bencana alam. Posko FPBI membutuhkan Donasi Anda untuk memindahkan Posko FPBI di Wilayah Lumpur Lapindo karena kan mengakhiri masa tugas selama 3 Tahun. Terima Kasih

Pedulikah Anda !

personalized greetings

DEBU VULKANIK BROMO

Erupsi Gunungapi Bromo menerus sehingga menimbulkan hujan debu vulkanik pekat. Debu tersebut menimbulkan kerusakan rumah dan bangunan SD & SMP roboh, lahan pertanian hancur, ratusan ternak mati, kemungkinan juga akan menimbulkan dampak bagi kesehatan penduduk sekitarnya.

Followers

Pengelola

Tukar Link


peduli bencana

Link

Blog Archive

Society Blogs - BlogCatalog Blog Directory

Add to Pageflakes

Add to My AOL

Subscribe in Bloglines

Add to Google Reader or Homepage

Paid Review Indonesia

 

Copyright © 2009 by FPBI